Kebutuhan akan penyimpanan informasi, data maupun karya sastra di masa modern ini sangat tinggi. Manusia selalu membuat catatan salah satunya pada media tulis kertas untuk memudahkan penyimpanan data, bahan bacaan dan sumber keilmuan selain fungsi kertas sebagai benda pembersih dan penyimpan.

Penggunaan kayu sebagai bahan pembuat kertas seiring berjalannya waktu menunjukkan konsumsi yang tinggi. Jumlah tenaga kerja kantor yang membutuhkan kertas sebagai media tulis dan pemakaian kertas oleh pengguna individu maupun lembaga selain bukan untuk media tulis seperti media penyimpan dan pembersih semakin meningkat karena jumlah penduduk dunia juga bertambah.

Berbagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada kertas sebagai media tulis terus dikembangkan dalam mencari alternatif alat atau media untuk menuangkan ide, menyimpan informasi, data maupun sebagai karya seni atau sastra. Selain itu usaha untuk mengolah sampah kertas menjadi kertas baru atau bentuk lain berbahan kertas juga menarik untuk dilakukan.

Penjelasan lebih lanjut tentang penggunaan kertas, penyimpanan online dan usaha untuk mengolah sampah kertas dibahas di bawah ini:

Pemakaian Kertas sebagai Media Tulis

Dalam kehidupan modern, manusia tidak bisa terlepas dari kegiatan tulis menulis. Menurut penelitian daya ingat seseorang akan lebih mudah timbul jika menulis pada media kertas karena tulisan tangan dengan berbagai jenis goresan dan lembar halaman lebih mudah menimbulkan kesan pada daya ingat manusia. 1Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa murid yang menulis pada kertas akan mempunyai kesan dan pengertian yang lebih baik atas materi yang sudah disimpan melalui tulisan tangan daripada mereka yang mengetik dengan menggunakan komputer atau laptop.

Kemudahan manusia dalam membaca artikel atau karya sastra dalam bentuk cetak lebih mudah dalam melakukan scanning informasi daripada membaca dari layar komputer atau laptop. Saat seseorang membaca sekilas suatu buku bacaan, dia tidak perlu melakukan scroll layar ke atas ke bawah cukup mengalihkan pandangan mata pada bagian yang perlu dibaca karena halaman pada suatu buku akan terlihat semua, sedangkan pada layar komputer atau laptop kita selain mengalihkan pandangan mata kita juga  menggunakan jari-jemari untuk men scroll layar ke atas atau ke bawah. 

3 Faktor radiasi dari layar komputer atau laptop juga menimbulkan kelelahan pada mata atau astenopia, mata kering dan rabun jauh atau myopia untuk terus membaca berita, informasi atau cerita yang sedang dinikmati. Faktor posisi membaca seseorang lebih leluasa untuk menikmati bahan bacaan yang tersaji di buku daripada layar monitor. Pembaca bisa membaca sesuai dengan posisi yang dia inginkan daripada membaca dari layar monitor.

Faktor kemampuan mengingat isi buku dan kemudahan saat membaca buku merupakan alasan mengapa kertas yang masih dibutuhkan oleh banyak pihak. Hanya masih perlu dipikirkan upaya mengurangi ketergantungan pada kertas dalam bidang menulis atau penyimpanan informasi, data dan karya sastra.

Kayu sebagai Bahan Baku Kertas 

Kertas merupakan bahan yang dihasilkan dari kompresi serta dari pulp yang berasal dari kayu. 2Konsumsi kayu untuk pembuatan kertas cukup tinggi karena menurut Forest Ethics 40 persen industri kayu di dunia dialokasikan untuk pembuatan kertas. Penggunaan kayu untuk kertas menunjukkan pemakaian yang  tinggi. Jika penggunaan kayu untuk kertas  tinggi, maka akan terjadi penebangan pepohonan dalam jumlah besar. Penebangan pepohonan yang besar menimbuilkan perbukitan dan gunung yang gersang.

 Lahan luas yang gersang mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem yang berimbas pada banjir karena tidak ada akar pepohonan yang menahan air hujan mengalir langsung ke sungai, perkampungan pada saat musim hujan dan tidak mampu meyimpan air hujan di perbukitan atau gunung sehingga saat kemarau sungai akan kering kerontang yang merusak sumber air dari biota kehidupan di sungai dan juga persediaan kebutuhan manusia akan .

Kebutuhan Ruang Penyimpanan Online untuk Kertas dan Buku 

Masalah lain dengan pemakaian kertas  yang tinggi adalah efisiensi ruang penyimpanan buku atau benda yang terbuat dari kertas. Kertas bisa dapat dibuat menjadi buku yang ada dalam berbagai bentuk seperti buku ilmu pengetahuan, karya sastra atau data perkantoran, majalah atau buletin tentu membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai.

Ruang penyimpanan sesuai dengan berjalannya waktu akan penuh dan membutuhkan lagi tempat lain untuk mengakomodasi produk kertas tersebut. Tidak dipungkiri suatu lembaga harus menyiapkan tempat maupun dana untuk menyediakan ruang penyimpanan. Hal inilah yang kemudian  memunculkan  paperless policy atau kebijakan mengurangi penggunaan kertas dengan menggunakan teknologi informasi.

