Mengikuti perkembangan politik di USA saat ini seperti menonton negara itu menuju jurang perang sipil (civil war). Polarisasi sangat lebar. Pandangan politik kubu Demokrat dan Republik selalu bertolak belakang. Semua hal dipolitisasi.

Sulit sekali menemukan pendukung Demokrat dan Republik bisa seiya sekata dalam suatu hal. Media sosial terasa sangat beracun, isinya lebih banyak hujatan, amarah, hasutan, ancaman, dan pelintiran berita. Wartawan pun lebih terasa aktivis atau politisi.

Kerusuhan yang berawal dari meninggalnya George Floyd di bulan Mei yang lalu, hingga saat ini masih berlanjut di beberapa kota. Sepertinya ada pihak yang memelihara kerusuhan supaya selalu membara. Media adalah penyiram bensin yang paling yahud.

Bila saja Yuri Bezmenov masih hidup, tentu dia tidak akan kaget melihat kondisi USA saat ini, tapi tersenyum kecut sambil berkata, “I told you!” Tahun 1993, Bezmenov yang fenomenal itu meninggal dunia karena serangan jantung yang masif.

Siapakah Yuri Bezmenov?

Nama lengkapnya adalah Yuri Alexandrovich Bezmenov, lahir di Moscow 5 Januari 1939. Dia adalah anak petinggi militer Uni soviet yang sangat dihormati. Pada masa mudanya, dia direkrut menjadi propagandis/informan KGB (Badan Intelijen Uni Soviet). Hal yang biasa terjadi di Uni Soviet.

Yuri bekerja sebagai jurnalis di RIA Novosti yang merupakan media propaganda milik KGB. 75% karyawan Novosti adalah anggota KGB. Salah satu tugas Yuri adalah untuk mencuci otak diplomat asing saat mereka mengunjungi Moscow. Juga mahasiswa-mahasiswa yang dikirim oleh negaranya untuk belajar di Moskow.

Tahun 1970, Yuri membuat keputusan besar yang sangat berisiko membunuhnya, yakni membelot dari Russia. Dibantu oleh CIA, akhirnya dia bisa menjadi warga negara Kanada dengan nama samaran Tomas David Schuman.

Yuri mengatakan pembelotan tersebut dia lakukan karena sudah sangat muak dengan sistem subversi yang dilakukan pemerintah Uni Soviet yang memicu perang sipil di banyak negara.

Tahun 1983 saat menetap di Los Angeles (1981-1986), Bezmenov diwawancarai oleh G. Edward Griffin. Wawancara ini sangat fenomenal karena dengan gablang Bezmenov mengungkapkan operasi berbahaya intelijen Uni Soviet dalam mengubah mental penduduk suatu negara yang ingin ditumbangkan.

Mantan propagandis KGB itu menegaskan bahwa revolusi akar rumput itu tidak ada, yang ada adalah gerakan subversi yang direkayasa secara teroganisir oleh kelompok profesional. Tujuannya adalah untuk mengubah persepsi setiap warga negara USA tentang kehidupan nyata sehingga mereka lebih tertarik pada sosialis yang nantinya menjadi komunis.

Instruksi KGB kepada Yuri adalah untuk tidak mengganggu 'pelacur politik' negara objek karena mereka adalah teman. Professor/akademisi dengan pemikiran nyeleneh, aktivis HAM, para pekerja film dan orang-orang yang ego-nya sangat besar dan sinis tapi punya standar moral yang rendah adalah kelompok yang paling mudah didekati dan cepat memakan propaganda KGB.

Subversi selalu gagal di negara yang masyarakatnya tertutup dan memiliki standar moral tinggi dan menghormati nilai-nilai keluarga, misalnya Jepang. KGB menghindari negara seperti itu. Sebaliknya masyarakat yang terbuka seperti USA adalah target yang disukai, karena mereka sangat responsive terhadap idealisme baru.

Isu yang selama ini beradar luas bahwa KGB melakukan spionase di mana-mana. Itu salah besar. KGB hanya 15% fokus pada kegiatan mata-mata (spionase), sedangkan 85% selalu tentang subversi.

