Memang hidup tak selalu beruntung, terkadang apa yang kita lalui tak selalu sesuai dengan harapan. Begitu banyak problematika dalam hidup yang datang silih berganti. Yang meremukkan asa. Yang menghantam rasa dalam kepalsuan. Yang menghimpit doa sebelum terwujud. 

Berikut 5 nasihat diri untuk jiwa yang lemah yang tak luput dari salah dan dosa :

1. Stop Tipu-Tipu! 

"Hakikat diri adalah rasa ingin dihargai. Acapkali rasa ingin dihargai membuat kita bertindak tidak apa adanya. Pada akhirnya itu akan merepotkan diri sendiri. Sebab, lambat laun waktu akan menguaknya juga. Renungkan lah dan perbaiki niat dimulai dari saat ini."

Siapa pun Anda, bagaimana pun posisi Anda dalam hidup, baik senang maupun susah. Hakikat diri adalah rasa ingin dihargai orang lain. Tujuan ingin dihargai pada dasarnya adalah untuk mendapatkan kemuliaan. Hanya saja perilaku ingin dihargai sering kali membuat kita lupa akan diri. Bahkan, tidak jarang perbuatan itu akan merugikan diri sendiri dan orang lain. 

Tidak sedikit dari kita yang ternyata menyimpan berjuta rahasia bahkan kepada diri sendiri. Kita sering menipu diri untuk menunjukkan sisi lain kepada orang lain. Tidak pernah mau jujur kepada diri sendiri atas apapun yang sedang dirasakan. Setiap orang sudah barang tentu memiliki nilai dalam diri untuk dihargai orang lain. Tinggal bagaimana kita memposisikan diri di depan orang lain tanpa harus menipu diri sendiri. Percayalah saudaraku itu bikin repot dan pusing. Bagaimana keputusanmu? 

2. Lelah Itu Biasa

"Tak mengapa lelah direndahkan orang lain, asalkan hidup dalam kebaikan. Bukankah celah untuk masuk surga adalah berbuat baik untuk dirimu sendiri dan orang lain?"

Kehidupan ini akan selalu menemukan rintangan. Setiap apa yang kita lalui tidak semua jalan ditempuh dengan mulus, banyak juga yang terjal dan berlubang. Untuk sampai ke tujuan, kita harus mempunyai semangat yang luar biasa. Begitu juga dengan kebaikan yang kita lakukan, akan banyak cemoohan yang datang bertubi-tubi menghantui bahkan melekat di sekitar kita. 

Terkadang berbuat baik pun kita sering disalahartikan orang lain. Tak jarang kebaikan kita dijadikan alasan untuk merendahkan nilai dalam diri. 

Satu hal yang harus diyakini, tak mengapa orang tak menganggap kebaikan kita. Sejatinya balasan terhadap apa yang kita lakukan, muaranya Tuhan yang menentukan di akhirat kelak. Sepakat? 

3. Sombong Itu Penyakit

"Janganlah sesekali hatimu menganga menampakkan keistimewaan diri di depan orang lain hanya karena merasa diri lebih banyak membuahkan hasil dalam hidup. Terkadang hasil itu didapat karena Tuhan memberimu kesempatan lebih dahulu daripada orang lain. Bagaimana jika kesempatan itu hilang seketika?"

Penyakit hati yang paling berbahaya adalah sombong. Jika sudah tertanam rasa sombong dalam diri, tidak jarang akan mempengaruhi cara berbicara, bertindak dan memperlakukan orang lain sesuka hati dengan menganggap orang lain tidak ada apa-apanya dibandingkan diri kita. Untuk melatih diri menjadi lebih baik, beranggapanlah semua hasil atau rezeki yang kita punya adalah titipan dari Tuhan yang bisa kapan saja diambil jika kita tidak pandai bersyukur. Salah satu cara kita bersyukur adalah dengan bersedekah. Yakinlah diantara harta yang kita punya ada hak orang lain yang membutuhkannya. 

Saudaraku, jadilah manusia yang paling beruntung di muka bumi ini dengan selalu memperbaiki diri. Sudah kah Anda berbenah diri? 

4. Aku di depanmu

"Percayalah, jika kamu terbiasa bersikap berbeda baik di depan maupun di belakang orang lain, mereka yang mengetahuinya akan berlaku yang sama terhadapmu. Sampai kamu berada di titik jenuh mencari kebenaran, karena semuanya menampakkan diri dengan kemunafikan."

Sering terbiasa menampakkan sesuatu yang sejalan dengan kebenaran di depan orang banyak, padahal kondisi batinnya atau perbuatan yang sebenarnya tidak demikian merupakan ciri seorang yang munafik. Biasanya dilakukan karena seseorang memiliki suatu kepentingan yang ingin dicapai. Lebih berbahaya lagi jika sampai berniat untuk bermuka dua. Bersikap lain di depan lain di belakang dengan memperlihatkan sisi baik daripada sisi buruk. Ini tidak akan bertahan lama saudaraku. Orang lain yang mengetahui jika kita memiliki sifat seperti ini bisa berlaku yang sama seperti apa yang kita lakukan. Bukankah ini merugikan diri kita sendiri? 

5. Ujian Naik Kelas

"Seberat apa pun ujian yang dihadapi, pesan pada diri : Manusia yang dipilih Tuhan untuk melewati ini adalah aku dan aku cukup mampu menjadi pemenang mengalahkan banyak orang yang bisa jadi tak sanggup melewatinya."

Tak ada pilihan untuk mengelak dari ujian Tuhan. Semua proses yang berjalan harus dilewati. Apapun cobaannya, ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, krisis pangan sampai kematian semua itu sudah menjadi ketetapan-Nya. Tinggal bagaimana kita sebagai hambanya kuat atau tidak melewati itu semua. Yakinlah pada diri bahwa Tuhan memilih kita menghadapi ujian ini karena kesanggupan dan kekuatan kita melebihi dari apa yang orang lain terima. Sesungguhnya di balik kesulitan akan ada kemudahan jika kamu tidak berputus asa. Jangan menyerah!