Hai sobat, sebagai manusia pastinya kita pernah pergi atau pindah ke kota lain bukan? Nah, pastinya kita bertemu suasana baru dan terkadang menurut kita itu adalah hal yang asing. Hal ini bisa terjadi dinegara sendiri ataupun di negeri orang lain.

Perubahan yang terjadi itu biasa disebut culture shock, tidak asing lagi bagi kita yang hobi berpindah atau yang baru saja merantau ke kota orang.

Namun, tidak semua dari kita bisa mengatasi perbedaan suasana baru dengan segala hal baru, kita butuh yang namanya adaptasi tapi ketika kita mengalami culture shock terkadang kita cenderung ada yang bisa terbuka dan yang memilih menutup diri dari suasana baru tersebut.

Tenang semua itu pasti ada jalan keluarnya, maka dari itu artikel ini dibuat. Bagi kalian yang lagi kuliah atau kerja, ada 7 cara untuk mengatasi culture shock yang ada. Ayo, lihat pembahasannya

1. Bersikap tenang

Disini dalam sebuah perbedaan kita sebagai manusia mahkluk ciptaan tuhan pasti tak ada yang sama, ini juga berlaku untuk semua hal yang ada karna sebab itu kita perlunya sikap tenang dalam mengatasi culture shock yang ada dengan ketenangan kita bisa membuat diri kita sendiri nyaman berapa di tempat baru dengan segala perbedaan baru. Maka tumbuhkan lah ketenangan diri dengan selalu berpikir positif. Kamu tenang pasti aman.

2. Menganggap hal baru adalah pelajaran baru bagi kita

Yang kita perlu tanamkan di dalam diri adalah sebuah rasa keingintahuan yang tinggi karna hal itu bisa membuat kita mudah beradaptasi karna memang kita senang dan penasaran sama apa yang terjadi di kota orang, jadinya kita merasa semua perbedaan adalah pelajaran dan pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal untuk kita untuk ke depannya.

3. Menurunkan ego

Kita ketahui bahwa kita ini pindah atau pergi ke kota orang lain ga mungkin tidak ada sebabnya, betul tidak? Pastinya betul tidak mungkin tiba- tiba langsung pindah saja, pasti ada yang terpaksa pindah karena pekerjaan orangtua dan ada juga yang pindah karena harus melanjutkan sekolah yang jauh dari rumah bisa dibilang seperti anak rantau.

Karena itu, biasanya kita mempunyai ego yang ditinggi nih apalagi yang pindah karna orangtua, ketika kita memiliki ego yang tinggi kita cenderung tidak bisa beradaptasi oleh hal baru atau kita bisa saja terjerumus ke hal yang tidak baik. Dengan menurunkan ego kita bisa mudah mengamati perubahan yang ada dengan baik.

4. Mudah untuk bersosialisasi

Mempunyai sikap mudah bersosialisasi ini cukup sulit diterapkan karna kita semua mempunyai karakter yang berbeda ada yang introvert dan Ekstrovert, apalagi masalah nya ini kita harus adanya interaksi antar individu arau kelompok. Namun, kita perlu rasa kemauan agar sosialisasinya berjalan dengan lancar, mungkin bisa dimulai dari teman samping kos sendiri. 

5. Belajar untuk mencintai kota yang kita datangin

Hmm, membahas pasal cinta sangatlah luas pengertiannya. Cinta adalah suatu rasa yang dirasakan seseorang ketika dia nyaman berada di suatu tempat atau ruang. Ketika sebuah ruang diisi dengan cinta kita akan merasakan ruang itu penuh dengan kehangatan dan kenyamanan dan membuat kita mudah untuk membuka diri kita tanpa merasakan ketakutan.

Jadi, kita harus mencintai kota tersebut dahulu baru beranjak ke suasana, makanan, karakter orang di sekitar sana. Maka, ketika tahapan itu terlalui kita bisa merasakan rasa memiliki terhadap kota tersebut.

6. Mencari teman yang suportif

Wah, sebelum ketahap ini kita harus melalui tahap sebelumnya karna jika tidak ada tahap sebelumnya kita akan susah untuk membaur dan menemukan temen yang suportif bagi kita atau mempunyai dampak positif. Hal ini penting karena keberjalanan kita selalu diiringin dengan adanya teman yang selalu ada apalagi kita sebagai anak rantauan jauh dari orangtua. Mereka juga bisa berubah menjadi orangtua bagi kita yang selalu menjaga, salung mengingatkan, dan memarahi jika kita melakukan kesalahan jadi dengan ini kita bisa meminimalisir masuknya pergaulan yang buruk.

7. Memiliki sikap yang dewasa

Kedewasaan memang tidak diukur dari umur tapi orang yang berumur haruslah memiliki kedewasaan. Dalam menyikapi permasalahan yang rumit ataupun tidak itu perlu dengan cara yang dewasa seperti melihat dari berbagai sudut itu berasal, apakah salahnya di sini atau salahnya di bagian mana jadi kita bisa memilih jalan tengahnya bukan dengan langsung menghakimi sebuah masalah itu.

Ketika kita memiliki sikap dewasa akan mudah bagi kita beradaptasi kita tidak semerta-merta marah, gundah, kesal tanpa sebab. Sebagai tanda kedewasaan kita dapat memusyawarahkan masalah tadi dengan diri kita atau orang lain. Hal ini membuat kita bisa bertahan dengan culture shock yang ada. 

Tidak ada perjuangan yang sia-sia hanya ada kamu yang menyia-siakan perjuangan. Lakukanlah ketika kamu memiliki tekad sebelum tekad termakan janjimu. 

Nah, sudah jelas kan sekarang bagaimana kita seharusnya mengatasi culture shock yang ada, jadi jangan takut lagi untuk memulai hal baru ya karna semua adalah pengalaman yang nyata. Dari cara menyikapi culture shock yang ada kamu akan terbiasa dengan sesuatu yang baru sampai nantinya.