Agen rahasia merupakan predikat elite yang tak sembarang orang bisa mendapatkan. Seorang agen rahasia tentu merupakan seorang yang sangat terlatih, baik fisik, mental, dan intelektual. 

Dalam dunia militer, tentu saja agen rahasia merupakan impian tiap prajurit meski dalam seleksinya akan sangat berat. Kita mengenal beberapa instansi agen rahasia, misalnya Mossad dari Israel, MI6 dari Inggris, CIA dari Amerika Serikat.

Agen rahasia yang akan dibahas ini bukan seperti agen rahasia biasanya, karena tiap aksinya bisa ditonton oleh banyak orang. Siapakah dia? Dialah James Bond, seorang agen rahasia yang populer di industri perfilman. 

James Bond merupakan agen rahasia terkenal dari Inggris. Bond disebut sebagai anggota MI6, dinas rahasia Inggris. Tokoh James Bond merupakan ciptaan dari seorang penulis bernama Ian Fleming. Film-film James Bond pun sudah difilmkan beberapa kali dengan berganti-ganti pemain. 

Tokoh James Bond sekarang diperankan oleh Daniel Craig aktor ternama Iggris. Agen rahasia dengan kode 007 ini telah menjelma menjadi idola bagi banyak orang dengan aksi-aksi hebatnya dalam menjalankan tugasnya sebagai agen rahasia.

Seperti penulis katakan tadi bahwa James Bond selalu dikelilingi barang-barang branded yang merupakan salah satu ciri bahwa film juga merupakan sarana iklan yang digunakan oleh kapitalis. Misalnya saja seperti brand Aston Martin yang sudah menemani film James Bond kurang lebih 50 tahun. Suatu ketika sang pemeran James Bond, Daniel Craig pernah mengatakan kalau tidak ada iklan (terselubung), kami tak mampu memproduksi film Bond.” [1]. 

Juga ada merek bir terkenal, yaitu Heineken, yang rela merogoh kocek US$45 juta demi menjadi minuman favorit James Bond di film Spectre. Apakah Heineken rugi? Menurut penulis, mereka tidak akan rugi oleh karena dengan hadir dalam film James Bond mereka juga mendapatkan citra James Bond.

Penulis menemukan juga di beberapa sumber bahwa penggambaran karakter James Bond identik dengan produk atau merek berkualitas tinggi. "Itu semua berawal dari deskripsi dan pencitraan novel-novel Bond yang ditulis oleh Ian Fleming," ujar Chris Sice, Direktur Blended Republic, perusahaan konsultan yang mengkhususkan diri pada integrasi produk ke film. 

Bond digambarkan menganut falsafah "kita hanya hidup sekali dan bahkan mungkin akan mati esok hari". [2] Mengapa kita tak menikmati semua yang terbaik ketika kita masih hidup? Kredo yang dipegang James Bond ini kiranya sungguh merasuk dalam karakternya yang punya selera tinggi dalam konsumsi.

Ada sebuah riset berjudul “Effect of Manipulated Prestige-Car Ownership on Both Sex Attractiveness Ratings” yang dikerjakan Michael J. Dunne dan Robert Searle dari Centre for Psychology University of Wales Institute terbitan British Journal of Psychology (2010), mengemukakan dampak psikologis yang ditimbulkan mobil mewah bagi penggunanya.[3] 

Hasilnya adalah mayoritas wanita memilih foto lelaki yang mengendarai mobil mewah daripada mobil biasa. Para wanita lebih melihat status sosial dan kemapanan pria. Melalui riset ini, banyak orang akhirnya terstruktur bahwa memiliki supercar Aston Martin seperti James Bond, mereka bisa merasa seperti James Bond.

Melalui riset ini, bagi kalian para pria yang masih malu-malu mendekati wanita bisa memilih Aston Martin sebagai tunggangan. Wanita dijamin akan klepek-klepek karena yang mempunyai Aston Martin hanyalah orang berduit saja. Selain itu, citra gentlemen’s car bisa menjadi milik Anda. 

Produk yang menjadi pengiklan dan film James Bond pun tidak sekadar mengiklan saja. Karena pada akhirnya akan memiliki hubungan mutualisme. Misalnya, ketika sebuah produk atau merek menjadi mitra resmi film James Bond, produk ini juga berhak untuk meluncurkan edisi khusus, seperti jam tangan atau botol minuman 007.[4] 

Film, di satu sisi, memang digunakan sebagai media hiburan bagi orang-orang. Kita bisa melihat bioskop-bioskop begitu menjamur sampai ke daerah-daerah. Namun film juga dapat menjadi sarana iklan, kampanye, pendisiplinan norma, dll.[5] 

Seperti dalam film-film James Bond yang juga menjadi sarana iklan berbagai merek. Kedua pihak memang diuntungkan akan hal ini, namun di sisi konsumen sepertinya akan menjadi pertanyaan. Konsumen film bisa jadi akan jatuh pula pada perilaku konsumtif jikalau tidak mempunyai sikap kritis. 

Ini hanyalah film yang digunakan untuk menghibur pada awalnya, namun kini menjadi ajang bisnis dengan menggandeng film populer seperti James Bond.

James Bond, Agen 007, bukan hanya menjadi seorang agen rahasia yang digunakan untuk menghabisi musuh atau memata-matai negara lain. Dalam tugas-tugasnya, ia selalu berhasil dan sukses. 

Berbekal peralatan spionase canggih dan mobil yang support dengan misinya, Bond merupakan agen yang sukses dalam menjalankan misinya. Namun, di zaman ini, James Bond sang agen 007 juga sukses menjadi brand ambassador bagi beberapa merk terkenal yang turut hadir dalam film-filmnya. Ia adalah sang agen rahasia dan agen iklan yang paling sukses di dunia. Mission success.

Sumber

  1. BBC, Iklan terselubung di film James Bond, terlalu berlebihan?
  2. Ngonoo, Ini Lho Alasan Kenapa Banyak Produk yang Tertarik Ngiklan di Film James Bond
  3. Tirto, Tuah Mobil Mewah: Angkat Gengsi Para Pria dan Stereotip Tak Setia
  4. Simon Untara, Bahan ajar kajian budaya & Media : Cultural Studies dan Film Pop, UKWMS, 2018.