Di zaman kuno silam orang-orang belum mengenal kertas, media untuk menulis tersebut diambil langsung dari alam. Contohnya  batu, kulit rotan, pelepah kurma dan potongan bambu. Dengan media seadanya itulah manusia di zaman itu bisa saling bertukar informasi.

Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju,  maka sejak abad ke 7 para manusia  hebat melakukan sebuah  inovasi dengan  mengolah  kulit kayu menggunakan mesin sehingga bisa menyulapnya menjadi sebuah kertas yang mlti manfaat dan  dipakai hingga sekarang. 

Kertas berperan paling urgen di seluruh lini kehidupan manusia, mulai untuk keperluan menulis, menggambar, berhitung, wadah informasi lewat membaca, dan media kebersihan lewat pemakaian tisu.

Kertas memang sebuah benda yang tidak asing lagi bagi kita, betapa tidak, dimulai sejak pendidikan di jenjang Taman Kanak- kanak,  Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi tak pernah luput dari adanya peran kertas sebagai media literasi dan seni. 

Bukan hanya di dunia pendidikan di sekolah, tempat atau lembaga lain seperti kantor, masjid, hingga rumah pasti kita akan menemukan kertas. Entah itu untuk keperluan seni melipat kertas untuk anak, pembungkus makanan, kebersihan tempat umum dengan tisunya, wadah untuk mem-print sebuah tugas, mendekorasi sebuah ruangan untuk acara dan lainnya.

Kertas adalah kunci  pembuka jendela dunia, bisa kita bayangkan jika dunia tanpa kertas, tentu kita akan kembali ke masa kuno sehingga akan sangat kesulitan dalam hal yang berkaitan dengan literasi.

Namun dibalik fungsinya yang luar biasa, di satu sisi kertas membawa dampak negatif akibat sampah yang ditimbulkannya, salah satu masalah yang sering dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah kebersihan. Akibat yang ditimbulkan dari sampah akan membawa pengaruh negatif untuk lingkungan seperti banjir yang tak pernah sudah sampai sekarang.

Orang-orang yang tidak sadar akan pentingnya kebersihan pasti akan membuang sampah terutama kertas yang sudah tidak terpakai lagi di sembarang tempat. Sebetulnya sampah-sampah tersebut bisa dipisah dalam tempat pembuangannya sesuai klasifikasinya masing-masing. 

Sampah tergolong kepada dua (1) sampah organik dan (2) anorganik, Sugono (2008). Sampah kertas masuk dalam kategori sampah anorganik karena bukan benda hidup. Setelah kertas dibuang, kertas akan terurai, proses tersebut akan menghasilkan gas metana yang menjadi pemicu penyebab pemanasan global dan sangat berbahaya dibanding gas karbondioksida (http://jktdalang.blogspot.com/2015/07/fakta-tentang-limbah-kertas-di-indonesia.html).

 Isi

Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, banyak hal yang bisa dilakukan oleh konsumen kertas  untuk mengurangi dampak destruktif  dari kertas tersebut, diantaranya adalah: 

  1. menghemat pemakaian kertas berarti menghemat penggunaan kayu sebagai bahan pembuat kertas
  2. cermat dan efisien dalam memakai kertas
  3. menyelamatkan pohon-pohon besar  dengan mendaur ulang kertas yang ada, 54 kg  kertas setara dengan 1 batang pohon ( government of Canada).
  4. membuat kerajinan tangan yang berasal dari bubur kertas


Dari poin keempat  di atas, banyak hal yang bisa dibuat menggunakan  kertas yang sudah tidak terpakai, diantaranya  adalah "paper craft". Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya seperti apa kerajinan  tangan ini.

Paper craft ini terbuat dari kertas yang sudah diolah menjadi bubur dan tambahan lainnya. Kertas itu sendiri harus dipilih dari bahan yang tidak mengandung lapisan plastik dan bebas lemak, seperti buku tulis, majalah dan koran.

Bahan pembuatan kerajinan ini termasuk ekonomis, alat yang digunakan berasal dari peralatan sederhana yang biasanya digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa mengkreasikan sendiri bubur  kertas  menjadi sebuah hasil karya yang unik nan indah.

Dari segi kekuatannya, kerajinan ini tak kalah dengan kreasi kayu, tergantung dari proses pemadatannya saat proses pembuatan. Bukan tidak mungkin hasil kerajinan ini bisa menjadi peluang usaha bagi wiraswasta dan menambah pundi-pundi keuangan.

Karya yang dihasilkan dari bubur kertas ini, diantaranya adalah ; miniatur satu benda, tempat asbak, tempat tisu, gantungan kunci,  wadah aksesoris, hiasan kulkas, wadah pensil kotak, hiasan dinding, celengan, bingkai foto, dan masih banyak yang lainnya sesuai kreasi dan kreativitas  masing-masing.

