Penyanyi dan artis Nafa Urbach diberitakan marah gara-gara layanan pinjaman online (Pinjol). Diteror pinjol, Nafa Urbach geram dijadikan jaminan puluhan orang tak dikenal, begitu judul beritanya. Nomor telepon pribadinya disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sebelumnya sudah sering juga saya dengar berita korban-korban pinjol. Seperti kisah seorang guru honorer yang terjerat 20 pinjol dengan pinjaman mencapai Rp 206.000.000 bermula dari hanya Rp 3.000.000.

berita lainnya, salah satu media berita online mengangkat kisah Kepala OJK Jember jajal pinjol ilegal dan kaget dikenai bunga Rp 56.000 per hari, mengajukan pinjaman sebesar Rp 1.000.000, yang masuk ke rekening hanya Rp 700.000, dipotong 30 persen untuk biaya-biaya, tidak 100 persen diterimanya.

Berkaca pada kisah tersebut, bisa dipastikan itu adalah ulah dari penyedia layanan pinjol ilegal, yaitu penyedia layanan pinjol yang tidak terdaftar dan tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Agar kita tidak menjadi korban pinjol ilegal,  sekurangnya ada 5 hal yang harus kita ketahui dari pinjol ilegal, dan apabila terdapat salah satu saja dari 5 hal tersebut, maka bisa dipastikan itu adalah pinjol ilegal.

Badan Hukum

Pinjol ilegal tidak memiliki badan hukum, tidak memiliki legalitas dan tidak jelas rupa bentuknya, perseroan terbatas ataukah koperasi. Identitas manajemen atau pengurusnya tidak ada, kantor dan alamatnya pun tidak diketahui. 

Sementara aturannya mengharuskan pinjol berbadan hukum baik dalam bentuk perseroan terbatas atau koperasi. Badan hukum memberikan kepastian hukum hak dan tanggung jawab, memberikan perlindungan. Kita bisa tahu identitas pengurusnya, struktur organisasinya ada, alamat kantornya tersedia.

Tanda Daftar dan Izin Usaha

Pinjol ilegal tidak terdaftar dan tidak memiliki izin. Aturannya sebelum beroperasi, penyedia layanan pinjol harus mengajukan pendaftaran ke OJK selaku otoritas industri jasa keuangan, dan kemudian paling lambat satu tahun setelah mendapatkan tanda terdaftar harus mengajukan izin kepada OJK. 

Untuk bisa terdaftar dan mendapatkan izin dari OJK, layanan pinjol harus memenuhi persyaratan ketat, meliputi aspek legalitas, infrastruktur teknologi informasi yang memadai, memiliki tata kelola,  dan penerapan prinsip kehati-hatian.

Selain itu, penyedia layanan pinjol juga wajib memberikan edukasi kepada konsumen, menjalankan prosedur pengenalan dan perlindungan konsumen serta wajib menyampaikan laporan secara berkala.

Kita dapat mengetahui dan mengecek daftar penyedia layanan pinjol yang terdaftar di OJK melalui bit.ly/daftarfintechlendingOJK atau menghubungi Kontak OJK melalui telepon layanan konsumen 157, surat elektronik dengan alamat [email protected] dan aplikasi Whatsapp dengan nomor 081-157-157-157.

Syarat Pinjaman

Pinjol ilegal memberikan syarat pinjaman yang sangat mudah, tanpa perlu mengetahui tujuan penggunaan pinjaman, tidak meminta dokumen pendukung pengajuan pinjaman, tidak melakukan analisa profil dan kemampuan membayar peminjam, dan waktu proses yang sangat singkat.

Sebaliknya pinjol legal mensyaratkan berbagai dokumen pendukung, meminta informasi tujuan penggunaan pinjaman, dan memerlukan waktu proses lebih panjang. Profil peminjam dinilai dan dianalisis untuk memastikan pinjaman dapat dikembalikan.

Pinjol legal menerapkan prinsip pengenalan konsumen sebagai bagian dari mitigasi risiko, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam memberikan pinjaman. 

Biaya Pinjaman

Pinjol ilegal mematok biaya yang sangat tinggi dan tidak transparan, dana pinjaman diberikan tidak 100% diterima, waktu pelunasan yang sangat singkat dan perjanjian yang tidak jelas.

Sedangkan pinjol legal harus menerapkan prinsip transparansi dalam perjanjian dan biaya-biaya, wajib menerapkan standar biaya maksimal yang disepakati oleh asosiasi.

Penyedia layanan pinjol wajib menjadi anggota asosiasi yang ditunjuk oleh OJK yaitu Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Anggota AFPI wajib menerapkan pedoman kode etik asosiasi, seperti  acuan pengenaan biaya dan etika tata cara penagihan. Apabila melanggar dapat dikenai sanksi.

Akses Data Pribadi Peminjam

Pinjol ilegal mensyaratkan dapat mengakses seluruh data pribadi telepon seluler (ponsel) peminjam, seperti daftar kontak, data komunikasi dan akses kamera serta galeri foto peminjam, dan sebagainya sehingga data peminjam rawan disalahgunakan.

Hal inilah yang merupakan pintu masuk dan pemungkas teror para penagih pinjol yang dapat menyasar siapa saja yang pernah berhubungan dengan peminjam, teror tidak hanya diterima peminjam tapi juga orang-orang yang nomor kontaknya tersimpan dalam ponsel peminjam, keluarga, kerabat, dan rekan peminjam jadi korban sasar teror para penagih. 

Sementara berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh OJK, penyedia layanan pinjol hanya dapat mengakses kamera, mikrofon, dan lokasi (CAMILAN). Sehingga data peminjam selain untuk keperluan pinjam meminjam terlindungi. Privasi peminjam terjaga.

Setelah mengetahui 5 hal terkait pinjol ilegal tersebut di atas, semoga kita bisa semakin waspada ya. Pinjol bisa saja dapat menjadi solusi atas permasalah keuangan kita, namun bisa juga menjadi malapetaka.

Nah berhati-hati ya, sebelum masalah menghampiri kita sebaiknya hindari pinjam meminjam. Kuncinya adalah mengetahui kapasitas diri, mengukur kebutuhan dan bijaksana dalam mensikapi kebutuhan serta kontrol diri.