Permainan bagi anak memang sangat menarik. Apalagi kalau permainan tersebut mengandung tantangan dan misi yang harus terselesaikan. Salah satunya adalah game online

Awalnya, orang-orang mulai dari yang masih kanak-kanak hingga dewasa menjadikan game online sebatas untuk refreshing, mengisi waktu luang atau ikut-ikutan teman. 

Namun bila tidak mampu mengontrol waktu bermain maka akan menjadi kecanduan. Tak terkecuali bagi anak-anak. Anak menjadi malas belajar, malas bersosialisasi, dan parahnya menutup diri serta asyik dengan dunianya.

Bila anak Anda mampu bermain game online selama satu jam bahkan lebih setiap hari, maka sebagai orang tua Anda wajib memantaunya. 

Lalu bagaimana bila anak sudah terlanjur tidak bisa lepas dari game online alias kecanduan game online? Anda tak perlu risau. Silakan mengikuti lima cara mengatasi kecanduan game online untuk anak.

1. Kurangi secara bertahap waktu bermain game online

Seorang anak menjadi kecanduan game online karena ia tak tanpa sadar bermain game online melebihi waktu satu jam atau bahkan berjam-jam dalam sehari. Karenanya mengurangi waktu bermain secara bertahap adalah solusi terbaik. Harapannya si anak suatu waktu mampu melepaskan keterikatan diri dari permainan tersebut.

Bicaralah kepada si anak, boleh bermain game online tetapi tidak boleh lama-lama. Tawarkan lama waktu bermain dalam satu hari tidak boleh melebih waktu dua jam. Jika target dua jam telah terpenuhi, buatlah kesepakatan dengan menawarkan bermain satu jam dalam sehari. Dan selanjutnya cukup setengah jam sehari.

Bagi si anak, mengurangi waktu bermain game online merupakan perjuangan yang tidak mudah. Karena itu, apresiasi dan pujian perlu diberikan setiap kali anak berhasil membatasi waktu satu jam atau setengah jam.

2. Batasi pemasangan game pada gadget maupun komputer

Salah satu penyebab anak makin tertarik bermain game online adalah beragam variasi versi permainan game online. Karena itu membatasi beragam variasinya merupakan solusi yang jitu.  

Ajak anak berdialog untuk memilih game-game mana saja yang disukai. Game-game lainnya dihapus supaya gadget ataupun komputer tidak terlalu berat pengoperasiannya.

Pemasangan game online pada gadget yang terlalu banyak memang akan memperlambat kinerja gadget, apalagi gadget dengan tipe-tipe yang sudah agak tertinggal. 

Karena alasan membatasi bahkan mengurangi beragam variasi game online sangat mendukung, tidak saja bagi pengoperasian gadget namun pula untuk mengurangi kecanduan si anak.

3. Cobalah hobbi baru bersama anak

Mencoba hobbi baru bagi dan bersama anak merupakan cara untuk mengalihkan perhatian akan game online. Hobbi baru ini sekaligus menyadarkan anak bahwa ternyata ada kegiatan atau permainan lain yang juga menyenangkan. 

Supaya anak semakin enjoy, Anda sebagai orangtua perlu turut dalam kegiatan hobbi baru anak tersebut. Dan semakin bagus bila hobbi tersebut mengikutsertakan teman sebayanya. Tujuannya, supaya anak makin menikmati dan tidak merasa sendiri serta segera bosan.

Ada banyak hobbi yang bisa diperkenalkan kepada si anak, baik permainan maupun kegiatan. Misalnya, permainan yang membutuhkan konsentrasi pikiran seperti permainan halma atau ular-tangga, atau pun permainan yang menggerakkan badan seperti permainan kelereng, berenang, berkebun, dsb. 

Kita bisa juga mengenalkan kepada si anak, permainan-permainan tradisional yang melibatkan banyak anak. Ada egrang, gobak sodor, tongpet, lompat karet, dll.

4. Berikan apresiasi dan pujian atas setiap usaha anak

Tahap ini sepertinya tidak terkait dengan cara mengatasi kecanduan game online. Namun demikian tahap ini akan memotivasi anak untuk mampu melewati tahap-tahap sebelumnya. Karenanya tahap ini sering disebut tahap motivasi.

Berikanlah apresiasi dan pujian setiap kali anak bisa melakukan setiap tahap. Misalnya ketika anak bisa mengurangi waktu bermain game online dari dua jam menjadi satu jam; berikan jempol dan ucapan, “Anak mama memang hebat!” Atau ketika si anak memainkan hobbinya, berhasil atau tidak berhasil, berikan sanjungan dan semangat. Atau pula saat tanaman hasil menanamkan tumbuh, berikan jempol dua. 

Sesekali apresiasi itu tidak hanya diberikan dalam bentuk sanjungan dan pujian. Hadiah perlu sekali waktu ‘dianugerahkan’ bila si anak mampu melewati tahapan tertentu. Selain sebagai surprise juga semakin memotivasi anak untuk semakin menjadi baik.

5. Minta bantuan profesional seperti psikolog

Bila beberapa tahap di atas sudah dilakukan dan ternyata kecanduan game online si anak tetap tidak bisa diatasi, maka cara terakhir, selain berdoa tentunya, adalah meminta bantuan jasa profesional dalam hal ini psikolog. 

Sebagai seorang profesional, psikolog tentu telah memiliki tips dan trik tersendiri dalam menangani anak kecanduan berbagai hal, termasuk kecanduan game online.

Meski menjadi ‘senjata pamungkas’, ini bukan berarti meminta bantuan profesional itu cara satu-satunya. Secara prinsip, beberapa tahap di atas -mengurangi waktu, membatasi jenis game, mencoba hobbi baru, memberi apresiasi- perlu dilakukan terlebih dulu. 

Karena cara-cara tersebut ‘lebih mudah’ bisa dilakukan oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya.

Untuk kasus-kasus kecanduan kronis, jasa psikolog biasanya dilanjutkan dengan meminta jasa terapi dan bahkan rehabilitasi khusus. Sekali lagi rehabilitasi khusus ini hanya diperlukan bila kecanduan game online itu sudah berada dalam taraf akut.


Kiranya kelima cara di atas dapat membantu anak yang terindikasi kecanduan game online. Kunci dari keberhasilan cara ini adalah kesabaran orang tua dalam mendampingi anak melepaskan diri dari penjara kecanduan tersebut. Selamat menjalani ‘terapi’ ini. ***