Peter Parker (Tom Holland) sedang berduka setelah ditinggalkan partnernya, Tony Stark, yang tewas pada Avengers: End Game

Masih dalam suasanya duka, Parker memilih ikut melakukan kunjungan sekolah ke berbagai negara di Eropa. Namun perjumpaannya dengan Nick Fury (Samuel L. Jackson) membuat ia harus memenuhi tanggung jawab lain sebagai superhero.

Setelah sukses menggarap film sebelumnya, Spider-Man: Homecomming, di tahun 2017, Jon Watts kembali memukau publik dengan sekuel filmnya, Spider-Man: Far From Home. Masih dalam naungan yang sama, Columbia Pictures dan Marvel Studios, akhirnya film yang masuk sebagai film keenam belas Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi hadir di tengah-tengah publik.

Balutan Komedi

Berlatar dan setting setelah kejadian dalam Avengers: End Game tentu membuat film ini banyak dinanti orang. Apalagi bagi mereka yang sengaja aktif untuk mengikuti perkembangan dan lanjutan film-film MCU. 

Jon Watts masih mempercayakan Tom Holland untuk memerankan Peter Parker. Tom boleh dikatakan sukses memerankan Peter Parker yang mempunyai karakter lugu, tidak percaya diri, sering grogi, dan sedikit keras kepala.

Apalagi Tom dibantu Jacob Batalon sebagai Ned Leeds. Ned adalah sahabat karib Peter Parker, bahkan ia adalah orang yang mengetahui kalau Peter adalah seorang Spider-Man. 

Duet Tom Holland dan Jacob Batalon serasa memiliki daya magis yang mampu mengocok perut penonton. Bagaimana tidak, keduanya berhasil mencuri tawa penonton mulai dari menit-menit awal film diputar.

Masuk adegan pertama, kita langsung disuguhi pertempuran antara Nick Furry dan agen SHIELD Maria Hill (Cobie Smulders) melawan makhluk Elementals. Tetapi sehabis itu, kita langsung tertawa menonton tingkah Ned dan Peter Parker. 

Pola sekuel kedua film Spider-Man ini sangat kentara. Jika diperhatikan, adegan-adegan di Spider-Man: Far From Home memakai pola aksi-komedi-aksi-komedi, terus seperti itu sampai pada bagian klimaksnya. Bahkan di sela-sela klimaks film, komedi masih tetap ada.

Semua menit di film ini hampir tidak luput dengan nuansa komedi. Tampaknya sang sutradara betul-betul enggan mengurangi sedikit pun kadar humor di film ini. Mungkin ini sudah menjadi ciri khas film Spiderman. Kita semua tahu, dari mulai seri film Spiderman pertama hingga ketiga, ditambah dua sekuel The Amazing Spiderman hampir dipastikan selalu ada unsur komedi.

Sayangnya, kelucuan-kelucuan tingkah laku yang dibuat Peter dan Ned justru sedikit mengaburkan cerita. Apalagi humor yang dipakai Ned dan Tom di film ini sering kali hanya membenturkan realitas dan membahas hal-hal jorok dan tabu saja. 

Kendati sebenarnya tidak melebar sedikit pun dari plot yang sudah ditentukan, kita dibuat agak kesulitan mengikuti dialog antar tokoh, karena berlangsung sangat cepat. Sang sutradara jelas berhasil membuat bingung penonton, antara mau serius atau tertawa.

Mirip Film Pendahulu

MCU memang sangat ambisius dalam mengebut film-film blockbuster-nya. Sehingga kurang memedulikan kisah dari setiap film, pokoknya bagaimana menyambungkan film satu dengan film yang lainnya. 

Di Spider-Man: Far From Home sendiri kisahnya hampir mirip film pendahulunya, Captain Marvel. Padahal kedua penulis skenario film ini berbeda. Meskipun barangkali cerita yang dibuat Anna Boden, Ryan Fleck, Geneva Robertson-Dworet, dan Jac Schaeffer untuk Captain Marvel sedikit diadaptasi oleh Erik Sommers dan Chris McKenna untuk menggarap Spider-Man: Far From Home.

Kita akan menonton musuh di balik selimut dalam film Spider-Man: Far From Home, konsepnya hampir mirip dengan Carol Danvers yang dikhianati bangsanya, Krey di film Captain Marvel. Lebih-lebih antara Peter Parker dan Carol Danvers sama-sama anggota baru di masing-masing cerita. 

