"Ketinggalan kereta memang nyesek, tapi lebih nyesek lagi ketinggalan promo." Kalimat itu muncul di layar media promosi di dalam lift gedung kantor dalam perjalanan ke lantai 6 pagi ini.

Dilengkapi dengan ilustrasi video seorang perempuan yang berlari terengah-engah di peron dengan latar belakang kereta api yang bergerak menjauh memang sangat eye catching. Wajah-wajah bengong di lift pun serentak menoleh mencermatinya.

Belanja online di masa sekarang ini memang tak bisa dihindari. Ketika orang tak mau lagi berkerumun, belanja offline tak lagi ngetrend.

Apalagi dengan kian bertebarannya situs belanja online yang menawarkan kemudahan proses transaksi, bebas ongkir, hingga beragam promo membuat belanja online kini tak lagi sebatas kebutuhan namun juga menjadi sarana hiburan.

Sambil rebahan, kegiatan rutin sebagaian besar ibu rumah tangga setelah selesai memasak dan berbenah rumah adalah membuka situs belanja online. Aktivitas ini bisa dilakukan dengan asyik tanpa terusik, hingga terkadang mengalahkan kecanduan drakor.

Maraknya promo flash sale pada situs belanja online kian membuat nafsu belanja merajalela. Bagaimana tidak tergiur bila barang incaran berharga ratusan ribu rupiah ditawarkan hanya dengan harga puluhan ribu rupiah saja? Harga yang terpangkas bahkan bisa mencapai 90%.

Untuk lebih memacu adrenalin, flash sale sengaja ditawarkan dalam kurun waktu yang sangat sempit supaya calon pembeli tidak kelamaan mikir. Keputusan untuk memasukkan barang ke keranjang pun dilakukan hanya dalam hitungan detik, supaya tidak kalah cepat dari calon pembeli lain.

Rasanya memang memuaskan ketika berhasil mendapatkan barang incaran dengan harga murah. Namun tak jarang  barang yang datang ternyata tak sesuai harapan.

Saya mengambil contoh dari pengalaman pribadi ketika membeli produk kosmetik merk terkenal dengan harga flash sale diskon 70%. Waktu klik barang, pilih metode pengiriman hingga melakukan pembayaran rasanya senang karena merasa berhasil menghemat anggaran. Namun ketika barang datang, hanya rasa kesal yang menghampiri karena barang yang didapat ternyata stok lama dan mendekati masa expired. Ternyata promo flash sale juga menjadi sarana cuci gudang bagi oknum penjual nakal.

Membeli barang diskon pada promo flash sale memang harus jeli. Tak jarang barang yang ditawarkan berkualitas sangat rendah hingga tak sebanding dengan harganya.  Supaya tidak terjebak pada promo flash sale yang menyesatkan, ada trik yang bisa dilakukan untuk menyiasatinya.

# 1. Belanja barang sesuai kebutuhan

Dengan membiasakan diri membuat daftar kebutuhan, nafsu belanja akan sedikit teredam. Ketika berselancar di antara jutaan barang yang ditawarkan, cari hanya jenis barang yang memang dibutuhkan dan perlu dibeli saja. Cara ini efektif memangkas belanja barang yang tak dibutuhkan.

# 2. Buat anggaran khusus untuk belanja hobby

Meskipun daftar belanja sudah dibuat, namun mematuhinya adalah cerita lain. Seringkali kita melenceng dari daftar karena tergoda mengintip etalase barang-barang yang menarik minat kita. Cara menyiasatinya adalah membuat anggaran khusus untuk belanja barang hobby. Karena aktivitas belanja harus menyenangkan dan imun harus terjaga, maka belanja hobby boleh saja dilakukan, asalkan tetap terukur dan terkendali. Untuk itu sejak awal perlu dibuatkan anggaran tersendiri.

# 3. Isi rekening virtual account sesuai anggaran

Karena cara pembayaran belanja online biasanya menggunakan virtual account, maka untuk meredam nafsu belanja sesaat karena serbuan diskon, ada baiknya rekening virtual account hanya diisi seperlunya saja. Tanpa sarana pembayaran yang stand by, minimal pada saat barang incaran sudah ada di keranjang, transaksi pembelian tak bisa dilakukan. Cara ini efektif untuk menghentikan belanja barang yang tak masuk anggaran.

# 4. Sesekali melakukan window shopping

Pada masa sebelum pandemi, ketika kita banyak melakukan belanja off line, window shopping biasa dilakukan dengan melihat-lihat etalase barang yang dipajang di toko. Belanja online pun tak ada bedanya. Kita bisa memilih-milih barang yang kita sukai, bahkan bisa ikut berburu diskon flash sale. Namun alih-alih mengklik icon beli pada produk yang disukai, selalu pastikan bahwa icon yang diklik hanya berhenti pada icon masukkan keranjang.  Setelah keranjang penuh, segera kosongkan kembali. Dengan cara ini, nafsu belanja tetap terpenuhi tanpa mengganggu anggaran.

# 5. Hapus aplikasi belanja online dari gadget

Pembelian yang impulsive hingga tergoda promo flash sale biasanya terjadi ketika kita sedang iseng dan memiliki waktu yang cukup longgar. Aplikasi market place  yang terinstall di HP pun seringkali menjadi sasaran untuk membunuh waktu. Memang menyenangkan melihat-lihat barang pada waktu luang hingga tanpa sadar jemari sudah mengklik icon masukkan barang ke dalam keranjang. Untuk menyiasatinya dengan cara ekstrim, ya hapus saja aplikasi belanja online dari gadget. Tanpa aplikasi, nafsu belanja pun otomatis terhenti.

***

Dengan kiat-kiat jitu di atas, dijamin ibu-ibu rumah tangga atau yang sekaligus berkarier sebagai karyawan, dosen, pengusaha yang biasa leyeh-leyeh sambil iseng melihat-lihat barang di situs belanja online bisa menyelamatkan dompet dari gempuran promo flashsale yang menggiurkan.

Belanja dengan diskon memang menyenangkan selama tidak kebablasan dan tetap sesuai anggaran demi kesejahteraan rumah tangga.