Berbicara mengenai budaya Indonesia seolah tidak pernah ada habisnya mengingat seni budaya di negeri ini sangat banyak, baik yang memliki wujud maupun tak berwujud. Tidak sedikit pula di antaranya yang memiliki kedalaman makna dan bernilai tinggi yang secara terus menerus diwariskan dari generasi-generasi sebelumnya.

Ada banyak cara dalam mengenalkan budaya Indonesia, baik kepada masyarakat Indonesia itu sendiri, maupun kepada masyarakat mancanegara. Salah satunya dengan menggunakan pendekatan seni rupa.

Pada tahun ini, kelompok ARTLINC. (ART LEARNINGINCUBATOR) Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain, ISBI Bandung yang bekerja sama dengan AACA (ASIA ART AND CULTURE ASSOCIATION), Tokyo, Jepang kembali mengadakan acara pameran seni rupa berskala Internasional. Pameran ini akan diselenggarakan di Eco Galeri, Shinjuku, Tokyo, Jepang pada tanggal 14 s/d 16Juli 2018. 

Selain pameran, juga akan diselenggarakan simposium seni rupa kontemporer Indonesia pada tanggal 15 Juli 2018 di tempat yang sama. Adapun tajuk dari kegiatan ini adalah Indonesia-Japan Friendship Exhibition And Symposium “Cross Culture Cross Identity”,  The Representation of Art in Asia: From Traditional to Contemporary.

Kegiatan ini diikuti oleh 77 seniman Indonesia, di antaranya 64 orang mengikuti pameran, 13 orang mengikuti simposium, dan 4 orang mengikuti pameran dan simposium. Ke-77 seniman ini terdiri dari komunitas seni deDada Bintaro Jakarta, Credo Art Studio Jatibening Bekasi, dosen, mahasiswa, dan alumni ISBI Bandung, ITB, Telkom University, ITENAS, dan beberapa seniman profesional lainnya.

Menurut Agus Cahyana selaku kurator dari pameran ini, The Representation of Art in Asia: From Traditional to Contemporary adalah upaya untuk menghadirkan kembali nilai-nilai tradisi budaya Indonesia yang telah diwariskan sebelumnya dalam konteks kekinian melalui karya seni rupa. 

Dalam hal ini, interpretasi warisan nilai dapat dituangkan dalam bentuk ide, rupa, maupun medium yang dihadirkan kembali sesuai semangat zaman sehingga mencerminkan karya hasil persilangan antara budaya masa lalu, masa kini dan imbas dari budaya global.

Kegiatan pameran dan simposium ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang khas, khususnya kepada masyarakat Tokyo, Jepang. Selain itu, juga sebagai sarana untuk memberi inspirasi dan motivasi kepada perupa dan masyarakat luas agar terus berkarya, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya tradisi Indonesia, sehingga nilai-nilai tersebut bisa terus diwariskan secara berkesinambungan sesuai dengan konteks zamannya.