Subversi adalah kegiatan untuk menghancurkan nilai-nilai fundamental suatu negara seperti agama, sistem pemerintahan, politik, dan ekonomi sehingga mudah ditaklukkan.

Taktik subversi yang dipakai adalah menguasai musuh tanpa peperangan. Saat anda dianggap teman bahkan penolong yang baik, maka anda dapat mengambil alih pemerintahan dengan mudah tanpa melepaskan satu kali tembakan pun.

Di India, Yuri menemukan daftar jurnalis terkenal beridiologi kiri pro-soviet tapi ditakdirkan mati. Bila tujuan subversi sudah berhasil, KGB memastikan bahwa orang-orang dalan daftar harus dieksekusi segera karena 'mereka terlalu banyak tahu'.

Menurut Bezmenov, ada empat tahap menumbangkan suatu negara dengan cara subversi, yakni demoralisasi – destabilisasi – krisis – normalisasi.

DEMORALISASI, untuk meruntuhkan moral suatu bangsa, dibutuhkan waktu 15-25 tahun. Itu adalah durasi untuk mendidik satu generasi, yaitu lamanya seseorang untuk belajar. Itu adalah periode mengeksplorasi ideologi musuh sekaligus menanamkan ideologi Marxisme dan Leninisme di kepala para siswa Amerika tanpa rintangan atau kontra penyeimbang dari nilai-nilai dasar patriotisme.

Dalam setiap masyarakat pasti selalu ada orang-orang yang anti sosial, atau menentang semua aturan negara dan hobby membuat pergerakan oposisi. Agen dari luar negeri dengan senang hati akan membiayai pergerakan tersebut sambil menjalankan subversi.

Sang propagandis selalu memakai taktik marshal art, yaitu menangkap tangan-tangan yang terkepal itu kemudian mengikuti tarian pergerakan mereka hingga pada momen si propagandis melemparkan mereka dengan keras ke dinding hingga remuk.

Si Agen hanya mengikuti irama mereka bahkan membantu dan mengarahkan pergerakan menuju arah yang ditargetkan si agen. Bila kita melihat USA saat ini, banyak sekali pergerakan yang dimotori kaum progressive kiri yang membikin perdebatan sengit antara kelompok kiri dan kanan.

Ada White Fragility, perang idiologi gender, transgender, seksualitas, resparsi budak, Black Lives Matter, Teori Kritik Ras, dan banyak lagi. Semua pergerakan ini memiliki donator yang royal mentransfer dananya dalam jumlah yang fantastik.

Menurut Yuri, hasil kegiatan subversi Uni Soviet telah membuahkan orang-orang yang lulus tahun 1960-an yang kini menduduki posisi kekuasaan di pemerintahan, dinas rahasia, dunia bisnis, media massa dan sistem pendidikan.

Ada enam area yang disasar oleh subversi, yaitu;

Agama, propagandis mempengaruhi orang-orang untuk meninggalkan agama atau menggantinya dengan agama palsu yang menganjurkan cult, sex bebas, kekerasan, dan lain-lain.

Pendidikan, Para professor/pendidik yang telah direkrut memenuhi otak anak-anak didiknya dengan isu-isu keadilan sosial, rasisme, kesenjangan ekonomi, system patriaki yang merendahkan perempuan, menganjarkan seksualitas sedini mungkin, mempertanyakan integritas negaranya terhadap perbudakan ratusan tahun lalu, dll. Dihindari mengajarkan ilmu eksak seperti matematika, fisika, kimia, dll.

Kehidupan sosial, propagandis menggantikan organisasi dan lembaga adat dengan organisasi palsu. Menghilangkan inisiatif masyarakat, merampas tanggung jawab individu diganti tanggung jawab kelompok dan menekan orang yang tidak sepaham, mendirikan lembaga pekerja sosial. Target utamanya adalah melawan pemerintahan yang sah.

