3 tahun lalu · 4347 view · 4 menit baca · Budaya 2342435961_2cd578fe00_n.jpg

Agnez Monica dan Kedunguan Tiada Akhir

Saya pernah kaget setengah mati sewaktu berkunjung di sebuah gereja koptik tertua di Mesir dan se-Afrika, yang membuat saya tersentak adalah tulisan di salah satu dinding gereja itu memuat lafadz Allah besar-besar dalam bahasa arab, sama persis seperti yang di masjid-masjid gitu.

Ya, mungkin kagetnya saya waktu itu seperti Antum-Antum pas ngeliat Agnes Monica show dengan rok bertuliskan Bahasa Arab. Mungkin.

"Ini Kristen kok pakai nama Tuhanku, wah ga kreatif nih." batinku. Bukan hanya tulisan Allah besar-besar, kaligrafi yang berisi doapun sama dengan Islam punya, berawalan dengan 'Allahumma' (lihat foto).

Akhirnya berbekal rasa penasaran itu, petugas gereja yang bergegas mau pulang langsung kucegat dengan pertanyaan memakai bahasa Inggris belepotan saya, untungnya dia paham. "Mister, can you explain me, is this place used to be mosque before, why there is writing Allah there?" Aku berharap mendapat jawaban yang memuaskan dari petugas ini, dan ya, i got.

Dia menjelaskan dengan detail tanpa menggurui atau mendakwahi layaknya banyak umat beragama yang fanatik, diluar ekspektasiku. "Gini dik, kamu tau, agama Islam masuk kesini (Mesir) abad berapa?" tanyanya. Aku langsung menyerka, "Maksudku apa pernah ini dulunya Masjid dan kemudian karena invasi Kristen koptik kemudian diubah menjadi gereja?"

Dia melanjutkan, "Islam datang kesini abad ke-6, sedangkan koptik sudah ada di Mesir sejak abad ke-3 Masehi, jadi menurut Anda gereja ini belong to Muslim or Coptic?" "Dan, tulisan Allah disana? Memangnya Muslim dan Kristen koptik menyembah Tuhan 'Allah' yang sama?" aku memancing penjelasannya dengan lugu.

Sembari mengemasi barangnya bersiap pulang, dia menjawab dengan aksen bahasa Inggris yang cukup bagus, (biasanya aksen Englishnya orang Mesir itu lucu dan identik satu sama lain, fyi), "Gini dik, misalkan kalau tulisan Allah itu kita ganti dengan kata 'Love', gimana menurutmu? Sah tidak? Simpelnya 'Allah' adalah istilah untuk kita menyebutNya, dan jaman dahulu memang penyebutan Tuhan adalah dengan Allah, kalau di Inggris dengan God, Yahweh jika di Israel."

Aku akhirnya manggut-manggut bilang "Terima kasih", setidaknya pertanyaanku sudah terjawab, bahwa Gereja ini dulunya bukan Masjid, dan Tuhannya Kristen Koptik namanya juga 'Allah'. "Bisa saja mungkin, Kristen Koptik Ortodox ini kan sekte Kristen yang paling tua dan masih dekat dengan Islam, dulu istri nabi bernama Maria Qibtiyah juga berasal dari Koptik ini," batinku waktu itu.

Seperti yang Antum ketahui, sekarang sedang happening di Berita dan Sosmed, Agnes Monica show memakai rok trawang yang ada tulisan Bahasa Arabnya, pertanyaannya, apakah itu problem? Sebentar, kita telaah dulu, tulisan itu jika dibaca 'Almuttahidah' artinya Unity atau persatuan.

Kan pesannya bagus toh... Lah, Antum-Antum ini malah sudah mau angkat bensin, teriak bakar-bakar, Tulisannya juga tidak bermaksut provokatif, atau mengundang isu SARA, nah, ini tulisannya 'Unity', ajakan untuk bersatu, yang kebetulan memakai bahasa Arab.

Melihat kubu Muslim yang berantem terus gara-gara rebutan Dolar, saya pikir umat Muslim justru harus seneng, dimana bahasa yang Antum cintai itu dipromosikan secara luas, syukur-syukur bisa menekan penyebaran Anti-Arab atau Anti-Islam, dan produk keduanya. Kalau ditilik dari definisinya, Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, maknanya tergantung si orangnya mau dipakai untuk baik atau buruk.

Btw, di Mesir sini kalau pisuh-pisuhan, atau mau ngerasani orang juga pakai Bahasa Arab, loh. Kan ga mungkin misuh Jawa Timuran?! Fyi, orang Mesir itu tipe orang yang berantemnya adu mulut, semisal di jalan, kemudian tabrakan, mereka akan berantem dengan nyolot-nyolotan adu mulut sampai selesai.

Beda dengan Indonesia yang nyolot dikit langsung sariawan bibirnya gara-gara dapat bogem goreng. Juga, orang Mesir kalau berantem bawa-bawa semua nama hewan, organ tubuh, sampai anggota keluarga, ya pakai bahasa Arab tentunya. Kalau pakai Jawa Kromo Inggil tentunya yang dipisuhi ga akan paham.

Belum pernah tuh, ada yang marah-marah, "Woi, kalau misuh, mengumpat, ngatain orang jangan pakai Bahasa Arab dong, itu Bahasa Surga....." '%#^*%€£#* Gini lo, Akhi wa Ukhti... Islam, Arab, dan produk dari keduanya, Antum tau sekarang sedang jadi sorotan dunia, dicari-cari kesalahan dan kegoblokannya, 'Haters gonna be Hate', persentase Islamophobia melonjak drastis semenjak terorisme berkedok Islam dimana-dimana.

Belum lagi isu sektarian Syiah dan Sunni yang sengaja dimunculkan. Seharusnya umat Muslim harus mulai membuka diri, tidak eksklusif, membuka dialog, menunjukkan wajah Islam yang lebih menggembirakan dan bersahabat. Iya ya, surga itu milik sampeyan.

Di daerah minoritas Muslim, seperti Amerika atau Eropa, pengucilan dan diskriminasi secara sosial semakin berat dirasakan. Bahkan, di Amerika ada seorang pasangan suami istri Muslim membagi-bagikan makanan di taman kota, dan mengajak orang yang lewat untuk bertanya, "Ask A Muslim" tulisan di banner dekat stand jajanannya, dan Anda boleh tengok beberapa video bervarian sama di Youtube, betapa teraniayanya mereka secara sosial, hingga salah satu ada yang bertanya, "Apakah salah saya terlahir sebagai Muslim?"

Miris, kalau sedikit-sedikit karakter Islam dan Muslim dicitrakan sebagai tukang marah-marah, media barat menyebutnya sebagai golongan tukang marah, dungu dan bodoh.

Jika hal seperti ini terus berlanjut, tentu akan memupuk ketakutan dan phobia terhadap Islam itu sendiri, Yang rugi siapa? Yang Jelas bukan Agnez Monica atau Setya Novanto. Akhirnya, kalau sudah dicitrakan seperti itu, Antum-Antum yang ijazahnya dari Universitas Islam itu kalau ga laku dipakai melamar kerja, gimana?