Sudah satu minggu berjalan sejak pemerintah menetapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat. Dan menurut pendapat saya pribadi, situasinya mirip dengan kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya yang sudah mulai terbiasa kita dengar dengan nama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

PPKM ditetapkan mulai berlaku dari tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Tujuh belas hari. Bayangkan, di rumah saja selama tujuh belas hari. Dilarang keluar rumah jika tidak dalam keadaan darurat.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan selama di rumah saja? Terdengar agak klise ya, dan mungkin juga sudah pernah ada bahas. Tapi berikut ini lima hal, versi saya, yang saya lakukan selama satu minggu ini sejak PPKM dimulai.

1. Mencoba satu per satu makanan dari daftar restoran online

Karena saya termasuk tipe yang doyan makan tapi malas masak, maka kegiatan ini termasuk cukup menyenangkan buat saya. Apalagi aplikasi pesan makanan online terbaru yang menggunakan maskot dan latar warna oranye terang menyala sekarang ini sedang gencar-gencarnya berpromosi.

Tiap hari, si oranye selalu meng-update kupon-kupon diskon yang bisa diklaim setiap kali kita bertransaksi memesan makanan di aplikasinya. Jadilah saya mencobai satu per satu restoran mana saja nih yang belum pernah dicoba makanannya, lalu klik dan pesan. Perut kenyang, hatipun senang!

2. Membongkar isi lemari

Membongkar isi lemari itu seperti sedang mencari harta karun. Saya menemukan beberapa benda yang ternyata pernah saya beli dulu entah kapan tapi belum pernah dipakai sama sekali. Mulai dari tas tangan, dompet, pigura, gelas, hingga panci baru!

Dan ternyata membongkar lemari itu memerlukan waktu yang tidak sebentar! Tidak cukup seharian, dua haripun masih kurang. Ya iyalah, yang dibongkar kan lebih dari satu lemari. Lemari pakaian, lemari buku, lemari perkakas, belum lagi laci-laci. Rasanya satu minggu juga belum tentu selesai.

Tapi tenang, penetapan PPKM kan tujuh belas hari, saya masih punya waktu sepuluh hari lagi untuk lanjut membongkar lemari. Itu juga kalau tidak diperpanjang lagi, tapi kalau keputusannya diperpanjang seperti yang sudah-sudah, yah bisa lebih dari tujuh belas hari. Nah, lumayan kan, jadi bisa ada waktu juga untuk jual barang-barang preloved - istilah keren dari barang bekas, hasil dari bongkar-bongkar isi lemari. Jadi bisa dibilang tetap produktif, walaupun di rumah saja.

3. Banyak-banyak tertawa

Bisa tertawa sendiri, bisa juga tertawa bareng-bareng. Bareng keluarga, teman, tetangga, bahkan tertawa bareng musuh juga boleh, kalau bisa.

Daripada baca, dengar atau nonton berita-berita yang meresahkan dan menambah rasa khawatir, mendingan saya nonton ulang film serial lama yang lucu, yang bisa bikin tertawa sendiri sampai terpingkal-pingkal. Contohnya nonton ulang serial Friends dan The Nanny, serial favorit saya dulu sewaktu masih diputar di salah satu televisi swasta, masa dimana SpongeBob dan teman-temannya belum ada yang kena blur.

Tertawa adalah obat yang paling murah untuk menaikkan imun tubuh. Tapi sayang, sekarang ini tertawa kemungkinan bisa menjadi mahal karena mulai sukar ditemukan penyebab untuk bisa tertawa. Bahkan, dengar-dengar sudah mulai ada larangan untuk tertawa. Jadi, saya mulai banyak-banyak tertawa sendiri mumpung masih bisa menemukan hal yang bisa ditertawakan, dan mumpung lagi di rumah saja. Mudah-mudahan tidak sampai dikira jadi ODGJ yah...

4. Update status media sosial

Saya update status di medsos supaya keluarga, teman dan handai taulan yang mengenal saya setidaknya mengetahui kalau saya masih sehat selagi di rumah saja. Masih hiduplah, setidaknya masih ada orangnya.

Gak perlu setiap jam juga update statusnya. Cukuplah beberapa hari sekali. Bisa upload foto selfie sementara lagi makan, lagi nonton televisi, atau upload video pake fitur terbaru instagram yang lagi nge-trend, reels.

Tapi sejauh ini gak ada yang nge-cek juga sih, mungkin karena dikira mereka saya pasti sedang dalam keadaan baik-baik saja karena keseringan update status. Barangkali malah perlu juga yah sekali-sekali saya yang menanyakan kabar mereka? Siapa tahu justru mereka yang sedang tidak baik-baik saja.

5. Tidur

Saya termasuk tipe orang yang sulit tidur nyenyak. Katanya sih karena terlalu banyak mikir. Nah, selama masa PPKM ini, kan disuruh di rumah saja, jadi daripada mikirin hal-hal yang gak bisa diapa-apain sementara lagi di rumah saja, mendingan saya perbanyak jam tidur, mengistirahatkan dulu kerja otak saya dari kegiatan berpikir.

Menurut penelitian, tidur yang cukup juga termasuk bisa menaikkan imun tubuh. Setelah tidur cukup, begitu bangun, perasaan jadi lebih ringan. Pikiran bisa lebih jernih. Badan terasa lebih fit. Apalagi kalau pas lagi tidur eh dapat mimpi rejeki nomplok, begitu bangun langsung timbul semangat baru, siapa tahu jadi kenyataan kan?

Penulis,

Ika Lewono