Furniture kayu jati bekas meningkat pamornya seiring dengan kafe atau resto yang mendekorasi ruangannya dengan gaya vintage atau retro modern. Kualitas furniture kayu jati bekas juga tidak kalah dengan furniture kayu jati baru. Dari segi harga furniture kayu jati bekas juga jauh lebih murah dibandingkan dengan furniture kayu jati baru untuk level kualitas yang sama.

Walaupun begitu tidak semua furniture kayu jati bekas pasti berkualitas bagus. Diperlukan kejelian dan kehati-hatian kita dalam memilih furniture kayu jati bekas agar kita tidak salah memilih.

Berikut 7 cara memilih furniture kayu jati bekas berkualitas:

  • 1. Cek secara detail bahan kayu bagian luar dan dalam furniture.

  • Pengecekan ini bertujuan untuk mengetahui apakah furniture tersebut seluruhnya berbahan kayu jati atau padu padan kayu jati dan multiplex.
  • Contoh furniture yang sering dipadu padan bahannya misalnya buffet. Kerangka buffet terbuat dari kayu jati, bagian luar terbuat dari kayu jati, tetapi bagian belakang dan laci-lacinya terbuat dari multiplex. Jika membeli furniture kayu jati bekas, pastikan bahwa seluruh bagian dari furniture tersebut adalah berbahan kayu jati, bukan padu padan jati dengan multiplex atau kayu lainnya dengan cara mengecek satu persatu semua bagian buffet termasuk laci-laci di dalamnya.

  • 2. Cek lebar kayu dalam suatu bidang permukaan furniture. 

  • Semakin lebar kayu, menandakan kayu jati nya semakin tua, artinya kalau dilihat secara kualitas, semakin tua kayu semakin bagus kualitasnya.

  • Contoh: jika ada 2 meja kayu jati yang lebarnya sama sama 1 meter misalnya, meja A terdiri dari 4 sambungan kayu jati masing masing 25 cm, meja B terdiri dari 2 sambungan kayu jati masing masing 50 cm, maka meja B dari segi kualitas lebih baik karena umur kayu jati nya lebih tua dari meja A

  • 3. Perhatikan kerapatan serat kayu pada permukaan furniture jati bekas tersebut.  

  • Kayu jati mempunyai lingkaran tahun, terdiri dari lapisan-lapisan kambium yang berkembang satu lapis setiap tahunnya. Usia kayu bisa dilihat dari jumlah lingkaran tahun tersebut. Semakin tua kayu jatinya, semakin banyak lingkaran tahunnya, semakin rapat serat kayunya. Tidak ada panduan khusus berapa mm kerapatan serat-seratnya, disini saya beri gambar ilustrasi saja agar lebih jelas. Serat kayu pada gambar A lebih rapat daripada serat kayu pada gambar B. Kualitas kayu A lebih bagus daripada kayu B.
  •             
  •                                            Gambar A

                                          Gambar B

  • Serat yang rapat juga menunjukkan potongan terbaik dari bagian kayu jati tersebut, yaitu bagian mature wood (kayu dewasa), menurut Hairi Cipta, Quora.com.

  •                                          (Gambar: Hindawi.com)

  • Jadi perhatikan serat pada permukaan pada furniture kayu jati bekas yang akan kita beli, semakin rapat seratnya, semakin bagus kualitas kayunya

  • 4. Cek jika ada kerusakan kecil.

  • Namanya furniture kayu bekas, kadang ada kerusakan kecil disana sini, selama kerusakan ini masih bisa diperbaiki dengan mudah, furniture kayu jati bekas tersebut tetap layak dibeli. Pelitur kayu yang sudah buram misalnya, atau tarikan laci yang terbuat dari logam lepas, kerusakan kerusakan kecil seperti ini sangat mudah diperbaiki. Banyak tukang yang bisa mereparasi furniture kayu jati bekas. Biaya untuk membeli furniture kayu jati  bekas dan mereparasinya biasanya tetap lebih murah daripada membeli furniture kayu jati baru dengan kualitas yang sama.

  • 5. Pastikan tidak ada lubang-lubang di badan furniture kayu jati bekas.

  • Lubang-lubang ini biasanya mengindikasikan adanya hewan kecil pemakan kayu entah kutu kayu atau ulat kayu. Walaupun secara teori kayu jati tidak akan dimakan hewan-hewan kecil tersebut, tetapi furniture kayu jati yang terbuat dari jati muda kemungkinan masih bisa dimakan hewan-hewan kecil tersebut.

  • 6. Membeli di penjual barang lama yang banyak menjual furniture kayu jati bekas, bukan di penjual barang bekas yang campur aduk menjual berbagai barang.

  •  Biasanya penjual barang lama banyak mendapatkan furniture kayu jati bekas dari rumah rumah lama yang kualitas jatinya biasanya menggunakan jati tua. Beda dengan penjual barang bekas yang campur aduk menjual berbagai jenis barang baik barang bekas baru maupun barang bekas lama, mereka membeli apa saja barang bekas tanpa biasanya terlalu peduli pada kualitas barangnya.

  • 7. Untuk furniture yang berbahan kayu dan bahan kain, misalnya kursi, yang perlu dilihat adalah kayu nya.

  • Jika kualitas kayu jati bagus, tetapi bagian kainnya sudah rusak, tidak apa apa , masih layak dibeli, karena toh biasanya bagian kain ini akan tetap kita ganti walaupun tidak dalam kondisi rusak.  Fokus saja ke kayu nya.

 Jadi sebelum kita membeli furniture kayu jati bekas berkualitas, pastikan kita memahami cara memilih  dengan benar seperti diuraikan diatas agar kita tidak salah memilih.