Struktur kekuasaan, di mana sekelompok orang yang tidak pernah terpilih lewat pemilu atau bagian dari pemerintah tetapi memiliki kekuatan besar untuk mengatur kehidupan atau pikiran Anda. Struktur kekuasaan suatu negara perlahan-lahan terkikis oleh sekelompok orang tersebut. Misalnya, media massa, Jurnalis, pilontropis, selebriti, konglomerat, dll. Pikiranku langsung tertuju pada pemilik media seperti Jeff Bezos, Bill gates, George Soros, para penguasa Hollywood, pilantropis, Mark Zuckerberg, Jack Dorsey, dan lain-lain.

Serikat Buruh, cara kerja Marxisme dan Leninis klasik adalah hancurkan proses tawar-menawar antara pengusaha dan karyawan dengan cara mogok makan. Propagandis mempengaruhi pemikiran mereka bahwa pengusaha adalah penghisap darah buruh.

Hukum dan ketertiban, propagandis mendoktrin bahwa polisi adalah musuh. Pikiran saya langsung tertuju pada teriakan Defund the Police dari kelompok kiri Black Lives Matter yang didukung oleh politisi partai Demokrat. Dengan menghancurkan alat negara seperti Polisi tentu akan mengacaukan kestabilan dan keamanan masyarakat.

DESTABILISASI, hanya dibutuhkan 2-5 tahun. Tujuan tahap ini adalah mengubah hubungan luar negeri, ekonomi, dan sistem pertahanan negara yang langsung mengarah ke proses krisis. Yuri menyatakan bahwa penguasaan Marxis-Leninis atas sektor pertahanan dan ekonomi Amerika adalah 'fantastis.' Dia tidak pernah terpikir bahwa prosesnya akan semudah itu untuk dijalankan di USA.

Cara mendestabilisasi hubungan lembaga/institusi pemerintah musuh tidak perlu mengirim batalyon KGB untuk meledakkan jembatan atau bakar kota, tapi biarkan mereka yang melakukannya sendiri.

Ada tiga bidang penting yang dihancurkan, yaitu:

Ekonomi. Caranya adalah dengan membuat orang-orang menjadi radikal, tidak ada lagi kompromi, pendapat yang bertentangan dengan kita harus dilawan. Hubungan ekonomi secara tradisi dikacaukan, relasi antara karyawan dan pengusaha diperburuk, buruh selalu menuntut dan pengusaha dipaksa patuh. Karyawan menjadi radikal. Lockdown karena pandemik juga sangat membantu merusak ekonomi. 

Hukum dan Ketertiban (Law and Order), penegak keadilan seperti polisi dijadikan musuh masyarakat, diberi label butal sehingga rakyat membenci dan menyerang polisi. Polisi dikerdilkan. Setelah itu menghancurkan tantara dan ruang pengadilan.

Media Massa, Media massa dan jurnalis diarahkan menjadi oposisi pemerintah dan aktifis, bukan pewarta. Jurnalis mengikuti arahan pemilik media massa. Mereka dengan mudah membingkai sebuah isu sesuai dengan yang diinginkan pemesan. 90% media massa USA saat ini oposisi pemerintah. Komposisi yang cantik untuk dilemahkan.

Pada fase destabilisasi, semua hal diarahkan untuk kacau. Kekerasan meletus antara rakyat dan polisi, ras hitam vs ras putih, konservatif vs libral. Kelompok keagamaan mayoritas dihina dan dipropokasi.

Bila dilihat situasi Amerika sekarang, warga beberapa kota berdemo dan rusuh. Mereka sumbu pendek yang gampang meledak. Kota dibakar, tempat usaha dijarah, pemilik usaha kecil bangkrut, ekonomi hancur. Polisi dilumpuhkan sehingga Law and Order tak berlaku.

Bila pengacau ditangkap, mereka segera ditebus dan dilepas lagi ke jalanan. Ada donator untuk menyediakan uang tebusan. Media? Selalu membela pengacau dengan mengatakan “peaceful protester”. Narasinya : perusuh tidak pernah salah.

