Jika dilihat kembali pada sejarah terdahulu sebelum masuk pada peradaban modern tercatat bahwa media yang digunakan oleh peradaban terdahulu masih menggunakan batang pohon, piringan tanah, batu, dan kulit domba sebagai media tulis, dari ke-4 media tersebut yang pernah di gunakan pada peradaban terdahulu, sedangkan media tulis kertas baru ditemukan pada tahun 105 Masehi dengan material dasar bambu, oleh Tsai Lun dari negeri China.

Tsai Lun lahir di zaman Dinasti Han pada abad 1 masehi, seiring perubahan zaman yang telah masuk ke peradaban modern saat ini, kertas masih mempunyai peran di masyarakat lokal maupun masyarakat dunia, walaupun peran kertas sedikitnya telah berubah fungsi dari yang awalnya hanya sebagai media tulis, kini lebih banyak memiliki peran sebagai media lain di masyarakat lokal dan masyarakat dunia contohnya pada aktifitas kerja, aktifitas organisasi / pendidikan dan aktifitas usaha, banyak peran penggunaan kertas di dalam ketiga aktifitas tersebut.

Beralih fungsinya kertas di peradaban modern, tidak mengurangi sedikitpun eksistensi kertas hingga saat ini, dan fungsi kertas tetap masih banyak dibutuhkan walaupun penggunaan kertas dimasa sekarang tidak cukup tinggi, oleh karena itu dalam hal ini kertas tetap masih mempunyai peran utama yang memiliki nilai guna dan manfaat yang bernilai ekonomi pada sebagian lingkungan masyarakat dan industri, artinya, dengan beralih fungsi kertas dari masa terdahulu hingga masuk di peradaban modern justru kebutuhan kertas di masyarakat semakin meningkat dan kertas masih menjadi barang yang berharga yang mempunyai nilai guna di masyarakat maupun dunia. 

Bertambahnya kebutuhan kertas pada masyarakat dan didukung oleh kemajuan teknologi yang telah menggunakan mesin-mesin modern, hal ini akan menjadikan produk kertas yang dihasilkan akan memiliki kualitas dan memiliki daya saing, dalam menarik minat pasar domestik maupun pasar dunia.

Kertas bisa dijadikan produk unggulan yang memiliki kualitas eksport, karena memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebagai bagian produk penghasil devisa dari sektor industri, oleh karena itu kertas memiliki peran sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi, dengan meningkatnya volume eksport berupa produk berkualitas yang terbuat dari kertas, hal tersebut tentunya akan mempengaruhi pada pergerakan pertumbuhan ekonomi dan dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. 

Dikutip dari Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar mengatakan, saat ini kebutuhan kertas di dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan terus meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020, sumber pikiran rakyat, 17 November 2017, sementara di dalam negeri kebutuhan kertas per kapita masih sangat jauh dari rata-rata dari kebutuhan kertas di negara lainnya, sehingga masih berpotensi untuk berkembang, walaupun pemakaian kertas di dalam negeri masih tergolong rendah setidaknya masih diakui dengan menempati peringkat ke-6 sebagai produsen kertas di dunia. 

Dengan menempati peringkat tersebut, artinya, pemakaian kertas masih memiliki peran utama dalam peradaban modern, dan besarnya pemakaian kertas di dunia dapat memberikan keuntungan kepada produsen kertas yang berpengaruh terhadap pergerakan pertumbuhan ekonomi, bisa dilihat dari kontribusi dalam perolehan devisa sebesar 5.38 miliar dollar AS pada tahun 2015, selanjutnya sampai september 2016 mencapai 3.79 miliar dolar AS atau menempati peringkat ke-7 sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor non-migas, sumber kompas Februari 2017. Hal itu menjadi bukti kalau kertas masih memiliki kontribusi yang besar dalam perekonomian indonesia.

Dalam perencanaan pembangunan ekonomi berkelanjutan dari sektor industri kertas sudah sepantasnya memiliki konsep keseimbangan yang menghasilkan kebijakan-kebijakan yang tidak berat sebelah dan juga tidak menitik beratkan pada salah satu sektor, baik dari sektor ekonomi maupun dari sektor industri saja, melainkan harus barjalan bersamaan, agar tujuan pembangunan ekonomi melalui jalur industri kertas akan tetap berjalan dan mencapai tingkat yang di harapkan yaitu pembangunan yang berimbang antara pemanfaatan sumberdaya alam sebagai sumber bahan dasar dan sektor industri sebagai penggerak perekonomian indonesia, agar pembangunan ekonomi berkelanjutan dapat terus berjalan, sumberdaya alam yang berpotensi memiliki nilai ekonomi tinggi hendaknya tidak terlalu di ekploitasi, sebab keberadaannya memiliki peran utama sebagai penunjang keberhasilan pembangunan ekonomi berkelanjutan. 

Agar pembangunan ekonomi dapat mencapai tingkat yang diharapkan dan memiliki kualitas, yaitu dengan melakukan metodologi kualitatif sehingga dalam pelaksanaannya mempunyai nilai ekonomi yang berkualitas. 

Industi kertas memang memiliki peran yang cukup dalam perekonomian, dapat dilihat dari kontribusi produk domestik yang maih banyak dibutuhkan di pasar lokal maupun di pasar dunia, kebutuhan bahan dasar industri kertas yang digunakan banyak bersumber dari hutan lokal berupa tanaman (pepohonan) yang apabila di ambil secara terus menerus tentu akan berdampak pada kerusakan lingkungan hutan, jika kerusakan hutan semakin meluas suplai bahan dasar akan mengalami hambatan pada proses produksi kertas, yang akan mengakibatkan terganggunya stabilitas pasar lokal maupun pasar dunia, yang disebabkan keterlambatan dalam proses distribusi, yang dikarenakan terhambatnya suplai bahan dasar, yang berawal dari kerusakan lingkungan.  