Peter sebagai anggota baru di kelompok Nick Furry, sedangkan Danvers menjadi pendatang baru Bangsa Krey. Praktis tidak ada kejutan lain di film ini, selain kehadiran aktor transgender, Zach Barack, dan aktris berhijab dari Inggris, Zona Rahman, yang berlakon sebagai teman Peter.

Kisah Cinta 

Serupa film-film Spiderman sebelum ini, kita akan selalu disuguhi kisah cinta Peter Parker dengan gadis incarannya, Marry Jane (MJ). Hampir tiap film Spiderman−kecuali The Amazing Spiderman−Peter Parker pasti tidak bisa berkutik ketika dihadapan MJ. 

Peter padahal punya kesempatan banyak di Spider-Man: Far From Home untuk bertemu dan mendekati MJ. Tetapi ketika ia dihadapkan dengan gadis pujaannya itu, Peter hanya menyampaikan satu hingga tiga kalimat saja.

Di samping kisahnya menghadapi musuh dalam selimut mirip film Captain Marvel, cerita cinta Peter dan MJ juga mengadopsi film-film Spiderman sebelumnya. Yang menjadi pembeda antara Marry Jane di Spiderman satu sampai tiga dengan Far From Home hanya terletak pada pemeran dan karakternya. 

Pada film Spider-Man: Far From Home, MJ diperankan oleh Zendaya, aktris cantik berdarah Amerika-Afrika yang menunjukkan bahwa pemeran Marry Jane tidak harus wanita berkulit putih.

Selain pemeran, karakter MJ juga berubah 180 derajat dari film sebelumnya. Dalam film ini, MJ digambarkan sebagai sosok perempuan yang kuat, tomboy, pemberani, dan misterius. 

Marry Jane sudah tidak lagi digambarkan sebagai perempuan lemah yang hanya bisa berlindung di belakang sosok Peter Parker atau pria lainnya. Bahkan MJ di film Spider-Man: Far From Home mampu menghadapi musuh-musuh Spiderman dengan menggunakan peralatan seadanya. Ia malah menjelma menjadi pelindung teman-temannya. Tetapi di balik sosoknya yang tangguh, Peter berhasil membuat MJ ketakutan.

Spiderman Hitam

Kehadiran Spiderman berkostum hitam juga mengingatkan kita pada film Spiderman 3. Bedanya, di Spider-Man: Far From Home, kostum hitam tersebut merupakan pemberian dari Nick Furry. Entah karena apa Furry memberikan kostum itu ke Peter dan memaksanya untuk kostum hitam itu. Peter Parker yang sudah berkostum hitam membuat orang-orang di sekitar tidak mengenali Spiderman.

Kawannya, Ned pun sama sekali tidak mengenali Peter dengan pakaian barunya itu. Ned justru memangggil Peter sebagai Monyet Malam, karena pakaiannya yang serba gelam. 

Ada sisi menarik dari pakaian hitam hadiah dari Nick Furry itu yang akhirnya tidak dipakai Peter saat menghadapi musuhnya di bagian akhir film. Kostum hitam legam yang lebih mirip pakaian untuk menyelam itu akhirnya justru bisa menjadi inspirasi Peter dalam membuat kostumnya yang terbaru.

Kendati memiliki kisah yang mirip-mirip dengan film-film sebelumnya, Spider-Man: Far From Home layak menjadi tontonan pilihan di sela-sela kesibukkan. Grafik memukai dari sang editor hingga aksi gelantungan khas Spiderman sangat mampu memanjakan mata kita. 

Belum lagi, humor yang selalu disisipkan membuat kita tidak jenuh ketika menonton film ini. Bahkan saking asyiknya, kita tidak sadar kalau filmnya sudah mau habis. Walaupun film berdurasi 2 jam lebih 9 menit, terasa sebentar ketika kita menikmati filmnya.

Riwayat Film

  • Judul Film: Spider-Man: Far From Home
  • Produser: Kevin Feige dan Amy Pascal
  • Rumah Produksi: Columbia Pictures, Marvel Studios, dan Pascal Pictures
  • Distributor: Sony Pictures Releasing
  • Sutradara: Jon Watts
  • Rilis: 2 Juli 2019
  • Pemeran: Tom Holland, Zendaya, Jacob Batalon, Samuel L, Jackson, Cobie Smulders, Zach Barack, Zona Rahman, Jon Favreau, Martin Starr, dan lainnya.