Pelajar
1 tahun lalu · 72 view · 5 menit baca · Ekonomi 12399_43368.jpg
https://twitter.com/infosumbar/

Aksi Transformasi Ekonomi Masyarakat Nagari Atar Melalui Fotokopi

Kertas dan Pertumbuhan Ekonomi

Keindahan alam yang berbukit dan berbatu - batu menjadi rahmat serta tantangan tersendiri bagi masyarakat desa Nagari Atar. Masyarakat di nagari ini mulanya bekerja sebagai petani dan buruh kasar di negeri seberang. Kondisi yang sulit memaksa masyarakat Atar untuk hijrah demi menyambung tali kehidupan, merelakan keluarga tinggal di kampung halaman untuk mencari alat penukar barang.

Kondisi alam yang beragam membuat petani Nagari Atar harus pintar - pintar untuk mengelola lahan yang ada. Kebun kelapa menjadi salah satu komoditi favorit untuk dikembangkan. Lahan yang semakin sempit menghadapkan masyarakat Atar pada realita, bahwa lahan nenek moyang yang selama ini di garap tak mampu untuk menampung hidup masyarakat desa.

Kebutuhan ekonomi yang terus meningkat serta zaman yang terus berkembang, memaksa masyarakat Nagari Atar untuk mencari inovasi baru yang dapat dijadikan tumpuan hidup kedepan nya. Masa – masa sulit datang diambang nasib desa.

Hingga akhirnya muncullah inovasi untuk memulai usaha fotokopi sebagai mata pencaharian baru yang tidak terikat dengan kondisi alam dan lahan, usaha yang diharapkan menjadi jalan pembuka pintu kemakmuran bagi masyarakat Nagari Atar. Kertas sebagai komposisi utama dalam usaha ini menjadi salah satu komoditi yang sangat penting dalam pengembangan usaha fotokopi di Nagari Atar.

Usaha fotokopi pada awalnya dilakukan oleh beberapa orang saja. Lambat laun usaha baru tersebut menjanjikan masa depan yang cerah yang dianggap mampu untuk menopang perekonomian masyarakat.

Sayup – sayup terdengar berita usaha fotokopi tersebut ke telinga para buruh yang telah lama maherat dari tanah kelahiran nya. Seperti kata pepatah minang “Baraja ka nan manang, Mancontoh ka nan sudah” yang bermakna “Belajar dengan yang menang, mencontoh ke yang sudah”. Hal ini lah yang menjadikan usaha fotokopi di Nagari Atar tidak hanya menjadi usaha individu tetapi juga menjadi usaha masyarakat Atar pada umumnya.

Masyarakat Nagari Atar mulai berguru tentang bagaimana cara menjalani usaha fotokopi. Para pendahulu yang sudah sukses tidak sungkan berbagi ilmu dan juga jurus untuk sukses dalam usaha percetakan kertas ini, tak jarang mereka juga menampung serta memberi modal kepada saudara sekampung nya untuk juga sukses seperti mereka.

Hal ini jugalah yang menjadi faktor perekonomian masyarakat Nagari Atar merata, mereka yang pintar dan sukses, membimbing saudaranya untuk maju bersama, bukan nya meninggalkan mereka dalam lubang keterpurukan karena takut akan persaingan.

Tradisi merantau juga menjadi salah satu alasan melesatnya perkembangan ekonomi pada masyarakat Nagari Atar. Merantau dalam masyarakat Minangkabau bukan hanya dilandasi pada faktor ekonomi semata, tetapi juga harkat dan martabat sebagai seorang pria agar tidak dipandang lemah. Hal inilah yang menjadi faktor mengapa usaha ini berkembang tidak hanya di Nagari Atar tetapi juga di suluruh Nusantara.

Tuntutan untuk berhasil ditanah rantau menjadi tolak ukur status sosial seorang pria di kampung halaman. Budaya inilah yang mendorong kerja keras masyarakat Ngarari Atar di tanah rantau untuk sukses  

Kesuksesan dan kejayaan pengusaha fotokopi Nagari Atar sudah tersohor ke seluruh Nusantara, sehingga Nagari Atar dikenal sebagai desa penghasil pengusaha fotokopi. Banyak pengusaha fotokopi yang berasal dari Nagari Atar menjadi pelopor usaha tersebut di tanah rantau.

