2 minggu lalu · 724 view · 3 menit baca · Politik 20658_39273.jpg

Gawat, Jokowi Bikin Indonesia Jadi Terasa Kecil

Joko Widodo adalah sosok yang fenomenal. Pro dan kontra diperoleh orang ini dengan jelas. Banyak yang tidak suka dengannya, tapi lebih banyak yang mencintainya. Buktinya sangat jelas. Buktinya ada di pilpres 2019 yang baru terjadi di tanggal 17 April 2019 silam. Lebih banyak yang mencintai Jokowi.

Tapi, ada sebuah keluhan yang ingin saya sampaikan kepada Presiden Jokowi. Pak De, beginilah protes saya.

Presiden Jokowi, bersama Basuki Hadimuljono, membuat Indonesia jadi terasa kecil. Coba bayangkan, arus mudik bisa begitu cepat tiba. Mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, NTB, NTT, Papua, Sulawesi, sampai Kalimantan, Indonesia jadi terasa kecil.

Pertama kita mulai dari Sumatra.

Bayangkan saja, Pak De ini bisa membuat waktu tempuh antara Lampung ke Palembang yang semula 15 jam, bisa hanya diakses 6 jam saja. Lewat tol tanpa putus dari Lampung ke Palembang, para pemudik merasakan kenikmatan yang hakiki. 

Tapi, mereka tidak terbiasa. Dari waktu tempuh 15 jam, bisa hanya dilakukan dalam waktu 5 jam. Dua pertiga bagian hilang begitu saja. Hilang. Diculik. Bagaimana ini? Luar biasa sekali.

Ini adalah pengakuan teman saya. Padahal kalau mau dikatakan, jalur Tol Lampung Palembang masih ada beberapa ruas yang belum rampung.


Masih ada bebatuan dan tanah. Tapi perjalanan bisa hilang dua pertiganya. Artinya, Jokowi kurang bikin lebaran jadi rasa lebaran. Karena selama ini, lebaran identik dengan kemacetan. Loh? Mungkin hal ini akan diubah.

Kedua, kita lanjut ke Jawa.

Tol Trans Jawa menjadi sebuah tol yang membuat waktu tempuh begitu singkat. Perjalanan dari Jakarta ke Surabaya yang biasanya memakan waktu 15 jam, hanya bisa diakses 9 jam saja. 

Ini adalah sebuah pencapaian yang membuat “lebaran” tidak rasa macet. Padahal kita tahu bahwa Jawa adalah tempat terpadat di Indonesia. Kepadatan di Jawa, juga paling tinggi di Jakarta.

Kepadatan penduduk ini di Jawa, konon katanya, merupakan tradisi yang sudah lama menahun. Jawa adalah pusat pemerintahan. Maka ide Jokowi dalam membangun ibu kota di Kalimantan, Palangkaraya adalah sebuah ide yang luar biasa. Untuk mengurai kepadatan penduduk.

Ketiga, kita lanjut ke Bali, NTB, NTT, Papua, Sulawesi sampai Kalimantan. Keseluruhan pulau yang kurang padat ini mendapatkan sebuah kemudahan. Mereka juga menjadi sebuah bagian integral dalam tol laut. 

Tol laut sudah berfungsi dengan sangat baik. Armada ditingkatkan. Mudik menjadi sangat tidak terasa “macet” dan padat. Ini adalah sebuah pencapaian luar biasa dari Jokowi.

Loh sebenarnya saya ingin protes. Tapi kenapa saya mengatakan Jokowi luar biasa? Ya ini adalah fakta yang tidak bisa kita buang sama sekali. Saya melihat dengan mata yang ada di kepala saya sendiri, bahwa Jokowi membangun Indonesia.

Pembangunan selama 5 tahun ini sudah sangat luar biasa. Program pembangunan ini memudahkan manusia. Apalagi mayoritas umat Islam di Indonesia memiliki tradisi mudik. Mereka banyak yang menikmati perjalanan dengan baik.

Jadi sebenarnya saya tidak jadi memprotes Jokowi. Saya justru mengapresiasi dengan luar biasa apa yang Jokowi kerjakan. Orang ini benar-benar mampu membangun bangsa ini. Bangsa ini benar-benar diurus. Baru kali ini, jujur saja, saya merasa memiliki pemimpin.

Meski nyaris tidak pernah berjumpa langsung dengan Presiden Joko Widodo, kedekatan itu begitu terasa. Kedekatan yang tidak bisa dibandingkan. Ketika melihat jalan tol yang ada di Jawa, itu adalah jalan tol yang menyambungkan Indonesia. Jokowi membuat Indonesia jadi terasa sangat terjangkau.

Pemerataan tinggal tunggu waktu. Infrastruktur sudah dibangun. Sudah diselesaikan dengan cekatan oleh Presiden Joko Widodo. Penyelesaiannya adalah sangat konkret. Merampungkan semua yang mangkrak adalah jagonya Jokowi.


Jokowi membuat lebaran ini jadi lebih manusiawi. Lebaran ini menjadi sangat baik dan sangat luar biasa nyaman. Mendekatkan yang jauh, dan membuat yang dekat makin dekat. Inilah esensi Indonesia.

Biasanya orang malas melakukan mudik, karena kemacetan tak terkontrol dan tak kunjung ada solusi. Tapi dengan pembangunan jalan tol, baik yang ada di Sumatra atau Jawa, maka mudik tak lagi semenakutkan itu. Jokowi membangun Indonesia. Jokowi membuat mudik menjadi lebih nikmat dan nyaman.

Lebaran kali ini lebih asyik. Mereka yang mudik merasakan kenyamanan dalam berkendara. Bus dan transportasi umum juga sangat banyak. Tol darat, tol laut sudah rampung. Hanya saja, ada satu kritik yang perlu penulis berikan kepada Jokowi dan jajaran kementeriannya.

Tol langit masih sulit terjangkau. Padahal bandara sudah dibangun banyak. Maka seharusnya moda transportasi udara harusnya lebih bisa dijangkau. Semoga saja Jokowi bisa mengomandoi langsung.

Mudik kali ini, intinya, sudah sangat nyaman. Orang-orang menikmati. Jadi, saya tidak jadi mengkritik Jokowi. Tapi saya mengapresiasi dengan sangat baik. Semoga saja Jokowi bisa membangun lebih lagi.

Setelah infrastruktur, pembangunan selanjutnya adalah pembangunan manusia. Kita tunggu saja periode keduanya.

Artikel Terkait