Apakah kamu mahasiswa ngekos? Kerap mengalami kesulitan mengatur keuangan? Merasa uang gampang sekali untuk habis? Mungkin inilah saatnya kamu harus tahu kiat berhemat ala mahasiswa ngekos! 

Alhasil, kebutuhan ngopi cantik dan posting cofeeshop estetik di media sosial tetap terpenuhi gaes. Baiklah, cukup sudah basa-basinya, langsung simak saja artikel berikut!

1. Lakukan Budgeting

Budgeting itu penting! Setiap awal bulan hendaknya lakukan perencanaan keuanganmu. Sebab, uang saku tersebut harus dibagi ke dalam masing-masing posnya. 

Penting untuk melakukan hal tersebut agar kamu sadar ada beberapa kebutuhan yang harus diperhatikan terlebih dahulu. Jadi, duit enggak habis untuk jajan saja. Berikut ini kira-kira beberapa kebutuhan yang perlu kamu perhatikan:

1. Sewa kos (termasuk air dan listrik belum nih?)

2. Makan

3. Wifi/kuota internet

4. Transportasi (bensin/KRL/ojek)

5. Tugas kuliah (ngeprint, beli buku, patungan kelompok)

6. Jajan (Ngopi, nonton film, jalan-jalan)

Setelah membagi-bagi uang sakumu ke dalam pos-pos tersebut, langkah selanjutnya ialah konsisten menjalankannya. Artinya, jangan sampai uang sewa kos atau tugas kuliah kamu serobot buat jalan-jalan. 

Wahai anak muda, percayalah ini kerap kali terjadi tanpa sadar! Makanya, sehabis dapat kiriman uang saku, pokoknya langsung buat bayar kos maupun iuran WiFi biar duitnya enggak kepakai.

Oh iya, selama budgeting kamu juga bisa menjatah uang harian atau mingguan. Dengan tujuan, agar pengeluaranmu lebih terkontrol. Memangnya kenapa harus begitu?

2. Mengapa Menjatah Uang Harian Penting?

Mungkin soal mengatur keuangan setiap orang punya cara berbeda-beda, tetapi bagi saya menjatah uang harian itu penting. Sering kali sebelum tidur, saya kerap kepikiran dengan banyaknya pengeluaran dalam sehari. Lebih parah lagi kalau pas buka dompet baru sadar uangnya tinggal sedikit.

Oleh sebab itu, perlu menjatah uang harian buat ngerem keinginan jajan atau membeli barang-barang yang enggak diperlukan. Namun, kamu juga harus paham bahwa kadang kala ada pengeluaran mendadak. 

Contohnya ban motor yang tiba-tiba bocor, iuran tugas kelompok, atau temen pinjam uang—tetapi enggak dibalikin. Jadi, perkara pengeluaran harian sifatnya fleksibel.

3. Jika Ada Pilihlah ATM Rp20.000-an 

Ini juga sering saya lakukan dalam rangka menghemat uang bulanan. Walaupun memang, keberadaan ATM Rp20.000 kini sepertinya makin langka. Sedih! Untungnya di kampus saya tersedia ATM tersebut. Lantas, mengapa mengambil uang dari ATM dengan pecahan Rp20.000 lebih hemat?

Saya pun enggak tahu kenapa? Namun, yang jelas kalau punya Rp100.000 biasanya langsung beli makanan atau minuman yang agak mahal dikit dengan dalih sekalian menukarkan uang biar dapat recehan. Setelah dapat recehan parahnya lagi suka kalap. Tahu-tahu dompet udah kosong! Terus ke ATM lagi.

Sedangkan dengan pecahan uang Rp20.000 saya akan membeli makan atau jajan yang memang ngepas. Jadi, sewaktu ke warteg atau keluar cari makan cukup membawa Rp20.000 saja. Cukup enggak cukup, jatahnya segitu.

Apalagi kalau tahu saldo sudah minim, kehadiran ATM Rp20.000 bak penyelamat kehidupan. Saya jadi ingat, dahulu pernah mau mengambil uang enggak bisa karena saldo minimal di BRI itu Rp50.000.

Sialnya, duit tinggal sekitar Rp100.000 dan kalau ngambil di ATM BRI juga enggak bisa. Untungnya ada BNI yang punya pecahan Rp20.000. Lumayan kan buat makan!

4. Sediakan Dana Darurat!

Sejujurnya, selama ini saya belum benar-benar menyiapkan dana darurat sih. Hanya saja memang selalu menyisihkan Rp100.000—Rp200.000 dari uang saku bulanan guna disimpan dan enggak dipake. Mengingat, ada motor yang kadang kala masuk bengkel atau laptop tiba-tiba eror.

Pernah kacamata saya keinjek sewaktu sedang salat. Akibatnya, frame harus diganti dan tentu saja membutuhkan uang pastinya. Lewat, hal-hal seperti itu saya sadar bahwa dana darurat sepertinya penting.

Kalau perlu nih! Siapkan dua ATM berbeda. Jadi, yang satu buat dana darurat sekalian untuk nabung, lalu satunya lagi buat sehari-hari. Saya cukup menyesal enggak memisahkannya di dua ATM berbeda. Hasilnya, dana darurat tersebut seringkali terpakai karena hanya diletakan di lemari!

5. Hemat!!!!

Yup, ini memang klise! Akan tetapi, salah satu kunci pamungkas biar uang sakumu enggak gampang lenyap secara misterius ialah berhemat. Kamu perlu mencocokan antara gaya hidup dengan uang sakumu. 

Kalau memang dapat uang saku yang lebih atau longgar sehingga bisa nonton film seminggu sekali dan Go Food setiap hari it’s okey. Karena duitnya ada!

Namun kalau uang sakumu pas-pasan, tentu kamu juga harus menyesuaikan dengan gaya hidup yang sesuai. Jangan setiap minggu juga ke bioskopnya! Sebulan sekali kek atau nonton di Netflix pakai sharing account.

Makan juga jadi hal penentu dalam berhemat. Berdasarkan pengalaman saya, pilihan makan paling hemat adalah dengan memasak nasi sendiri dan membeli lauknya di warung. 

Cukup menghabiskan Rp10.000—Rp15.000 untuk membeli lauk yang bisa buat seharian penuh. Bagaimana, murah bukan? Sayangnya, untuk memasak nasi kadang kala malesnya minta ampun!!!

Selain memasak nasi, kamu juga bisa memanfaatkan promo-promo makanan yang ada sebagai alternatif berhemat. Sekarang kan banyak promo bertebaran di mana-mana. Nah manfaatin tuh!

Well, itulah 5 kiat hemat ala mahasiswa ngekos! Intinya ketahui apa saja yang menjadi kebutuhan primer dan sekundermu. Selain itu, selalu perhatikan berapa besaran pengeluaranmu. Terakhir, sesuaikan gaya hidup dengan uang bulananmu. That’s its my friend, selamat mencoba ya!