Masyarakat Nagari Atar, baik yang ada di perantauan maupun yang di kampung halaman terus mengeksplorasi dan mengembangkan usaha fotokopi. Kebutuhan yang semakin beragam di respon dengan baik oleh masyarakat Nagari Atar. Saat ini usaha masyarakat Nagari Atar tidak hanya dalam urusan men-copy berkas tetapi juga pada bidang percetakan kertas lainnya.

Para perantau yang telah jaya, membawa kebanggaan tersendiri bagi mereka, pengabdian bagi Nagari Atar perlu dilakukan agar tidak dianggap lupa akan asalnya, perantau berkontribusi besar terhadap perkembangan serta pembangunan Nagari Atar, infrastruktur yang terus dikembangkan serta bangunan - bangunan mewah menjadi bukti nyata kesukses-an warga Nagari Atar dalam membangun perekonomian mereka.

Status sosial masyarakat desa juga ikut naik dibuatnya, masyarakat yang dulu berstatus sebagai tenaga kerja sekarang bertransformasi menjadi penyedia lapangan kerja. Masyarakat yang supportif dan juga saling berbagi membawa kemakmuran bersama di Nagari ini.

Keberhasilan masyarakat Nagari Atar ini juga didasari oleh kamampuan masyarakat yang pintar dalam melihat peluang. Manusia pada era ini menginginkan segala sesuatu dengan cepat dan tepat, begitu pula dalam hal menyalin berkas. Menulis ulang berkas dianggap tidak efisien dan boros waktu.

Disinilah hadir jasa fotokopi untuk menjawab keresahan masyarakat instan. Jasa fotokopi yang terus dicari masyarakat, membuka mata masyarakat Nagari Atar untuk menjadikan nya sebagai alat penghasil rupiah

Hal tersebut pula lah yang menjadikan alasan mengapa didirikan nya tugu fotokopi di Nagari Atar. Tugu inilah yang menjadi kebanggaan masyarakat Atar atas kesuksesan mereka dalam berdagang, dan tugu ini juga menjadi bukti perjalanan panjang masyarakat Atar dalam membangun desa.

Tugu fotokopi pertama di dunia ini menjadi identitas serta ciri khas dari Nagari Atar yang tidak akan pernah hilang. Terukir di tugu tersebut perjuangan masyarakat Nagari Atar dalam menghadapi krisis rupiah. Kesabaran serta kerja keras berbuah manis bagi masyarakat desa. Tugu ini juga memberi tahu bahwa peran fotokopi dan kertas sangat besar dalam perjalanan merubah nasib di Nagari ini

Usaha fotokopi inilah yang mengangkat harkat perekonomian masyarakan Nagari Atar dari keterpurukan, menjadi kan Nagari Atar sebagai desa yang maju di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Rahmat yang diberikan melalui usaha percetakan kertas ini menjadi tonggak utama keberhasilan masyarakat Atar melarikan diri dari kondisi perekonomian yang tidak bersahabat.

Hampir seluruh masyarakat Nagari Atar menggantungkan penghidupan mereka pada usaha fotokopi ini. Lebih dari setengah pemakaian kertas di Kabupaten Tanah Datar digunakan oleh mayarakat Nagari Atar untuk meraup rupiah.

Kebutuhan manusia modern akan kertas tidak dapat dibantah. Walaupun zaman terus berubah dan teknologi semakin berkembang, tetapi kertas tidak akan pernah ditinggalkan, Kertas selalu ada di setiap sendi kehidupan manusia. Hal inilah yang mendasari usaha fotokopi di Nagari Atar tidak pernah mati dan terus berkembang.

Masyarakat Nagari Atar juga berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Menurut data “BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN TANAH DATAR” menunjukan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tanah Datar terus meningkat sebanyak 35% dalam kurun waktu 4 tahun.

Kontribusi Nagari Atar yang besar pada Kabupaten Tanah Datar menjadikan Nagari Atar disegani akan aksi transformasi ekonomi yang dilakukan. Desa yang dulunya redup akan harapan sekarang menjadi lahan kemakmuran.

Fotokopi telah berjasa dalan kehidupan masyarakat Nagari Atar. Rasa sepenanggungan yang dirasa juga menjadi motivasi masyarakat untuk maju bersama. Nagari Atar menjadi contoh bagi kita semua bahwa rasa kekeluargaan dan kerja keras mampu untuk membalik-kan keadaan.

Artikel Terkait