Pandemi belum sepenuhnya hilang, namun banyak sekolah sudah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka atau luring (Luar Jaringan). Beberapa sekolah menerapkan blended learning, yaitu pembelajaran kombinasi antara tatap muka dan daring (dalam jaringan).

Meskipun begitu, sekolah tidak boleh latah dengan ikut-ikutan menerapkannya. Sekolah perlu mengatur teknis pelaksanaannya. Jangan sampai nanti muncul masalah baru yang justru tidak diinginkan. Banyak pertimbangan yang harus dikedepankan, sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan dengan baik dan maksimal.

Berikut ini 7 hal yang perlu disiapkan guru saat pembelajaran tatap muka diuji cobakan

Lanjutkan penerapan protokol kesehatan

Protokol kesehatan bukan hanya baik dilakukan saat pandemi, namun bisa dilanjutkan sebagai kebiasaan yang baik bagi peserta didik. Contohnya kebiasaan mencuci tangan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan. Dengan terjaganya kesehatan siswa, maka akan meningkatkan kenyamanan selama proses pembelajaran.

Selain itu, pemakaian masker oleh siswa juga mengajarkan tentang kehati-hatian dan kepedulian untuk saling menjaga. Sehingga ini juga sekligus menjadi satu pelatihan pembentukan karakter bagi siswa.

Bangkitkan motivasi belajar siswa

Pandemi memberi dampak yang luar biasa kepada para siswa. Selain cara belajar, mental siswa juga terkena imbasnya. Guru sebaiknya tidak perlu terburu-buru untuk segera memberikan materi kepada siswa. Karena persoalan mental siswa juga perlu diperhatikan. Guru akan lebih bijak jika memulai pembelajaran dengan memberikan motivasi belajar kepada siswa. 

Meskipun secara formal mereka tetap belajar di rumah, namun bisa jadi mereka hanya sekedar melaksanakan rutinitas saja. Belum lagi urusan tugas yang mereka dapatkan, justru semakin membosankan. Jangan sampai nanti saat tatap muka, mereka tetap terbawa dalam kondisi yang sama.

Selama belajar di rumah, para siswa cenderung malas belajar karena adanya pengaruh dari lingkungan sekitar. Maka, bangkitnya motivasi belajar mereka akan memunculkan adanya dorongan dan keinginan belajar lebih baik. Sehingga mampu mencapai target dari pembelajaran yang diharapkan.

Ajarkan materi secukupnya

Selama pandemi guru tidak dituntut untuk fokus terhadap kurikulum. Guru juga tidak perlu memaksakan untuk memberikan banyak materi kepada siswa. di sisi lain, siswa sudah terbiasa dengan porsi belajar yang sederhana saat di rumah. 

Sehingga saat uji coba pembelajaran tatap muka, guru jangan sampai membuat siswa shock. Guru lantas memberikan porsi materi yang normal. Apalagi sampai berfikir untuk kejar tayang materi agar tuntas.

Guru bisa menyederhanakan materi yang memang harus diberikan kepada siswa. Sehingga nantinya murid tidak kaget saat menerimanya. Guru cukup melihat kompetensi yang akan dicapai, lalu menyesuaikan dengan proses pembelajarannya.

Pilihlah metode pembelajaran yang menyenangkan

Pembelajaran daring yang selama ini berlangsung, sangat berbeda dengan pembelajaran saat tatap muka. Metode yang dipakai selama pembelajaran daring bisa jadi terkesan asal-asalan, atau yang penting siswa belajar. 

Jadi saat pembelajaran tatap muka, guru perlu memilih metode pembelajaran yang tepat. Metode yang tepat dipilih tentunya metode yang bisa membuat siswa merasa senang saat bisa kembali bertatap muka di kelas.

Jika pembelajaran bersifat teori, jangan lagi terjebak pada metode menghafalkan. Dan jika pembelajaran bersifat praktik, upayakan untuk memilih metode yang praktis. Sehingga secara tidak langsung, situasi yang menyenangkan akan mengangkat semangat baru bagi siswa dalam belajar.

Kurangi pemberian Tugas atau Pekerjaan Rumah (PR)

Karena masih dalam proses awal tatap muka, hindari pemberian pekerjaan rumah (PR) kepada siswa. Mereka sudah terlalu stres dengan tugas yang selama ini mereka dapatkan selama pandemi.

PR bukan satu-satunya cara membuat siswa mau belajar di rumah. Jika ingin mereka semakin paham dengan materi yang diajarkan, guru bisa menggantinya dengan kegiatan sederhana untuk dilakukan di luar kelas. Semisal mengamati lingkungan rumah masing-masing, atau menceritakan kejadian yang berkaitan dengan materi yang telah diajarkan.

Sisipkan sedikit pesan tentang hikmah di balik Pandemi

Sampaikan kepada siswa jika dibalik kejadian selalu ada hikmah yang bisa didapatkan. Tak terkecuali pandemi yang telah melanda dunia ini. Pandemi tidak hanya persoalan musibah yang menakutkan. Dibalik pandemi, ada banyak kejadian yang justru membuat manusia semakin lebih baik lagi.

Pentingnya menjaga kebersihan, peran orang tua untuk mendampingi anaknya dalam belajar adalah beberapa contohnya. Jika dulu mencuci tangan hanya dilakukan saat mau makan, maka mencuci tangan sekarang dilakukan kapan saja, sebagai upaya kehati-hatian

Terapkan merdeka belajar

Pandemi ini sangat mungkin dijadikan satu proses refleksi dan evaluasi bagi guru. Pelaksanaan pembelajaran selama pandemi secara natural menjadi tantangan dan pembuktian akan kompetensi mereka. Nah, inilah waktu yang tepat bagi guru untuk terbebas dari belenggu administrasi pembelajaran yang sangat rumit. Saatnya guru merdeka dalam berfikir dan mandiri dalam mencari jalan yang terbaik bagi para peserta didiknya.

Guru tidak perlu lagi terbebani tugas administrasi dan instruksi kejar tayang materi. Tapi, guru harus fokus pada kompetensi lalu merancang tahapan proses pembelajaran yang akan dilalui. Dengan begitu, orang tua, siswa dan guru akan menjadi happy.