"Plot twist yang sangat membagongkan!”

Begitu kata-kata channel Youtube IQ7 mengomentari ending film yang susah ditebak dan sangat berbeda dari ekspektasi. Pun, di film yang selalu saya tonton berulang-ulang ini dari seri pertama hingga seri kelima, penuh dengan kejutan yang hmmmm!

Film ini cukup edan kalau saya bilang, pasalnya dengan tema bajak laut yang dalam pemikiran saya tokoh utamanya adalah jagoan, Kapten Jack The Sparrow ternyata hanya lelaki penipu, penghasut, dan selalu ditimpa kesialan. Namun, sang kapten memiliki satu hal yang spesial, yaitu banyak akalnya.

Selanjutnya, saya begitu takjub dengan plot dari seorang tokoh wanita bernama Elizabeth Swann, yang kisahnya dimulai sebagai anak lugu kesayangan gubernur Port Royal, namun sampai pada suatu titik dimana ia menjadi raja bajak laut dan memimpin para kapten bajak laut, perang melawan tentara kerajaan Inggris.

Kemudian, kisah seorang kapten bajak laut bernama Hector Barbossa yang juga tak tertebak. Ia menjadi tokoh antagonis di film pertama, lalu menjadi protagonis di film ketiga, menjadi antagonis lagi di film keempat dan di film kelima berakhir lagi dengan protagonis. Asem! saya bilang.

Film bajak laut dari Walt Disney Pictures tersebut selalu menyajikan adegan yang kocak, unik, iconic,dan penuh makna. Secara tak sengaja, mungkin karena terlalu sering mengulang-ulang, saya mencatat setidaknya ada tujuh kalimat atau istilah yang cukup bermakna, unik, filosofis, dan cocok dengan hikmah kehidupan. Berikut adalah istilah-istilah tersebut:

A Pirate’s Life (Beginilah kehidupan bajak laut)

Kalimat ini sering diucapkan oleh tokoh utama Kapten Jack Sparrow saat kehilangan sesuatu yang berharga. Sang kapten seolah-olah ingin menunjukkan dengan kalimat a pirate’s life kepada lawan bicaranya bahwa dalam kehidupan bajak laut memang sudah seharusnya terbiasa dengan kehilangan apapun.

Lalu terngiang di pikiran saya bahwa kehilangan bukan hanya terjadi pada kehidupan bajak laut saja. Betapa kehidupan semua orang selalu berisi pencapaian dan kehilangan. Pun anda, saya dan semua orang pernah mencapai sesuatu, atau kehilangan segalanya.

A Map No Man Can Read (Peta yang tak dapat dibaca seorang lelaki)

Saya sendiri membayangkan saat pertama mendengar kalimat ini, peta tersebut adalah sebuah kertas agak tebal begambar garis-garis lengkung membentuk pulau-pulau. Ya, peta. Lalu saya penasaran akan peta yang tak bisa dibaca lelaki. Kalau wanita bagaimana? Keterangan lebih lanjut saya dapatkan setelah selesai menonton film tersebut.

Peta yang tak dapat dibaca pada saat itu bukanlah peta kertas seperti selayaknya peta. Peta tersebut sebenarnya adalah rasi bintang. Rasi bintang dapat menunjukkan arah bagi pelaut jika menguasai ilmu astronomi. 

Namun, pada masa bajak laut itu tentu tidak semua orang bisa membaca rasi bintang, dan kebetulan atau tidak di film tersebut orang pertama yang bisa mengetahui arah dari bintang-bintang adalah wanita.

A Compass That Doesn’t Point North (Kompas yang tak menunjuk arah utara)

Kompas yang dimiliki kapten Jack Sparrow itu sangat aneh. Ia tidak menunjuk ke utara, tapi tidak juga selatan, barat atau timur. Kompas tersebut juga unik. Ia menunuk ke arah suatu hal yang anda paling inginkan di dunia ini, jika anda memegangnya. Saya punya firasat kalau kompas itu benar-benar ada dan kalau orang muslim yang memegangnya, ia akan menunjuk arah kiblat.

It’s no use to fight fair, it’s about what man can do and what man can’t do (Tak ada gunanya bertarung adil, ini semua tentang apa yang bisa kau lakukan dan apa yang tidak)

Karena memang Jack Sparrow itu sedikit nakal banyak akal, maka tak ada aturan, tak ada kode etik, atau semacam adab dalam pertarungan. Kalau lelaki bertarung jadilah secerdas mungkin dan jangan terlalu berpikir keadilan. Iya sih, saya pikir juga begitu selama tidak berdosa. Namun tetap yang harus diingat adalah jangan menghalalkan segala cara.

A betrayer Is in The Depth of Hell (Pengkhianat tempatnya di dasar neraka)

Kalimat ini pun di ucapkan oleh si tokoh utama kapten Jack Sparrow kepada William Turner. Waktu pertama mendengar kalimat ini saya langsung teringat sabda kanjeng Nabi Muhammad bahwa orang munafik itu tempatnya di kerak neraka. Kok serasi ya? 

Masalah apa hubungannya Jack Sparrow dengan Nabi Muhammad saya juga tidak tahu. Apakah Jack Sparrow itu muslim sehingga mengutip sabda Nabi itu bisa saja terjadi, tergantung penulis skenario film dan sutradara.

Dead Men Tell No Tales (Orang mati tak bercerita)

Tentu saja. Kalau orang mati bercerita kita sudah tau seperti apa gambaran alam kubur dan rupa malaikat Mungkar Nakir. Mereka yang sudah tiada bisa memberi kabar apakah amalnya diterima atau ditolak. 

Pun ada yang meminta bantuan untuk mengirim harta-benda untuk menutup mulut malaikat agar diringankan dari siksa kubur. Namun sayangnya nggak ada ekspedisi yang mau mengirimkannya.

The pain it cause him was too much to live with, but not enough to cost him to die (Rasa sakit nya itu terasa terlalu berat untuk dibawa hidup, tapi tidak cukup sakit untuk membuatnya mati)

Maaf kalau terjemahan di bagian ini agak membingungkan tapi itulah yang terbaik yang saya bisa. Kata-kata ini tentu mengingatkan anda pada istilah yang sering anda dengar tiap hari: hidup segan mati tak mau. Mirip. Hanya saja kalimat di film itu terasa lebih dalam dan uuuhh!