1 tahun lalu · 435 view · 4 menit baca · Gaya Hidup 65653_65596.jpg
Ilustrasi: pinterest.com

Agar Hati Tak Tersayat Ketika Ditikung

Tragedi tikung-menikung dalam hubungan asmara merupakan salah satu malapetaka paling menyakitkan dalam lanskap kehidupan anak muda jaman now. Biasanya, kemunculan tragedi bernanah yang menyayat rohani dan jasmani ini didorong oleh faktor yang beragam.

Bisa jadi karena salah satu pasangan memilih untuk selingkuh; bisa jadi karena cinta keduanya tersekat oleh jarak yang jauh. Kadang disebabkan juga oleh komunikasi yang salah, ada juga yang disebabkan karena orang tua yang tak merestui hubungan, dan faktor-faktor lain yang saya kira cukup banyak.

Namun, apa pun faktornya, kepada hamba-hamba Allah yang belum pernah merasa ditikung, saya ingin katakan dengan sejujur-jujurnya bahwa ditikung itu rasanya sakit. Jauh lebih sakit ketimbang ditiban tiang listrik yang berjejer di pinggiran jalan.

Kata sakit itu sendiri, bagi saya, tidak bisa menerjemahkan kondisi kejiwaan orang-orang yang tertikung. Jika ada kata yang maknanya lebih pedih dari kata sakit, maka kata itulah yang layak untuk digunakan.

Hati yang tertikung itu bagaikan kepala sapi yang digorok secara sadis. Derasnya aliran darah yang terkucur dari penggalan kepala sapi, sungguh tak ada artinya sama sekali dengan tumpahan air mata yang terkucur dari orang-orang yang tertikung dan terkhianati.

Karena itu, jika Anda meminta saya untuk menggambarkan bagaimana sakitnya ditikung, percayalah bahwa saya tak akan pernah mampu menggambarkan rasa sakit itu sebagaimana adanya.

Saya pernah merasakan dua kali sakitnya ditikung. Periode penikungannya kebetulan hanya selang beberapa tahun. Dua-duanya saya alami ketika menjadi mahasiswa. Penikungan paling menyakitkan terjadi pada periode pertama. Sementara penikungan kedua, saya rasa biasa-biasa saja.

Meski semua anak muda di antero jagad raya ini tahu perihnya ditikung, tak banyak di antara mereka yang terpikir bahwa penikungan yang menimpa mereka itu sejujurnya bisa dijadikan titik balik dalam mengubah kehidupan. Tanpa kita sadari, bi balik sayatan tajam yang menyakitkan itu, tersimpan hikmah berharga yang bisa kita jadikan pelajaran.

Saya bisa berkesimpulan seperti itu karena saya termasuk salah satu korban penikungan. Meskipun hanya dua kali, tapi saya sudah bisa merasakan bagaimana sakitnya "dikhianati".

Melalui tulisan ini, saya hanya ingin berbagi tips mengenai bagaimana caranya agar kita mampu mengurangi rasa sakit hati setelah ditikung.

Saya katakan mengurangi karena menghilangkan rasa sakit itu rasanya mustahil alias ilusi belaka. Tapi percayalah, jika Anda menempuh cara ini, perlahan tapi pasti, hati Anda yang sudah tersayat dan itu akan pulih seperti sedia kala.

Pertama, jika Anda merasakan kesedihan yang mendalam ketika ditikung, saya sarankan kepada Anda untuk tidak menahan rasa sedih itu apalagi sampai membuat Anda putus asa. Anda harus menikmati rasa sedih itu. Jika perlu mengucurkan air mata, kucurkanlah sebanyak-banyaknya.

Tapi ingat, jika Anda termasuk orang-orang yang beriman, sebaiknya air mata dan kesedihan itu Anda tumpahkan dalam ritual peribadatan yang menghubungkan Anda dengan Tuhan. Anda akan merasakan 'sensasi' spritual yang berbeda sama sekali.  

Percayalah bahwa rasa sakit yang Anda derita sebetulnya adalah isyarat dari Tuhan yang merindukan suara Anda. Bacalah untaian firman Tuhan sebanyak-banyaknya. Sujudlah dalam salat dengan limpahan air mata. Katakan kepada Tuhan bahwa Anda merindukan dekapan hangat-Nya.

