Masa pembatasan sosial akibat masa pandemi yang berkepanjangan menimbulkan implikasi negatif bagi seluruh lini kehidupan. Tidak terkecuali dan merasakan dampak paling parah selain dunia kesehatan adalah dunia usaha. Bahkan aneka kebijakan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dirangkaikan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat pelaku usaha tidak bisa berbuat banyak kecuali segera melakukan penghentian sementara atau menutup permanen aktifitas usahanya. 

Dalam hal ini, contoh bisnis yang paling parah terdampak adalah sektor ritel dan pariwisata. Terbukti dari penutupan sebagian hotel dan tempat hiburan serta beberapa gerai restoran cepat saji.

Meski terkena dampak paling merugikan akibat pandemi, beberapa pemilik usaha tidak serta merta melakukan PHK terhadap karyawan. Sebagian perusahaan menempuh jalur yang lebih ramah, yakni dengan melaksanakan aturan libur sementara atau merumahkan para pekerja.

Nah, ketimbang banyak mengeluh pada saat lay off  ini, kita dapat mengisinya dengan kegiatan yang lebih bermakna, diantaranya dengan mengikuti kursus atau pelatihan singkat secara online  (daring). Tapi hati-hati, sebagian pelatihan daring malah membuat beberapa karyawan mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja, karena pelatihan tersebut ternyata dapat menjadi “dewa penolong” yang justru sangat menghasilkan. 

            .

  • 1. Menulis
  • Kesalahan pola pikir jamak selama ini adalah menganggap bahwa kemampuan menulis hanya monopoli mereka yang berbakat atau kreatif.  Faktanya untuk menjadi seorang penulis tidak harus memiliki talenta atau harus memiliki latar belakang pendidikan bahasa dan sastra. Karena menulis sebenarnya adalah sebuah keterampilan yang bisa dipelajari oleh siapapun.
  • Jangan khawatir keterampilan ini tidak akan sia-sia karena banyak yang dapat dilakukan jika kemampuan menulis anda terasah dengan baik. Hasil tulisan anda dapat langsung anda kirimkan ke media daring atau cetak untuk mendapat honorarium. Karena di masa pandemi justru minat baca melonjak secara signifikan. Anda yang berminat di bidang fiksi dapat memulainya dengan menulis puisi atau cerita pendek. Sedangkan bagi yang memiliki ketertarikan di bidang non-fiksi  dapat mencoba menulisi tips, tutorial, atau artikel bagi perusahaan untuk mendongkrak penjualan.

  • 2. Pengelolaan Keuangan Keluarga

Kesulitan yang sering dihadapi oleh banyak orang atau rumah tangga adalah belum memiliki kemampuan yang mantap dalam bidang pengelolaan keuangan. Uang gaji yang habis di pertengahan bulan, sulitnya menabung, hingga pengeluaran tak terduga dengan porsi yang sangat besar sering menjadi momok menakutkan. Akar semua permasalahan ini justru bukan pada pemasukan yang terlalu minim, namun pada kemampuan manajerial anggota keluarga yang sangat rendah. Hal ini tentunya akan menjadi bom waktu dikemudian jika tidak segera terpecahkan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan pencataan pemasukan dan pengeluaran keuangan (cashflow), skala prioritas, posting anggaran untuk beberapa kebutuhan, hingga rencana-rencana investasi untuk kebutuhan masa depan.

  •  
  • 3. Parenting

Selama bekerja sebelum masa pandemi mungkin anda terlewat untuk memperhatikan tahap-tahap tumbuh-kembang buah hati. Atas nama kesibukan, fokus untuk membahagiakan anak-anak acapkali dikorbankan.

Pada masa libur akibat pandemi ini, tidak ada salahnya untuk mengikuti pelatihan kepengasuhan secara virtual. Mungkin selama ini kita menerapkan cara yang salah dalam mengasuh anak, atau permasalahan komunikasi dengan putra-putri anda dikala mereka memasuki masa pubertas.

Pelatihan semacam ini selain bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola asuh yang benar, jika dilakukan dalam konsep sebuah keluarga juga sangat berguna untuk membangun kedekatan dengan buah hati selama mereka belajar daring di rumah. 

  • 4. Berkebun 

Hal ini memang terkesan sepele, namun bagi beberapa orang berkebun dapat menjadi obat pembunuh stres yang efektif. Bagi mereka yang tinggal diwilayah pedesaan dengan kondisi lahan yang luas mungkin tidak terlalu kesulitan melakukan kegiatan berkebun ini. Namun bagi kaum urban  kondisi lahan yang terbatas tentunya menjadi kendala tersendiri.  Para pakar kemudian mencari metode-metode baru untuk bercocok tanam di lahan yang terbatas. Mulai dari sistem hidroponik, hingga menanam sayur dan buah dalam pot. Selain menjadi pelepas penat yang efektif, berkebun juga memiliki manfaat ekonomis. Sayur atau buah yang dihasilkan dapat langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan nutrisi  keluarga yang sehat dan penuh gizi.

  • 5. Kewirausahaan

Kondisi ekonomi yang tidak menentu disebabkan oleh faktor-faktor diluar ekonomi itu sendiri menuntut kita harus lebih kreatif mencari peluang usaha baru. Anggapan sebagian orang bahwa keadaan ekonomi mereka akan baik-baik saja seakan terbantahkan menghadapi peristiwa unpredictable semacam pandemi covid-19. Tentu musibah tidak untuk diratapi saja, dibutuhkan tekad baja untuk bangkit dari keterpurukan. Kesulitan finansial yang dihadapi para pekerja akibat masa pandemi ini seharusnya membuat kita lebih kreatif. Pelatihan yang berbasis entrepreneurship banyak diselenggarakan untuk membantu peserta dalam bidang keuangan. Contoh dari pelatihan wirausaha ini adalah semacam pembuatan kerajinan tangan, makanan ringan, dan minuman. Pelatihan daring seperti ini juga dapat memberikan dampak langsung terhadap kondisi finansial. Tentunya, produk yang dihasilkan oleh peserta akan lebih mudah diserap pasar jika ditunjang dengan pemasaran secara daring melalui marketplace atau media sosial.

Well, Bagi anda para karyawan yang terkena aturan libur sementara dari perusahaan tidak perlu larut dalam  kemalasan atau menjadi kaum rebahan yang tidak melakukan apa-apa selama masa lay off. Beberapa pelatihan diatas dapat membantu anda untuk tetap mendapat asupan ilmu sekaligus menjadikan kita lebih produktif selama berkegiatan dari rumah.