Berikut bahan- bahan kerajinan tangan dari bubur kertas:

  • Kertas
  • air
  • plamir
  • thinner
  • pewarna
  • lem kayu atau lem putih
  • vernis


Macam-macam bahan untuk kreasi: 

  • magnet bulat 
  • engsel 
  • dudukan cermin
  • plastik atau mika
  • rantai kunci
  • kaca cermin
  • tali cina
  • gantungan plastik
  • lis platik
  • kop kaca 
  • kaitan pigura
  • kertas karton
  • pernak-pernik
  • engsel penahan kaca


Alat-alat yang diperlukan:

  • kuas lukis
  • pisau bergerigi
  • cetakan
  • paku 
  • palu
  • kapas
  • blender
  • baskom
  • sumpit
  • kape
  • saringan
  • kaca 
  • obeng

Teknis dasar pembuatannya adalah:

http://prakaryasman1s.blogspot.com/2015/11/cara-membuat-kerajinan-bubur-kertas.html

http://germanyscience6.blogspot.com/2015/11/kerajinan-menarik-dari-bubur-kertas_29.html


  1. pembuatan bubur kertas


  •  sobek kertas kecil-kecil
  • rendam kertas selama 24 jam
  • remas-remas kertas sampai lumat  seperti bubur
  • buang air bekas remasan dan ganti airnya
  • lembutkan bubur menggunakan blender agar semakin kuat melekat
  • tiriskan bubuk menggunakan saringan
  • adonan siap dicetak


2. Pencetakan

  • remas bubur kertas untuk megeluarkan airnya
  • masukkan ke cetakan, bisa menggunakan cetakan kue, es dan peralatan rumah tangga lainnya
  • padatkan bubur kertas dengan 2 ibu jari melalui bantuan kapas atau busa, dengan ketebalan 1 cm agar proses pengeringan tidak memakan waktu lama
  • rapikan sesuai bentuk cetakan.


3. Pelepasan

  • langsung dikeluarkan dari cetakan apabila hasilnya berukuran kecil, tapi sebelumnya sudah dioles dengan sedikit minyak di sekitar permukaan cetakan
  • mengistirahatkan hasil cetakan apabila hasilnya berukuran besar selama 1 jam atau bahkan 24 jam, tujuannya agar terjadi penguapan air disebabkan udara  yang masuk ke cetakan


4. Pengeringan

Proses pengeringannya bisa dijemur di bawah sinar matahari atau diangin-anginkan saja di suhu ruangan selama 2 hari tergantung kandungan air pada hasil cetakan tersebut. Tanda keringnya apabila hasil cetakan mulai berubah warna dan mempunyai bobot yang ringan.

5. Pelamiran

  • Tuang thinner jenis A dan B pada plamir, sampai tingkat keencerannya bisa disapukan pada kreasi. Aduk rata
  • sapukan secara tipis-tipis dan merata menggunakan kuas
  • pastikan semua kreasi sudah diplamir


5. Penjemuran

    Waktu penjemuran kira-kira sekitar 1 jam di bawah sinar matahari.

6. Penghalusan

    Sapukan kuas kering pada permukaan yang terdapat bintik-bintik sampai halus.

7. Pewarnaan (cat kayu atau poster color)

Pewarnaan tergantung kreasi masing-masing, jika menggunakan banyak warna, maka prosesnya bertahap dan kita harus menunggu terlebih dahulu sampai catnya mengering kemudian baru dilanjutkan dengan warna lainnya. Jika diwarnai sekaligus, maka catnya akan tercampur dan hasilnya menjadi tidak bagus.

8. Pengeringan

Jika menggunakan cat kayu maka durasi keringnya sekitar 2-3 jam di bawah sinar matahari, dan jika menggunakan poster color, lama pengeringan selama 1 jam.

9. Finishing

Tahap penyempurnaan terakhir adalah memberi lapisan vernis pada pada kreasi. Tujuannya agar  warna tidak pudar, caranya:

  • aduk vernis sebelum digunakan
  • sapukan tipis pada hasil cetakan menggunakan kuas. ( Asep Yahya, 2005, Terampil Kriya Paper Craft, Puspaswara, Jakarta)


Penutup

Dari paparan di atas, maka salah satu penanggulangan masalah sampah kertas adalah dengan kreasi pembuatan bubur kertas menjadi kreasi unik.

Tidak hanya menjaga bumi, melainkan untuk  mengembangkan daya kreativitas seseorang agar bisa lebih mandiri dalam berusaha dan memberi manfaat untuk sesama.

Sampah kertas tidak melulu mendatangkan kerugian bagi lingkungan, namun dengan penuh kesadaran kita harus bersedia meng-klasifikasikan sampah-sampah sesuai jenisnya yang tertera di tong sampah.  

Kita  harus bijak dalam menggunakan kertas agar bisa disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat dan terpakai untuk keperluan sehari-hati. Dengan modal yang tergolong murah kita tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk kelengkapan bahan-bahannya, semua peralatan adalah barang yang sudah  jama' dipakai oleh manusia. 

Maka dari itu, cintai bumi kita melalui kreativitas tanpa batas lewat kertas.  Dengan demikian, maka masalah sampah bisa sedikit teratasi dengan adanya kepedulian manusia terhadap sampah dan pengolahannya menjadi sesuatu yang menarik.