Mahasiswa
3 bulan lalu · 18 view · 3 menit baca · Olahraga 48442_46074.jpg
goodnewsfromindonesia.id

Komitmen Jokowi Menjadikan Indonesia Ramah terhadap Difabel

Perhelatan bergengsi para difabel telah resmi ditutup melalui closing ceremony Asian Para Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/10/2018). Acara megah tersebut dimeriahkan oleh sejumlah artis papan atas dan dipandu host Daniel Mananta secara santai. Hiruk pikuk teriakan penonton juga sangat menggema saat penampilan Girl Band asal Korea AOA muncul di atas panggung membawakan salah satu lagu dari albumnya.

Atas perjuangan keras atlet Asian Para Games 2018, Indonesia berhasil melampaui target. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia berada pada posisi 16, namun ternyata para Atlet membawa Indonesia jauh melampauinya hingga berada pada posisi 5 besar dengan perolehan total 135 medali, yaitu 37 emas, 47 perak dan 51 perunggu. 

Sungguh luar biasa perjuangan para atlet kita. Perolehan ini cukup jauh juga jika dibandingkan dengan hasil pada Asian Para Games 2014 lalu. Saat itu, Indonesia hanya menduduki posisi ke-9, di bawah Malaysia yang berada pada posisi ke-7. Indonesia dengan total perolehan 38 medali, 9 emas, 11 perak dan 18 perunggu sempat tidak berkutik di beberapa cabang olahraga karena kurangnya dukungan dari pemerintah saat itu. 

Banyak faktor yang membuat hasil perolehan jauh berbeda, di antaranya adalah keseriusan pemerintah dalam membangun dan membangkitkan semangat para difabel. Sama seperti Atlet Asian Games, Atlet Asian Para Games 2018 juga langsung mendapatkan bonusnya setelah perhelatan usai. Jumlah uang yang sama membuat hilangnya perbedaan di antara mereka. 

Sabtu, 13 Oktober 2018, Presiden Joko Widodo menerima atlet para games Indonesia yang telah berjuang di Istana Bogor. Dalam kesempatan itu Ia memberikan bonus Rp 1,5 miliar untuk atlet perorangan peraih emas, dan paling kecil Rp 150 juta per orang untuk atlet beregu peraih perunggu. 

Ia juga membagikan bonus untuk para pelatih dan asisten pelatih. Bonus yang diterima para atlet ini juga berbeda jauh dengan bonus yang diterima pada pemerintahan masa lampau. Pada Asian Para Games 2014, peraih emas hanya mendapatkan bonus sekitar Rp 400 juta. Mungkin jumlah ini terdengar besar, tetapi belum sebesar perjuangan berat yang harus dilalui para atlet.

Bukti keseriusan Presiden Jokowi untuk membuat Indonesia ramah terhadap difabel adalah dengan memberi perlakuan yang sama kepada para atlet, baik yang difabel maupun yang bukan difabel. Ini membuahkan prestasi, terutama di pagelaran Asian Para Games 2018. Beberapa pencapaian yang membanggakan adalah peraihan Juara Umum cabang olahraga Catur. Tidak tanggung-tanggung, 11 medali emas diborong oleh atlet catur Indonesia. Para peraih emas tersebut adalah Edy Suryanto, Tati Karhati, Simanja Nasip Farta, Wirawan Hendi, Ariesta Debi, Margaretha Wilma Sinaga, Yuni dan Rosalinda Manurung. 

Kemudian, dari kontingen Para Atletik juga turut menyumbang dengan total 6 emas yaitu Suparniyati, Purnomo Sapto Yogo, Tiarani Karisma Evi dan Aulia Putri. Sementara, dari kontingen Para Badminton berhasil menyumbang 6 medali emas, Fredy Setiawan, Dheva Anrimusthi, Briliansyah Hafizh Prawiranegara, Hary Susanto, Ratri Leani Oktilo, Khalimatus Sadiyah Sukohandoko dan Dwiyoko. 

Dukungan penuh diberikan oleh pemerintah baik dari segi materil (fasilitas tempat tinggal, tempat berlatih, transportasi, konsumsi) dan juga segi moril. Tidak jarang Presiden Jokowi dan para pejabat lainnya memberikan dukungan dengan datang melihat ketika berlatih dan saat pertandingan berlangsung.

Asian Para Games 2018 turut menuai pujian dari banyak negara tetangga. Presiden Asian Paralympic Committee, Majid Rashed, mengataka bahwa penyelenggaraan Asian Para Games 2018 yang digelar di Indonesia ini adalah yang terbaik. Sebagaimana ia sampaikan ketika menjawab pertanyaan Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari pada sambutan upacara penutup Asian Para Games 2018. Tanpa basa-basi, Majid mengatakan, “Yes, it is the best Asian Para Games,” diiringi suara riuh penonton. 

Cukup banyak kenangan sekaligus momen pertama yang tercipta selama Asian Para Games 2018, seperti keikutsertaan Bhutan untuk yang pertama kali, Laos dan Timor Leste yang juga mendapat mendali untuk yang pertama kali. Filipina dan Kuwait memperoleh emas untuk yang pertama kali. Selain itu, ada Korea Utara yang bergabung menjadi satu tim dengan Korea Selatan untuk pertama kalinya. Mereka berhasil mencapai podium bersama-sama di beberapa cabang olah raga. M

ajid juga memuji Presiden Joko Widodo yang ikut berperaan aktif dalam upacara pembukaan Asian Para Games pada (08/10/2018). Ini adalah momen yang tepat untuk menjadikan Jakarta sebagai kota awal atau ikon inspirasi kota ramah difabel sehingga Indonesia akan semakin ramah difabel.