Biasanya propagandis KGB menjadi pemimpin dalam proses destabilisasi. Mereka sudah lama berada di tengah masyarakat dan menjadi warga negara yang dihormati. Dia biasanya memiliki yayasan yang royal memberikan donasi untuk hak asasi manusia, hak wanita, anak-anak atau grup kaum miskin. Warga Amerika pun banyak yang dengan suka rela memberikan donasi ke yayasan tersebut.

KRISIS, adalah tahap ketika masyarakat sudah tidak berfungsi lagi secara produktif dan menuju keruntuhan. Tahap ini hanya membutuhkan sekitar enam minggu. Masyarakat akan mencari pigur penyelamat, siapa pun dia yang menjanjikan keadaan damai karena mereka sudah lelah dengan segala konflik sipil.

NORMALISASI, adalah tahap terakhir, yaitu kebalikan dari radikalisasi. Pada tahap ini tidak boleh lagi ada kekerasan. Propagandis mengangkat bidaknya sendiri sebagai penguasa. Semua orang pada tahap sebelumnya aktif dipergerakan seperti pekerja sosial, pustakawan, homoseksual, professor/akademisi, yang berpaham Marxis dan leninis akan disingkirkan bahkan secara fisik. Mereka sudah tidak dibutuhkan lagi. Penguasa baru menyatakan kemenangan atas revolusi.

Lanjut Yuri, Amerika pun bisa seperti Amerika Tengah bila Anda membiarkan orang-orang sombong ini membawa negara ke dalam krisis. Mereka menjanjikan surga kepada rakyat kecil, padahal mereka membuat ekonomi tidak stabil. Mereka akan menghilangkan prinsip-prinsip persaingan pasar bebas, dan menempatkan Big Brother di Washington DC.

Pada tahun 1983 Yuri mengatakan bahwa USA sedang berada dalam keadaan perang yang tidak diumumkan, perang melawan prinsip-prinsip fundamental, di bawah konspirasi Komunis.

Banyak pengamat mengatakan bahwa Amerika sedang menuju perang sipil kedua. Tak sampai sebulan lagi USA akan mengadakan pemilihan presiden tapi kondisi negara semakin buruk. Tiba-tiba karena pandemik, aturan memilih diubah dari memilih di tempat pemilihan menjadi memilih lewat mengirimkan surat suara (ballot) via kantor pos tanpa ada verifikasi kartu identitas atas permintaan Partai Demokrat.

Sekarang sudah terlihat di beberapa tempat banyak ballot yang dibuang atau ada yang panen ballot langsung ke rumah-rumah penduduk dengan menawari uang besar supaya nama di ballot sesuai dengan yang diminta pemberi uang. Banyak kecurangan yang bisa terjadi dengan sistim vote by mail ini.

Tidak akan ada malam kemanangan seperti biasanya berdasarkan quick count karena perhitungan ballot membutuhkan perhitungan waktu yang lebih lama. Bila selisih suara tipis, siapa pun yang menang, kekacauan akan lebih besar dan lebih lebar. Saat itulah perang sipil benar-benar terjadi. Hal itu bisa dihindari kalau salah satu menang secara mutlak (landslide) baik secara electoral maupun popular.

Kaum progresif adalah kelompok yang selalu berinisiatif dalam segala hal. Kelompok konservatif biasanya mengomel melawan inisiatif tapi tak melakukan apa-apa. Bila perang sipil terjadi kelompok konservatif tentu tidak akan tinggal diam lagi.

Selama ini hanya konservatif yang memiliki senjata api, tapi sejak kerusuhan sering terjadi, kaum moderat atau libral pun ikut-ikutan membeli senjata. Saat ini jumlah senjata api yang beredar dimasyarakat melebihi jumlah rakyat itu sendiri.

Bisa dibayangkan bila perang sipil terjadi, kerusuhan seperti yang kita lihata sejak May itu akan semakin melebar arealnya dan makin besar kerusakannya.

Banyak pengamat intelijen yang melihat bahwa kaum sosialis/komunis sudah bergerak makin berani. China mengamati dengan senyum lebar dari kejauhan. Tahun depan kita akan dapat jawaban apakah USA masih akan tetap liberal dengan system ekonomi kapitalis atau seperti Venesuela.