Hutan atau lingkungan hidup merupakan tempat sekumpulan tanaman dan juga tumbuhan berbentuk pepohonan yang berkayu yang menempati daerah yang luas, hutan juga merupakan bagian dari ekosistem yang banyk menyimpan sumberdaya alam berbentuk kayu dan masih banyak potensi non kayu yang bisa di ambil manfaatnya, dalam hal ini tidak ada bahasan tentang potensi non kayu hanya menitik beratkan pada potensi berbentuk kayu. 

Sumberdaya alam dalam bentuk kayu yang dihasilkan dari pepohonan yang menjadi sumber utama industri kertas, bahan dasar berbentuk kayu dibutuhkan pada sektor industri khususnya kertas, apabila kebutuhan bahan dasar berbentuk kayu terjadi peningkatan hal ini dapat mempengaruhi kelestarian terhadap lahan hijau di lingkungan hutan produktif,  yang mana tiap tahun mengalami penyempitan lahan, berdampak pula pada kelangsungan hidup dan ekosistem didalamnya ikut terganggu, apabila tidak dibarengi oleh penanaman kembali hutan yang gundul (reboisasi) yang merupakan bagian dari pelestarian lingkungan karena dengan jalan reboisasi keseimbangan antara pemanfaatan sumberdaya alam dengan industri bisa terjalin. 

Dari sumber nasional.kompas.com / 30 November 2016, dari 150 juta hektar lahan perhutanan yang di miliki indonesia pada tahun 1955, yang tersisa kurang dari 90 juta hektar, dalam waktu lebih dari 60 tahun, indonesia hanya memiliki lahan perhutanan kurang dari 60% tidak dapat dipastikan, jumlah hutan, yang akan hilang akibat dimanfaatkan sebagai media dalam puluhan tahun kedepan. perlu usaha ekstra dan kesungguhan dari berbagai pihak dalam melakukan perawatan hutan, salah satunya dengan cara reboisasi dengan menanami kembali hutan yang gundul, merawat hutan dengan cara tersebut merupakan cara efektif yang sering digunakan dalam melakukan pelestarian lingkungan, selain dengan cara reboisasi, meminimalkan penggunaan kertas dalam kehidupan masyarakat juga memiliki andil dalam melestarikan lingkungan hutan, karena dengan menggunakan kertas yang sedikit maka kebutuhan sumberdaya alam berbentuk kayu pada industri kertas dapat menyesuaikan dari angka kebutuhan kertas di masyarakat.

Kembali kepada fungsi kertas dalam kehidupan masyarakat, jika dikaitkan pada setiap aktifitas kehidupan sehari-hari, banyak fungsi kertas yang berperan di dalamnya contohnya pada aktifitas kerja, aktifitas organisasi dan pendidikan dan aktifitas usaha, karena ke-3 bentuk aktifitas tersebut sudah menjadi bagian dari aktifitas kehidupan masyarakat, dan tentunya kertas akan menjadi kebutuhan yang dapat mendukung dalam masyarakat dalam segala kegiatan dan aktifitas sehari-harinya, jika diperkecil ruang aktifitas tersebut masih banyak lagi penyesuaian fungsi dan nilai guna kertas yang berkaitan pada kehidupan yang dapat di golongkan berdasarkan fungsi maupun nilai gunanya. Ketiga aktifitas tersebut dapat dikelompokan meliputi :

    1. Aktifitas Kerja

Ada beberapa nilai guna kertas di dalamnya, antara lain sebagai media pendamping alat konvensional maupun digital contohnya pada mesin tik atau digital printer, selain itu kertas banyak digunakan sebagai data catat, arsip atau file yang merupakan bagian yang dibutuhkan sebagai data fisik pada sebagian pekerjaan.

    2. Aktifitas Organisasi  Pendidikan

Ada beberapa nilai guna kertas di dalamnya, antara lain sebagai media penyampaian secara praktek pada kegiatan pembuatan prakarya dan sample, pembuatan origami, media catat dan media gambar yang berbahan kertas.

    3. Aktifitas Usaha

Ada beberapa nilai guna kertas di dalamnya, antara lain sebagai media pembungkus (kemasan), label dan wadah makanan / barang yang di butuhkan dalam sebagian pelaku usaha.

Dari sebagian fungsi kertas di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwasanya kertas dan kehidupan saling membutuhkan dan dapat menjadi kebutuhan sekunder pada sebagian masyarakat. 

Dengan berkembangnya fungsi dan nilai guna kertas hal  ini banyak memberikan keuntungan yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dengan cara memanfaatkan kertas menjadi produk yang bernilai ekonomi dalam segala aktifitas dan kegiatan, sehingga fungsi kertas tidak terpaku oleh satu fungsi saja melainkan banyak fungsi yang bisa dialihkan, menjadikan kertas berbentuk produk yang bernilai ekonomi dan bukan sebagai pemberi kontribusi sampah yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar, ada 2 fungsi kertas berdasarkan kategori kertas itu sendiri yang bisa di konversikan menjadi kertas yang memiliki nilai ekonomi, yaitu kertas baru dan limbah kertas, yang mana limbah kertas tersebut lebih banyak di alih fungsikan, contoh : di jadikan sebagai tas, hiasan meja, kertas daur ulang dan masih banyak lagi fungsi dari limbah kertas tersebut yang bisa di manfaatkan menjadi barang yang bernilai ekonomi.