Serangan covid sangat mematikan bisnis...!  

Perkembangan bisnis di tahun 2020 sangat tidak terduga. Pandemi global tiba-tiba menyerang  secara drastis dan melumpuhkan segi-segi pertumbuhan bisnis di dunia.  Akibatnya adalah terjadi perubahan perilaku belanja  konsumen secara drastis.

Bagaimana membuat prediksi cerdas tentang apa yang mungkin terjadi dalam setahun ke depan?.

Francesca Nicasio telah mengumpulkan beberapa prediksi ritel yang kemungkinan besar akan populer di tahun 2021. Lihat di bawah ini dan bagaimana Anda memanfaatkannya untuk keunggulan  bisnis Anda.

1. Perilaku Belanja Gaya Pandemi akan Tetap Berjalan

COVID-19 telah mempercepat teknologi pelayanan yang membuat pelanggan berbelanja dengan sesedikit mungkin kontak dengan orang lain. Teknik belanja BOPIS (Buy Online Pick-up In Store) atau “Beli secara online, barang dijemput di toko,” telah mengalami lonjakan yang tinggi.  Menurut Penelitian Kibo Commerce, BOPIS tumbuh 500% selama pandemi.

Penggunaan alat pembayaran nirsentuh ( kartu,  ponsel, dll) juga mengalami peningkatan. Menurut Data industri, hampir sepertiga konsumen AS menjadi pengguna awal pembayaran nirsentuh selama pandemi; dan pada Maret 2020, pembayaran nirsentuh tumbuh sebesar 25%.

Mengapa pembeli mengadopsi alat dan layanan ini. Orang mencari jalan untuk melakukan pembelian dengan cara yang paling aman dan nyaman. Dan BOPIS beserta pembayaran seluler menyediakan itu.

Tetapi yang menarik adalah, banyak pembeli berniat menggunakan layanan ini lama setelah pandemi berakhir. Menurut riset McKinsey, 56% konsumen akan terus menggunakan BOPIS setelah pandemi. Dan ini  rasanya akan terus digunakan di belahan dunia lainya.

Jangan salah, konsumen tak akan kembali ke kebiasaan belanja lama mereka saat COVID-19 mereda nanti. Itulah mengapa Anda perlu memastikan bahwa tokonya dapat mengakomodasi perilaku baru konsumen ini.

2. Mempertahankan Loyalitas Pelanggan Semakin Kompetitif

Mempertahankan loyalitas pelanggan menjadi tugas yang amat menantang di tahun 2021. Data dari McKinsey mengungkapkan bahwa 36% konsumen mencoba barang merek baru di tengah pandemi. Dari pembeli tersebut, 73% berencana untuk mengganti merek barang belanjaan. Alasannya mungkin karena harga, kualitas, distribusi, dll.

Pembeli sekarang tidak takut untuk mencoba produk baru dan perilaku baru, dan tren ini mungkin akan lebih menonjol pada tahun 2021, seiring dengan masuknya merek baru ke pasar. Ini berarti Anda perlu bekerja ekstra keras untuk mengikat pelanggan yang ada dan memastikan mereka tidak beralih ke pesaing.

Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah, gali informasi dan wawasan tentang pelanggan Anda. Dari mana asal mereka? Saluran pembelian apa yang mereka gunakan? Jenis konsumen apa yang Anda miliki, dari sudut pandang demografis dan psikografis?

Kelompokkan pembeli berdasarkan profil dan perilaku pembelian mereka, lalu sesuaikan pesan dan promosinya. Ini akan memungkinkan untuk menentukan siapa pelanggan utama Anda, pembeli mana yang menjauh, dan pelanggan mana yang perlu dilibatkan kembali dengan sebuah penawaran.

3. Content Marketing Kreatif yang akan Unggul

Content marketing yang menarik adalah - dan akan terus menjadi - raja pada tahun 2021 dan seterusnya. Dengan konsumen yang tidak takut untuk berganti merek, salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan supaya pembeli tetap terikat adalah, membuat content marketing yang benar-benar sesuai dengan target konsumen Anda.