Bisa jadi seumur hidup Anda tidak pernah mengingat Tuhan sambil meneteskan air mata. Tapi ketika ditikung, kekhusyuan dan keintiman yang sebelumnya belum pernah Anda alami itu bisa Anda rasa.

Manfaatkanlah tragedi penikungan itu sebagai momen untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Jika Anda sudah mulai dekat, perlahan tapi pasti, penderitaan itu akan berubah menjadi ketenangan.

Kesedihan akan berubah menjadi kesyahduan. Kesepian akan berubah menjadi ketenteraman. Dan pada akhirnya, cepat atau lambat, Anda akan mampu melupakan pasangan yang sudah melambaikan tangan.

Kedua, jika Anda ditikung karena pasangan yang memilih selingkuh ke lain muka, mestinya Anda sadar bahwa yang hilang dari pelukan Anda itu adalah orang yang kelak akan menyengsarakan Anda. Orang baik yang menjanjikan kebahagiaan mana mungkin selingkuh dan berpaling tanpa alasan?

Karena yang meninggalkan Anda itu bukan orang baik-baik, maka untuk apa Anda meratapi kepergian orang yang tidak baik? Bukankah di luar sana Anda masih bisa mencari orang baik bahkan yang lebih baik dari yang sebelumnya Anda anggap baik?

Kesadaran seperti ini perlu dipahat dalam-dalam. Bahwa yang pergi dari tangan kita itu bisa jadi kelak yang akan menyengsarakan kita. Kita tidak pernah tahu kesengsaraan seperti apa yang akan menimpa kita jika orang yang kita cinta menjadi pasangan hidup kita.

Sekian banyak orang yang sejak pacaran hidup mesra-ceria, tapi ketika membangun rumah tangga, mereka sering bertengkar dan akhirnya hubungan mereka kandas tak tersisa.

Kisah-kisah semacam itu adalah pelajaran bahwa apa yang kita anggap akan membahagiakan kita, boleh jadi itulah yang akan menyengsarakan kita karena Tuhan Maha Mengetahui segalanya.

Ketiga, sibukkanlah diri Anda dengan hal-hal yang bermanfaat. Kesedihan itu sering muncul dalam kesendirian. Semakin sering Anda mengisolasi diri Anda, semakin tajamlah tusukan kesedihan itu menghujam ke dalam dada Anda.

Menyendiri akan membuat pikiran kita kosong. Dan kekosongan itulah yang menjadi sarang rasa galau. Karena itu, jika Anda berharap rasa galau itu hilang, maka palingkanlah perhatian Anda kepada hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Perlahan tapi pasti, kesedihan itu akan berkurang, meskipun tidak ujug-ujug hilang.

Hidup Anda terlalu mahal untuk digadaikan kepada seseorang yang telah mengecewakan Anda. Percayalah, populasi umat manusia di dunia ini semakin hari semakin bertambah. Anda tidak perlu takut kehabisan stok cewek cantik ataupun cowok yang ganteng.

Setelah dikecewakan, Anda bisa dibahagiakan. Setelah ditinggal, Anda tidak akan selamanya menyesal. Dan setelah dikhianati, tentunya Anda bisa mendapatkan yang lebih baik lagi.

Keempat, jika orang yang Anda cintai itu sudah benar-benar berpaling muka dari kehidupan Anda, saya sarankan kepada Anda untuk tidak mengingat-ngingat kelebihan dan sisi baik yang dimiliki oleh pasangan Anda.

Berhentilah menyimak nyanyian-nyanyian melankolis yang dapat membuat hati Anda semakin teriris. Membuka lembaran manis itu hanya akan membuat hati Anda tercincang patah berlumuran nanah.

Ingatlah kekurangan dan sisi jelek yang dimilikinya. Jika Anda mengingat sisi kekurangannya, perlahan Anda akan sadar bahwa yang meninggalkan Anda itu bukan cewek dan cowok yang sempurna. Dia hanya manusia biasa. Sama seperti manusia-manusia lainnya.

Secantik apa pun wanita yang meninggalkan Anda, percayalah bahwa di luar sana ada wanita yang lebih cantik dan berperangai mulia. Setampan apa pun cowok yang mengecewakan Anda, yakinlah bahwa di luar sana masih banyak cowok yang lebih tampan dan jauh lebih berwibawa.