Tanggal ulang tahun bagi kebanyakan orang menjadi tanggal istimewa. Namun, bila ulang tahunnya di usia lanjut, apakah itu masih istimewa? Apakah masih menjadi hal yang ditunggu-tunggu?

Bertambahnya usia seharusnya membuat manula bertambah bahagia. Dia sudah menikmati manisnya kehidupan dan telah sukses melewati masa-masa pahit dalam hidupnya. Dia bahkan sudah mendapatkan apa yang dia cita-citakan. Harapan yang rasanya mustahil sekarang sudah menjadi kenyataan.

Akan tetapi, menurunnya kemampuan dalam segala hal membuat manula sering bersedih. Misalnya, kemampuan pancaindra  mulai merosot. Mata mulai rabun, pendengaran berkurang, pikiran mulai melemah, dan seterusnya. Hingga tak sedikit didapati orang-orang memperlakukan para manula seperti penyandang disabilitas.

Manula (manusia lanjut usia) memiliki beberapa karakteristik antara lain: berusia lebih dari 60 tahun, memiliki kebutuhan dan masalah yang bervariasi, memiliki kebutuhan khusus secara psikis, sosial, spiritual, dan lain-lain. Meskipun begitu, manula tetap dapat berada pada kondisi yang prima di usia lanjutnya. Sebab, apabila kondisi tetap prima, aktivitas pada usia lanjut yang tentunya tidak seberat aktivitas di usia muda  masih dapat berjalan secara normal.

***

Secara umum, ada tujuh hal yang membuat manula selalu berada dalam kondisi prima. Di antaranya sebagai berikut:

1. Menjaga kebersihan diri

Hal ini bisa dilakukan sendiri, atau dengan bantuan keluarga atau perawat. Terutama kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal, atau bahkan lingkungan. Jangan sampai masalah kebersihan ini menjadikan manula sakit atau tidak nyaman. Di samping itu perlu diatur tata letak barang- barangnya agar rapi dan indah dipandang.

2. Melakukan aktivitas positif dan menyenangkan. 

Meskipun tidak selincah orang muda, manula masih bisa beraktivitas positif dan menyenangkan, seperti berkebun, senam lansia, berniaga, mengikuti kegiatan masyarakat, bahkan menjadi atlet profesional sekalipun. Semua dapat disesuaikan dengan kemampuan masing- masing. 

Selain menyehatkan jasmani, aktivitas rutin juga dapat menyehatkan rohani. Sering sekali kita dengar ucapan dari manula, “... Kalau saya tidak bergerak, badan terasa sakit-sakit ....” Hm. Memang betul. 

Saya, mendekati batas usia manula, secara rutin bekerja di ladang seminggu dua kali. Saya merasa fresh, dan pikiran saya bebas dari beban dan tekanan pekerjaan. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Ladangnya jadi produktif, saya jadi sehat secara fisik dan mental.

3. Menjadi sumber informasi. dan referensi bagi orang yang  lebih muda. 

Manula adalah tipikal manusia yang sudah matang secara ilmu dan pengalaman. Sangat mudah baginya men-share ilmu pengetahuan, atau pengalaman yang berharga. Mungkin bisa dengan menjadi  guru atau dosen, ustaz, penulis, narasumber, dan lain sebagainya. Dengan berbagi cerita atau pengalaman kepada yang lebih muda, kekuatan berpikir manula terus terjaga dan terasah.

4. Mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Manula mempunyai waktu yang lebih fleksibel. Dia dapat mengikuti  berbagai kegiatan keagamaan,  beribadah, mengkaji makna dalam kitab suci, dan lain lain . Ini berguna untuk kestabilan emosional dan spiritualnya. Dengan ini dia terhindar dari penyakit pikun atau pelupa. Tuhan menjaga hambaNya yang saleh dari kepikunan.

5. Berbudi pekerti mulia.

Biasanya  semakin tua seseorang, maka dia semakin bijaksana. Dengan kondisi tersebut, manula dapat menjadi contoh dalam masyarakat.

 Seandainya di waktu muda manula harus terikat pada sistem yang buruk, maka di usia lanjut dia bisa lebih fokus pada idealismenya sendiri. Menerapkan nilai-nilai baik yang ia yakini, bahkan mungkin bisa memengaruhi orang lain untuk berbudi pekerti baik seperti dirinya.

6. Menjadi penengah. 

Ada baiknya seseorang berlatih menjadi penengah sejak muda,  berusaha menjadi problem solver bagi orang lain, agar di usia lanjut dia tetap dipercaya sebagai orang yang mumpuni dalam memecahkan masalah. Orang akan berpikir berkali-kali untuk mengambil keputusan.  Sebelum seseorang yang dianggap sepuh memberi nasehat, maka sesuatu belum akan diputuskan. Menjadi penengah tentu menjadi suatu kehormatan bagi manula.

7. Tidak melawan ketuaan, tapi menikmatinya dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan.

 Semakin bersyukur seseorang, semakin terasa berkah hidup yang diberikan. Sebaliknya bila banyak mengeluh, maka apa yang dikeluhkan itulah yang akan terjadi. Pikiran mengarahkan kita pada keburukan, atau kebaikan. Tuhan berkehendak sesuai sangkaan hamba kepada-Nya. Bersyukur atas segala nikmat Tuhan membentuk pikiran baik dan terarah, sehingga masa tua dapat dilalui dengan tenang.

***

Tujuh hal tersebut tentu tidak serta merta berhasil membawa pada kondisi prima yang diharapkan oleh manula, kalau dari dalam dirinya sendiri tidak memiliki kemauan keras untuk terus berusaha. Hal-hal baik yang sudah menjadi kebiasaan sejak muda tentu akan lebih memudahkan segala sesuatu di usia lanjut.

Bila Anda seorang manula, dan menerapkan 7 hal ini, maka merayakan ulang tahun di usia lanjut akan lebih membahagiakan.

Bagi Anda yang masih memiliki orang tua yang sudah lanjut usia, jangan sia-siakan kesempatan untuk berbakti. Mereka masih punya Anda. Mereka masih bisa produktif. Buatlah mereka merasa bermanfaat. Hanya dengan itu mereka punya motivasi untuk hidup lebih lama lagi.

--