Situasi pandemi ini membuat kita harus menghindari kerumunan sebagaimana saran pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Salah satu cara untuk menghindari kerumunan adalah menjaga agar seminimal mungkin masuk ke kendaraan umum.  

Karena itu banyak diantara kita yang memilih menggunakan kendaraan pribadi ketika ada kebutuhan ke luar kota. Baik itu menggunakan kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4. Saya sendiri melakukannya, sudah hampir 1 tahun ini saya mengandalkan kendaraan pribadi jika ada kebutuhan ke luar kota. 

Melakukan rutinitas ke luar kota sering membuat orang merasa jenuh selama dalam perjalanan. Rasa jenuh memang tidak bisa disepelekan begitu saja, kejenuhan bisa mengurangi konsentrasi dan dapat membahayakan pengendara dan orang lain sesama pengguna jalan. Bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan.

Sebagai pekerja AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi) yang menggunakan kendaraan pribadi, seringkali saya menemui rasa bosan selama di jalan. Rutinitas berkendara di pagi hari saat berangkat kerja dan sore harinya diwaktu pulang kerja menjadi hal yang harus dilakukan oleh karyawan seperti saya. 

Dalam 1 hari, setidaknya saya menghabiskan waktu selama 4 jam di jalan yakni 2 jam untuk berangkat kerja dan 2 jam untuk pulang kerja.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi saya (dan juga anda yang bernasib sama dengan saya) untuk bisa bertahan dan berusaha menghilangkan rasa bosan itu. Bagaimana caranya? Nah,  5 tips ala saya berikut bisa dicoba agar kita tidak bosan selama perjalanan ke/dari tempat kerja, walaupun itu dilakukan setiap hari:

#1. Bagi titik-titik imajiner perjalanan anda

Ilustrasinya seperti ini. Seandainya jalan yang anda tempuh berupa garis, anda bisa membagi garis tersebut dengan beberapa titik. Perjalanan akan serasa jauh jika anda hanya membayangkan garis itu hanya dalam 2 titik saja, titik awal perjalanan dan titik akhir perjalanan.

Misalnya jarak antara rumah dan tempat  bekerja adalah 60 km. Agar jaraknya dekat, saya membagi 60 km itu menjadi 4 titik, maka seolah-olah saya hanya menempuh perjalanan sepanjang 4 x 15 km. Hal yang demikian, secara psikologis akan meringankan beban saya dibanding jika menempuh perjalanan 1 x 60 km.

#2. Sapalah alam sepanjang perjalanan

Terdengar konyol memang, tapi saya melakukannya. Ketika saya mulai bosan di jalan, saya mulai menyapa alam yang saya lalui. Misal katakan "hai pohon", "selamat pagi sawah", atau "apa kabar rumput”. Dengan begitu kita tidak merasa sendiri  dan seolah-olah kita ketemu dengan teman. Sungguh menyenangkan, cobalah. 

Tapi tentu saja, anda harus melakukannya dengan suara lirih yang cukup anda dengar sendiri. Bukan dengan cara berteriak-teriak, yang menyita perhatian orang lain kan.  

#3. Temukan tempat makan favorit

Tips berikutnya adalah Anda harus menemukan tempat makan favorit. Setiap orang pastinya punya makanan favorit dan tahu dimana mendapatkannya. Demi makanan seseorang rela menempuh jarak yang jauh.

Saya sarankan bukan makanan yang berat, yang justru biasanya membuat kita menjadi mengantuk setelah makan. Selain untuk beristirahat sejenak, mengisi asupan makanan bisa menambah energi dan mengembalikan konsentrasi untuk melanjutkan berikutnya.

Maka jika anda sudah merasa jenuh dan merasa berat untuk pergi ke kantor karena malas membayangkan lamanya waktu tempuh perjalanan, anggap saja anda mau ke warung pasti bakal lebih semangat ke tempat kerjanya.

#4. Mengubah rute

Mengubah rute akan mengurangi rasa bosan di jalan, seandainya anda biasa berkendara di jalur A, maka cobalah anda berkendara melewati jalur B atau bahkan jalur C. Sedikit jauh gak papa yang penting kita bisa enjoy di jalan. Jalur baru, suasana baru, semangat baru.

Rumah saya di Ponorogo, sedangkan tempat kerja saya di Ngawi. Jalur pertama yang saya tempuh bisa melalui Magetan. Jalur ini menawarkan pemandangan pegunungan, persawahan dengan lalu lintas yang relatif sepi. Kedua jika lewat madiun, kita bisa menikmati suasana perkotaan dengan jalur lalu lintas yang lebih ramai. 

Tentu saja saya lebih senang lewat jalur Magetan karena suasananya lebih asri, namun sesekali juga saya lewat Madiun karena ada warung langganan saya di sana.

#5. Mengkombinasikan jenis kendaraan yang digunakan

Mobil dan motor merupakan jenis kendaraan pribadi yang cocok digunakan untuk perjalanan luar kota. Masing-masing memiliki sensasi yang berbeda bagi pengendaranya. 

Naik mobil yang dilengkapi fasilitas AC dan perangkat audio memberikan kenyamanan dan menghindarkan pengemudinya dari rasa bosan di jalan. Tentu saja, dengan kenyamanan naik mobil mesti dibayar dengan biaya perjalanan yang lebih mahal.

Sedangkan naik motor, walaupun tidak senyaman mobil, memiliki sensasi yang berbeda. Naik motor membuat pengendaranya merasa bebas, menyatu dengan alam terbuka secara langsung. Dan juga, tentunya mengendarai motor dibutuhkan biaya yang lebih hemat. 

Jika anda mempunyai pilihan jenis kendaraan, cobalah menggunakannya berganti-ganti. Tapi lihat-liat cuaca dan kondisi jalanan juga sih. Beberapa bulan lalu saya lebih sering menggunakan mobil karena musim penghujan. Namun akhir-akhir ini saya memilih sepeda motor karena lebih gesit menghindari kemacetan.

Demikianlah tips dari saya, adakah yang cocok dengan anda? Bolehlah dicoba agar anda tetap semangat bekerja walaupun rumah anda jauh dari kantor.