Untuk mencapai ini dimulai dengan mengetahui siapa yang Anda targetkan. Kenali tema, bahasa, dan gaya komunikasi yang disukai audiens Anda. Lalu kekecewaan, aspirasi, dan usulannya akan membantu menyusun pesan content marketing yang pas.

Sekilas, content marketing merupakan sebuah strategi marketing dalam membuat dan menyebarkan konten yang berharga, relevan, dan konsisten tentang produk Anda untuk menarik perhatian audiens yang dituju.  Juga bertujuan membangun relasi yang kuat dengan para audiens dalam jangka waktu lama.

Istilah ini sering  digunakan dalam konteks digital marketing. Penting untuk diketahui,  platform komunikasi dan media apa yang digunakan saat mendistribusikan pesan. Sarana Video tampaknya paling sering digunakan, terutama di antara pembeli yang lebih muda.

4. Fokus Baru ke Bisnis Lokal

Gerakan memajukan "toko lokal" terjadi selama bertahun-tahun, tapi kebangkitan besarnya pada tahun 2020, yang kemungkinan berlanjut pada 2021. Penelitian YouGov menemukan bahwa sebagai akibat dari COVID-19, 64% konsumen lebih memilih untuk berbelanja dari bisnis lokal, dan 70% wanita lebih cenderung membeli dalam komunitas mereka.

Sebagai pebisnis lokal, temukan cara untuk mempromosikan diri Anda di lingkungan Anda. Berinvestasilah dalam kampanye yang mempromosikan perkembangan toko lokal atau bermitra dengan pebisnis lain (yang bukan pesaing) di area tersebut untuk menggencarkan informasi.

Cara lain, tingkatkan visibilitas Anda dalam pencarian (searching) lokal. Menurut penelitian, 90% pembeli global melakukan pencarian online dulu sebelum mengunjungi toko. Untuk itu, pastikan bisnis Anda mudah ditemukan secara online dengan memanfaatkan Google My Business.

Buka situs Google My Business dan siapkan (atau klaim) listingan Anda dari sana. Prosesnya mencakup pemberian info perusahaan Anda dan verifikasi kepemilikan melalui telepon, melalui SMS, dll.

Setelah langkah itu selesai, kelola Profil Bisnis Anda dengan menambahkan dan mengedit detail info sebanyak mungkin termasuk detail kontak dan jam buka toko agar pelanggan mengetahui bagaimana cara menghubungi Anda. Tambahkan foto toko dan undanglah pelanggan untuk  mengulas bisnis Anda. Upayakan meng-update bisnis Anda secara rutin.

5. Konsumen Lebih Terencana dalam Belanja, Searching dulu

Menurut Laporan Facebook IQ’s Future of Shopping, sebelum berkunjung ke toko, konsumen modern lebih berencana dengan bantuan sarana online, alias searching dulu. Dan sekitar dua pertiga pembeli mengatakan, keputusan berbelanja mereka umumnya telah direncanakan, tidak spontan.

Semua ini untuk menggambarkan bahwa bisnis anda semakin penting untuk muncul sejak "fase penelitian" dari proses awal cara belanja pelanggan Anda. Perhatikan alat, situs web, dan saluran yang digunakan pelanggan Anda dalam mendapatkan suatu produk, dan pastikan Anda memiliki keberadaan yang kuat di “area pencarian” tersebut.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah Google. Anda perlu lebih meningkatkan kehadiran bisnis ritel Anda di Google dengan menampilkan data stok barang toko Anda terlihat oleh pembeli di web. Dan Anda dapat melakukannya dengan menggunakan solusi seperti aplikasi Pointy dari Google.

Manakah dari Prediksi Ritel itu yang Akan Aktif pada Tahun 2021?

Waktu akan memberi tahu apakah prediksi ini akan terjadi di masa yang akan datang, tetapi tidak ada salahnya untuk mengeksplorasi apa yang mungkin terjadi, agar Anda dapat bersiap.

Amati di lingkungan bisnis Anda, tren apa yg sedang terjadi dan yang mungkin terjadi. Maka Anda bisa menyambutnya lebih cepat di muka.