 Paperless policy dalam jangka panjang mampu menekan anggaran suatu lembaga untuk ongkos pembelian kertas maupun alat cetak. Ruang penyimpanan online atau dalam bahasa Inggris Cloud Storage merupakan alternatif untuk mengurangi ketergantungan yang tinggi pada kertas. Ruang pengyimpanan online yang masyhur saat ini adalah Google Drive, Drop box, Onedrive, Box, Mega, Adrive, Bitcasa, Spideroak, Tencent Weiyun, Qihoo 360 Yunpan. Dengan memanfaatkan ruang penyimpanan online maka seseorang atau lembaga bisa mengurangi kekuatiran dalam hal biaya pembelian kertas, atau kerusakan perangkat elektronik seperti komputer, laptop maupun tablet PC tempat menyimpan file yang dibutuhkan.

Penyimpanan berbasis online dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun lembaga. Tujuan penyimpanan file maupun data online ini adalah untuk efisiensi biaya, tempat penyimpanan fisik, dan kemudahan mobilitas pengguna yang lebih praktis. Seseorang yang membutuhkan kemudahan memanfaatkan penyimpanan online dapat menggunakan di manapun dia butuh tanpa halangan posisi tempat asalkan ada jaringan internet nirkabel. Dia hanya membawa gadget yang diperlukan dan mempunyai akun untuk menyimpan dan membuka file pada saat diperlukan. Kepraktisan yang ditawarkan dari penyimpanan online ini mampu menghemat penggunaan alat tulis, kertas dan biaya yang lebih ringan.

Daur Ulang Kertas sebagai Alternatif Pembuatan Kertas

Sampah kertas yang terbuang jika tidak dikelola dengan baik akan menumpuk dan menciptakan masalah polusi lingkungan. 2Para peneliti di Amerika Serikat memperoleh data bahwa dalam satu tahun seorang karyawan menghabiskan 10.000 lembar kertas setiap tahun, sedangkan pada lembaga yang membutuhkan banyak kertas seperti perbankan seorang karyawan akan menghabiskan kertas sekitar 40.000 lembar per tahun. Beberapa pihak mulai memikirkan tentang upaya mengatasi sampah kertas agar bisa dimanfaatkan lagi dalam bentuk kertas lagi atau bentuk lain yang bermanfaat. Upaya daur ulang kertas dapat menjadi solusi untuk menurunkan penggunaan kayu dalam pembuatan kertas.

Daur ulang sampah kertas bisa menciptakan peluang perusahaan pembuat alat-alat daur ulang atau perusahaan pembuat kertas untuk memasarkan produknya di masyarakat atau lembaga pengguna produk tersebut. Perusahaan pembuat alat daur ulang kertas fokus pada kemudahan, efektifitas dan efisiensi alat tersebut agar pihak baik perseorangan atau lembaga yang membutuhkan merasa terbantu dari segi kemudahan pengoperasian alat untuk mendaur ulang. 

Perusahaan pembuat kertas dapat membuat kertas dari sampah kertas dengan biaya yang lebih murah tanpa melalui proses yang lama dari batang kayu tetapi membuat kertas secara singkat dengan memanfaatkan sampah kertas. Perusahaan pembuat kertas mendapat kemudahan dalam memperoleh bahan kertas bekas yang terbuang dengan harga murah untuk dicetak dan pada akhirnya dijual ke masyarakat pengguna. Dengan adanya alat daur ulang, penebangan pepohonan untuk bahan pembuatan kertas akan banyak berkurang.

Kesimpulan

Berdasarkan pengalaman banyak pengguna buku dan juga cloud storage atau penyimpanan online. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan ditinjau dari kesan atau daya ingat maupun efisiensi biaya atau tempat pengguna mengakses atau menggunakan media baca.

Pengguna buku atau kertas mempunyai kemampuan dalam membaca halaman tanpa menscroll atau menggulung layar hal ini akan membuat mata lebih leluasa dalam mencari informasi atau menikmati karya sastra. Manfaat menuangkan ide atau informasi pada kertas juga lebih mudah untuk diingat oleh penulis sendiri karena hal ini menciptakan memori pada ingatan lebih kuat daripada menuangkan ide atau informasi pada gadget.

Kendala lain dari penggunaan gadget adalah pancaran cahaya dari monitor juga membuat mata cepat lelah yang juga menyebarkan radiasi sehingga kadangkala menimbulkan sakit kepala. Radiasi dari layar monitor karena pemakaian gadget yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan penglihatan.

Dari sisi penggunaan kayu untuk bahan kertas yang tinggi, memunculkan upaya-upaya untuk mengurangi pemakaian kayu dengan cara cloud storage atau penyimpanan online. Penyimpanan online dalam jangka panjang mampu memangkas biaya penggunaan kertas dan alat tulis pendukungnya, selain itu ruang penyimpanan buku atau kertas dapat dikurangi.

Terdapat juga alternatif lain yaitu pengolahan sampah kertas untuk mendaur ulangnya menjadi kertas baru atau banda berbahan kertas untuk keperluan selain menulis. Alternatif ini mampu mengurangi ketergantungan pada kayu sebagai bahan pembuat kertas sehingga penebangan pepohonan bisa berkurang secara signifikan.

Dari paparan di atas bisa disimpulkan bahwa penggunaan kertas sebagai media tulis tetap digunakan karena ada kelebihan dari kegiatan menulis langsung pada kertas dan kemudahan membaca informasi dari buku, namun sebaiknya dalam jumlah yang lebih sedikit daripada upaya penerapan paperless policy. Penerapan paperless policy atau kebijakan mengurangi ketergantungan pada kertas mampu memangkas biaya pembelian kertas dan buku maupun biaya alat cetak. Upaya untuk mendaur ulang sampah kertas juga perlu didukung agar bisa mengurangi sampah di lingkungan sekitar sekaligus menurunkan ketergantungan penggunaan kertas yang notabene berbahan dasar kayu.


BIBLIOGRAPHY