Peneliti
3 bulan lalu · 217 view · 4 menit baca · Wisata 40481_13368.jpg
Koleksi Pribadi

Agrowisata Kampung Bawang Merah Desa Risa-Bima yang Sedang Bersolek

Peluang ekonomi yang bisa dipetik dari keberadaan desa wisata ikut mendorong warga berikhtiar menggali potensi wisata desa masing-masing. Di Kabupaten Bima, Desa Risa adalah salah satu desa yang tengah bersolek jadi desa wisata berbasis pertanian (bawang merah). Tanaman bawang merah memang menjadi produk unggulan di desa yang terletak di Kecamatan Woha ini. Begitu pula, pengusaha bawang merah terus menumbuh.

Potensi Desa Risa sebagai agrowisata sangat besar, sehingga mendapat dukungan dari pemerintah untuk membangun fasilitas yang dibutuhkan, guna memberi kenyamanan bagi pengunjung. Dengan begitu, wisatawan Bima maupun pendatang dari luar Bima nanti, tidak hanya mengunjungi wisata budaya, wisata kuliner, wisata religio-kultural, wisata bahari, wisata sejarah-arkeologi, tapi juga wisata agro.

Karena itu, segenap unsur pemerintah lokal di Bima beserta dorongan dari pemerintah pusat, memberikan atensi khusus, agar kawasan agrowisata kampung bawang Risa terus memperindah diri, agar menarik wisatawan Bima, NTB, maupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Desa Risa yang mengandung seribu satu pesona alam, kini terus memacu dan memoles diri, menyulam kebersamaan, merajut masa depan agrowisata. Pengembangan agrowisata kampung bawang Desa Risa terinspirasi dari “mutiara tersembunyi” berupa persawahan yang luas nan eksotis, berpadu dengan keberadaan air terjun Kalate-Mbaju.

Pesona air terjun Kalate yang menjulang tinggi sekitar 10 meter, disertai pepohonan yang rindang, kejernihan airnya yang mengalir bertingkat-tingkat berupa bongkahan bebatuan besar, tentu mencegat mata siapa pun. Ditambah pula dengan pemandangan alam pegunungan yang menakjubkan menjadi magnet tersendiri.

Pada saat libur akhir tahun beberapa hari yang lalu, ratusan wisatawan berdatangan, tidak hanya dari kabupaten Bima, tapi juga Kota Bima, dan Kabupaten Dompu. Dari dulu hingga sekarang, memang air terjun kalate menjadi destinasi wisata orang Bima dan sekitarnya. Apalagi saat ini, proyeksi agrowisata Risa sedang dikembangkan, tentu saja desa penghasil bawang merah yang tersohor ini, bakal semakin ramai.

Objek wisata agro ini dibangun mulai tahun lalu. Sampai sekarang masih dalam tahap pembangunan. Meski minim sumberdaya, namun tidak mengurangi antusiasme warga masyarakat Risa untuk bahu-membahu, memaksimalkan daya kreatifitas guna mewujudkan desa wisata yang berkemajuan. Syukurlah akhirnya pemerintah mendukung.

Kalau nanti agrowisata kampung bawang Desa Risa dilaunching, maka kita akan menikmati sebuah pemandangan sawah disertai semilir angin dan burung-burung berkicau, sebagai pilihan untuk berlibur. Para pengunjung agrowisata Risa akan merasakan daya tarik kampung bawang merah, pepohonan asri, aktivitas agrobisnis, dan kerajinan tangan. Asyiknya, para pelancong juga bisa menyaksikan aktivitas pandai besi di dusun Kumbe-Risa, tak jauh dari air terjun Kalate-Mbaju.

Warga di Dusun Kumbe – Desa Risa, adalah pusatnya ahli pandai besi. Anda akan terpesona dengan kelincahan warga Kumbe membuat parang, pisau, golok, tombak, keris dan perkakas besi lainnya. Dari bengkel sederhana di halaman rumahnya, mereka menempa besi, tak hanya para tetua dan dewasa yang pandai besi, tapi juga anak-anak remaja, yang membuat kita berdecak kagum. Inilah dusun yang sedari lama bermata pencaharian dari keahlian pandai besi, selain bertani, berkebun dan beternak.

Agrowisata kampung bawang Desa Risa berlokasi di kecamatan Woha bagian barat, berdekatan dengan Kantor Bupati Bima di Desa Godo. Agrowisata ini sangat cocok bagi siapa pun yang bosan dengan kepungan polusi maupun kebisingan kota. Posisi agrowisata Risa cukup strategis dengan akses jalan maupun transportasi yang lancar. Untuk menambah kemudahan pengunjung, kini infrastruktur penopang terus dibenahi.

Beberapa fasilitas seperti pintu gerbang, gazebo, rumah indusri rakyat, toilet, selfie point, warung makan, homestay, bahan dan alat pembuatan kuliner, sedang dibangun, bahkan sebagian besar sudah selesai. Pengunjung dapat mengitari kampung bawang sambil menikmati panorama alam yang indah dan hembusan angin yang segar. Agrowisata kampung bawang Risa juga dapat dijadikan eduwisata untuk belajar bagaimana melakukan kegiatan budidaya pertanian.

Kami optimis – sebagaimana optimisme kami bahwa Indonesia tidak akan punah, bahwa Risa akan siap dibidik sebagai destinasi wisata terkemuka di Bima. Hal ini berkat air terjun Kalate-Mbaju yang dimiliki desa ini hingga mengembang menjadi wisata agro. Selanjutnya, mari kita mengembangkan objek wisata lainnya.

Ada anggapan bahwa untuk memajukan bangsa ini, dimulai dari desa. Antara lain menurut saya, yakni melalui pariwisata. Pariwisata adalah salah satu sektor yang potensial untuk menggairahkan pertumbuhan ekonomi desa. Cakupan desa wisata pun bermakna luas, berkorelasi positif dengan bidang-bidang terkait.

Pariwisata tidak hanya membuka lapangan kerja, menjemput peluang bisnis-ekonomi, tapi juga sebagai jalan menciptakan cita rasa perdamaian di antara desa-desa sekitar kawasan ini. Potret buram pertikaian antar kampung akibat dari kekosongan ruang yang produktif, diantaranya dapat dijawab melalui pemberdayaan desa wisata. Bahkan, kami sedang mempersiapkan rencana kenduri perdamaian yang dirangkai dengan festival Kalate.

Artinya, agrowisata kampung bawang merah Desa Risa tidak sekadar wisata-an sich, tapi juga bagaimana mentransformasikan nilai-nilai perdamaian, membawa implikasi ekonomi serta menjaga keseimbangan ekologis. Plus menciptakan iklim intelektual khas desa melalui penguatan literasi. Hal ini pula yang saya diskusikan dengan para pemuda-pemudi desa, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kalate Waterfall Desa Risa, bahwa perpustakaan desa yang berorientasi “kampung smart” adalah harapan yang mesti dinyalakan terus-menerus demi masa depan generasi yang tercerahkan.

Karena itu, Risa terus mempersolek diri, menyempurna, menjadi desa wisata yang sudah, sedang dan akan selalu dikunjungi. Mudah-mudahan berdampak konstruktif bagi kemajuan Bima-NTB.