Pengusaha
2 tahun lalu · 44 view · 3 menit baca · Politik 32751.jpg
http://www.beritabatavia.com

Ahok Sosok Humoris

Banyak kalangan menilai sikap Ahok yang tegas kepada siapa saja yang tidak bekerja secara profesional membuatnya dianggap sosok yang galak. Ternyata, di balik sikapnya yang tegas dan galak tersebut, Ahok  adalah sosok yang humoris.

Sosok Ahok yang humoris terkadang ditunjukkanya ketika pidato dan wawancara di berbagai kesempatan yang ia lakukan, baik di media televisi nasional maupun media sosial miliknya. Cara komunikasi melalui joke-joke-nya tersebut mendapat pujian dari berbagai kelangan. Karena dianggap mampu mengikat dari sisi emosional warga, dan warga pun merasa lebih dekat dengan sosok pemimpinnya tersebut.

Salah satu kalangan yang menilai Ahok sosok yang humoris adalah artis Cathy Sharon, yang termasuk warga Jakarta yang pernah bertemu secara langsung. Awalnya, ia menganggap Ahok adalah sosok yang tegas  dan galak, karena ia sering melihatnya di televisi.

Namun, ketika bertemu secara langsung, kesan Ahok yang tegas dan galak tidak ia temukan. Malahan, ia menganggap, Ahok adalah sosok yang jenaka dan gayanya tersebut mampu mendekatkan dan mencairkan suasana, serta menghibur warga yang hadir ketika itu di Rumah Lembang.

Humor-Humor Ahok

Baru-baru ini, Ahok mengeluarkan jurus candaan baru untuk menghibur warganya mengenai kondisi politik yang sedang panas dibicarakan, baik di warung kopi maupun televisi nasional. Melalui acara “Ahok Show”, Ahok yang didaulat menjadi host dan Sarah Sechan menjadi co-host, membuat kita yang menonton termasuk Sarah Sehan sendiri tertawa terbahak-bahak.

Bagaimana tidak, Ahok berkelakar mengenai isu agama yang terus menyerang dirinya pada Pilkada Jakarta saat ini. Menurutnya, sejak kecil saya diajarin oleh guru-gurunya, bahwa surga itu berada di telapak kaki ibu. Sekarang, ketika ia mengikuti pilkada, surga itu sudah berubah tempatnya. Surga sekarang ditentukan berdasarkan nomor calon mana yang dicoblos.

Sontak membuat Sarah Sechan dan semua warga yang hadir termasuk pemain musik dalam acara tersebut tertawa terbahak-bahak. Bukan hanya lucu, joke Ahok tersebut juga menyindir dan mengingatkan kita, bahwa agama jangan digunakan sebagai alat politik untuk mencapai kemenangan dan tujuan politik tercapai.

Politisasi agama hanya menjadikan masyarakat Jakarta terpecah-belah. Hanya karena perbedaan politik, hubungan kekerabatan dan kekeluargaan serta keharmonisan masyarakat menjadi terganggu dan membuat warga tidak nyaman.

Selain joke-nya tentang isu politik, Ahok juga pernah diundang oleh Metro TV pada acara “Stand UP Commedy”. Ahok datang bukan kapasitasnya sebagai Gubernur Jakarta ketika itu, melainkan sebagai peserta komika (orang yang melakukan stand up comedy)

Dalam penampilannya, Ahok terkesan tidak canggung dan sikapnya yang biasa saja. Padahal, dunia komedi apalagi ditampilkan di TV Nasional adalah hal baru bagi Ahok ketika itu. Namun, Ahok melaluinya dengan berhasil dan banyak menghibur orang.

Salah satu lawakannya yang membuat gemuruh penonton studio adalah masalah kartu. Menurut Ahok, Pemda DKI Jakarta sudah banyak menyediakan fasilitas untuk warganya, termasuk kartu. Kalau tidak bisa bersekolah, maka gunakanlah Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sedangkan, kalau warga Jakarta ada yang sakit dan tidak mampu membayarnya, maka gunakanlah Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Namun, pertanyaan Ahok adalah bagaimana jika ada warganya susah dapat jodoh. Ahok menjawab, bahwasanya Pemda DKI Jakarta juga menyediakan kartu untuk warganya yang susah dapat jodoh. Pertama, Ahok menyediakan kartu KSS yang singkatannya “Kamu Salah Sendiri”. Kedua, Kartu KDL yang disingkat “Kasian Deh Lu”. Kemudian, diikuti gelak tawa penonton yang hadir di studio.

Di samping selera humornya yang tinggi, Ahok tidak melulu menyampaikannya dengan kata-kata atau joke saja. Sesekali Ahok mengeluarkan jurus humornya dengan menaggapi tantangan anak muda, seperti menjawab tantangan Flip The Bottle.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, jiwa muda Ahok tetap terlihat dalam melakukan tantangan tersebut. Tantangan dengan melempar botol berisi air hingga berdiri tegak membuat Ahok harus berusaha keras. Karena tidak mudah melakukan hal tersebut.

Bahkan, Ahok berlomba dengan Augie siapa yang berhasil melakukannya pertama kali. Berkali-kali Ahok dan Augie lakukan dan selalu gagal. Setelah melakukan berkali-kali, Augie berhasil melakukan dan Ahok belum mampu juga membuat botol tersebut berdiri tegak. Hingga akhirnya botol tersebut berdiri tegak dan ekspresi Ahok yang begitu sangat gembira hingga membuat para penonton ikut tertawa senang dan bahagia.

Cara Ahok dalam melakukan pendekatannya dengan warga Jakarta melalui selera humornya patut kita apresiasi. Selain mampu membuat warga merasa kenal dan dekat dengan gubernurnya,  warga juga dihibur dan sedikit menghilangkan stress oleh hiruk pikuk Jakarta. Karena yang melakukan humor itu adalah seorang gubernur, hal ini menjadi nilai tambah untuk humor yang diberikan atau ditampilkan.

Di sisi lain, humor-humor yang diberikan Ahok menghilangkan anggapan orang bahwasanya Ahok adalah sosok yang galak dan serius. Dengan demikian, Ahok berhasil menampilkan wajah humor dan membuat tidak ada lagi perasaan takut jika bertemu dengannya di manapun dan kapanpun.

Jadi, sudah seharusnya pemimpin mampu menempatkan posisinya di mana pun berada. Kapan ketika bersikap tegas dan bersikap humor. Ahok sebagai pemimpin terbukti mampu dalam menempatkan segala sesuatunya. Ahok tegas untuk mereka yang tidak bekerja dengan baik dalam melayani warga Jakarta dan Ahok juga mampu menempatkan humornya tanpa menghilangkan wibawanya sebagai gubernur.