Banyak cara dan berbagai usaha untuk dapat meningkatkan kemampuan literasi kamu. Di antaranya adalah mengasah kemampuan menulis dalam Bahasa Inggris.

Cara yang paling sederhana adalah membuat status-status berbahas Inggris di media sosial kamu, interaksi dan berkomunikasi dengan akun-akun yang menggunakan Bahasa Inggris. Kemudian cara lain yang lebih akademis adalah membuat cerpen berbahasa Inggris. 

Apakah kamu mulai tertarik membuatnya?

Menulis cerita pendek (cerpen) berarti kamu bisa memulainya dengan hal-hal yang ada sedekat mungkin dengan tema-tema yang ada di sekitar lingkunganmu. 

Pemilihan tema yang mudah dikerjakan dan mudah untuk ditulis adalah yang berhubungan dengan kemudahan pemilihan tenses sebagai pembentuk cerita pendek, yaitu simple past tense dan simple present tense. 

Sisanya adalah imajinasi kamu yang wajib bermain agar cerpen terlihat dramatis dan hidup. Jika  sebuah novel jalannya berliku panjang, maka kamu digembirakan oleh cerita pendek yang bisa habis isinya dibaca dalam beberapa menit saja. Namun, isinya kadang lebih jauh menghunjam dan sering memberi inspirasi hidup.

Sebuah cerita pendek pastinya mempunyai ciri khas yaitu melestarikan karakter dan adegan. Biasanya  hanya berfokus pada satu konflik saja. Penulis merangsang munculnya solusi atau resolusi yang datangnya bisa tiba-tiba ataupun tidak terduga.

Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk memulai menulis cerpen berbahasa Inggris. Tak perlu takut salah. Perbaikan secara bertahap akan selalu menyertai sebuah usaha. “Write no fear, edit no mercy!”

Simak 5 hal mudah untuk memulainya di bawah ini!

1. Kuasai dua tenses naratif utama

Simple present tense (masa kini) dan past tense (masa lampau) adalah dua bentuk tenses naratif (narrative tenses) sederhana yang boleh digunakan untuk memulai dan melaksanakan misi ini. Tidak ada kewajiban memulainya dengan bentuk lampau (past). 

Cerpen adalah usaha menulis naratif yang sangat bergantung dengan dua tenses sederhana tersebut. 

Kalau biasanya sebuah paragraf di awali dengan bentuk kalimat ataupun frasa yang berstruktur past tense, maka bisa kamu mulai dan coba dengan bentuk simple present yang sederhana.

Hanya dengan menggunakan dua bentuk tenses sederhana tersebut, dijamin kamu sudah memenuhi standar penulisan berbahasa Inggris dengan komposisi kalimat tunggal (simple sentence) dan majemuk (compound sentence).

Jangan lupa juga untuk menguasai kalimat langsung (direct speech) dan tak langsung (indirect speech) untuk konteks percakapan dalam kalimat yang baisa digunakan dalam sebuah cerpen.

2. Gunakan kosakata familiar dan hindari kalimat pasif

Kosakata (vocabularies) ibarat bahan bakar yang akan menjalankan 2 tense naratif di atas. Pakai dan berdayakan kosakata yang mudah dan sudah secara alami kamu kuasai.

Kosakata tersebut seperti yang berhubungan dengan verba-verba transitif atau kata kerja keseharian (daily activities), kebiasaan (habitual), kebenaran umum (common truth) ataupun nomina-nomina frekuentif yang sering dipakai dalam keseharian.

Kemudian hindari pula memperbanyak penggunaan kalimat pasif (passive voice) agar mudah membuat-kalimat berikutnya serta disukai pembaca dengan tampilan paragraf yang minim kalimat pasifnya.

3. Hindari penggunaan kata-kata arkais (kuno)

Ini bukan zaman William Shakespeare. Kini sudah zaman generasi-Z yang milenial banget. Jadi, kamu buat saja cerpen tanpa memasukkan atau menghindari kosakata kuno (arkais) yang sudah tak lazim digunakan lagi dalam kepenulisan populer.

Pilihlah kosakata yang mempunyai intensitas penggunaan yang tinggi dalam keseharian serta lazim dan mudah ditemukan di kamus umum Bahasa Inggris yang paling simpel sekalipun.

Pemilihan kosakata arkais akan memancing pembaca atau penulis untuk menggunakan arkais-arkais lainnya. Ini tentunya banyak menyita waktu untuk mencarinya di kamus khusus kata arkais. Akhirnya, cerpen kamu tampak seperti naskah kuno yang perlu dibawa ke ahli hermeneutika.

Pembaca juga tidak akan kehilangan mood-nya dengan menghindari penggunaan kata-kata arkais yang susah mencari terjemahannya karena memerlukan kamus khusus arkais.

4. Jangan memulai dengan teknik terjemahan

Mulailah menulis cerpen berbahasa Inggrismu langsung dengan kalimat berbahasa Inggris. Hindari menerjemahkan cerpenmu yang sudah ada. Kesalahan terjemah dan kurang tepatnya parafrasa akan mengakibatkan perubahan cita rasa cerita yang diinginkan.

Kamu harus benar-benar coba untuk memulainya, walau dengan frasa judul saja. Perlahan serta pasti, kamu coba masuk ke paragraf pertama. Teknik terjemah juga memancing kamu untuk melakukan plagiasi karya orang lain untuk diterjemahkan.

Ingat, ya! Ini membuat cerpen berbahasa Inggris, bukan membuat terjemahan dari cerpen kamu yang sudah ada atau kamu miliki. Apalagi cerpen milik orang lain. Hindarilah plagiarisme.

5. Submit cerpen kamu di Qureta

Cara paling radikal dan interaktif untuk mengetahui ketepatan susunan kalimat beserta penggunaan unsur kalimat lainnya adalah dengan cara submit cerpen berbahasa Inggrismu ke Qureta yang menerima naskah berbahasa Inggris, termasuk cerpen (cerita pendek).

Tak banyak media daring berbasis UGC yang mau menerima cerpen berbahasa Inggris karena pertimbangan tertentu yang mungkin kurang masuk akal bagi kegairahan dan semangat merawat literasi.

Dengan submit cepen kamu, editor akan memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi kemampuan menulis naratif Bahasa Inggris kamu. 

Publish ataupun pending, itu urusan belakang. Yang terpenting bagaimana caranya membuat kamu gembira dan bergairah serta bisa memulai membuatnya. 

Bagaimana kamu sudah berusaha merawat literasi dari berbagai sudut dan cara yang antimainstream dari kesempatan yang diberikan seluasnya dan sebebasnya oleh Qureta yang tidak dapat kamu nikmati di media daring berbasis UGC lainnya.

Itulah 5 hal mudah yang patut kamu coba. Ayo, tulis cerpen berbahasa Inggris kamu!