Saat kita berkunjung ke café, resto, hotel, rumah saudara ataupun teman seringkali kita melihat hiasan yang dipajang di dinding. Hiasan – hiasan tersebut merupakan benda dekoratif yang terbuat dari benang. Hal ini tentunya menambah cantik dan estetik setiap sudut ruangan, bahkan untuk café atau resto yang belum mempunyai nama, tempat - tempat tersebut tak kalah hits dengan café atau resto yang sudah memiliki nama besar.

Hal itu dikarenakan dekorasi - dekorasi macramé yang terpajang di dinding – dinding bangunan tersebut bisa menambah daya jual atau daya pikat pembeli.

            Meskipun pandemi masih harus kita lewati beberapa tempat makan seperti café atau resto tidak mau kalah untuk terus mengembangkan usahanya. Berbagai macam kegiatan orang – orang lakukan agar kejenuhan mereka bisa terobati, berbagai macam aktifitas mereka cari agar mereka tidak dilanda stres.

Di sinilah pentingnya kita untuk menyadari bahwa kesehatan mental itu sangat penting untuk diri kita. Ketika jiwa kita rusak, ketika jiwa kita terganggu, kegiatan apapun tak akan bisa dilakukan dengan maksimal. Agar bisa menjaga kesehatan mental kita tetap baik kita bisa melakukan sebuah aktifitas kreatif dengan membuat makrame. Kita bisa mendekor rumah kita, ruangan – ruangan di rumah kita, sehingga bisa membangkitkan mood ketika sedang jenuh.

Bersumber dari Wikipedia, makrame ini adalah sebuah kesenian membuat anyaman simpul berbahan kain atau tali. Karena sifatnya yang dekoratif, makrame dapat digunakan sebagai pajangan di rumah. Dimulai dari jalinan benang dalam macramé wall hanging yang digantungkan, taplak meja, penutup toples atau vas bunga, gantugan tanaman hias, bahkan bisa dijadikan tirai dan juga partisi pembatas ruangan di rumah. Dalam ukuran yang lebih kecil, makrame bisa dijadikan sebagai aksesori busana menjadi bros kecil yang mempercantik baju atau kerudung, atau bisa juga dijadikan gantungan kunci untuk aksesori tas.

            Seni menyimpul ini memang menantang. Jika satu karya berhasil tercipta kita akan penasaran untuk membuat karya berikutnya. Selain estetik makrame ini punya beberapa manfaat bagi kita yang tertarik untuk menguasainya. Berikut 5 alasan mengapa makrame baik untuk kesehatan mental, terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini.

Terapi Seni

Menyukai salah satu seni bisa menjadi terapi tersendiri bagi seseorang. Sebagai sebuah seni proses kreatif ketika menyimpul dalam pembuatan makrame bisa menjadi sebuah terapi. American Art Therapy Association mencirikan terapi seni sebagai pendekatan terhadap kesehatan mental yang memanfaatkan proses penciptaan seni untuk meningkatkan kesehatan mental, fisik, dan emosional.

Proses bermakrame ini bisa menjadi media ekspresi emosi yang dapat membantu dalam mengatasi stress. Di masa pandemi makrame bisa menjadi pilihan seni kreatif yang aman dilakukan di rumah saja, aman dilakukan kapan saja, dan mengamankan kesehatan mental kita juga.

Mencegah Kepikunan

Pergerakan kedua tangan sangat berpengaruh pada kinerja permukaan otak kita. Dengan menggerakkan kedua tangan ketika proses menyimpul benang makrame, itu berarti kita sedang melatih otak kiri dan kanan kita untuk terus bekerja. Berfikir kreatif selama pembuatan makrame pun menjadi latihan bagi otak kita agar terus terasah sehingga otak tidak akan mudah lupa.

Media Bermeditasi dan Selftalk 

Gerakan tangan yang terus -menerus mengikat jalinan benang untuk membuat satu pola sangat membutuhkan fokus, karena jika ada satu keliru ketika membuat makrame, maka dibutuhkan waktu lama untuk bisa mengurai benang dan mengembalikannya pada pola yang diinginkan. Fokus seperti itu juga yang diperlukan ketika kita sedang bermeditasi. 

Selain itu, berkomunikasi dengan diri sendiri atau self-talk ketika sedang membuat makrame pun berguna untuk kesehatan mental kita. Penulis pernah berbicara kepada diri sendiri bahwa penulis akan membuat sebuah taplak meja indah yang akan dipersembahkan untuk seseorang. 

Membayangkan dan berkata bahwa si penerima akan merasa istimewa. Pernah juga membuat gantungan masker makrame untuk orang terkasih sambil berkata “Wah..dia pasti terjaga, karena gantungan masker yang aku buat bakalan bikin dia ga naro masker dimana aja”. Berbicara kepada diri sendiri yang akan menjadi afirmasi positif yang baik.

Menurut sebuah riset studi dari University of California at Berkeley yang dilakukan oleh Clayton Critcher dan David Dunning pada tahun 2014, bahwa afirmasi positif memiliki fungsi kognitif yaitu memperluas perspektif untuk membantu otak merespon ancaman terhadap diri sendiri. 

Self-affirmations melalui metode self-talk terbukti membantu para peserta riset yang menjalani hubungan jarak jauh atau long distance relationship dengan keyakinan positif yang lebih berani.

Penulis semakin paham mengapa penulis bisa melalui perjalanan panjang hubungan jarak jauh. Salah satunya dengan afirmasi positif melalui metode self-talk yang dilakukan ketika membuat makrame. Dengan tangan kita terus bergerak, melatih fokus dan terus melakukan afirmasi positif, otak kita tidak akan sempat untuk memikirkan hal - hal yang negatif

Meningkatkan Percaya Diri

Jika sebuah karya tercipta akan ada rasa bangga di dalam diri seorang penciptanya. Hal ini yang akan didapat ketika kita bisa membuat sebuah karya makrame buatan tangan sendiri. Diri yang merasa bisa berkarya karena mencipta sebuah benda bernilai estetika. Rasa – rasa itu membuahkan kepercayaan kepada diri sendiri, dan jika terus dilakukan maka kepercayaan diri pun akan semakin meningkat.

Mendapat Cuan

Benda bernilai fungsi hasil karya tangan makrame ini bisa dihargai dengan luar biasa. Aksesori seperti gantungan kunci saja bisa berharga kisaran sepuluh ribu hingga dua puluh lima ribu rupiah, untuk karya yang lebih besar seperti hiasan dinding bisa berharga ratusan ribu rupiah. Sementara untuk tirai dan juga partisi pembatas ruangan bisa berharga jutaan rupiah. 

Jika bermakrame ini terus dilakukan secara konsisten dan selalu menghasilkan karya – karya luar biasa, ini bisa menjadi lahan bisnis yang baru. Tentu dengan disertai keahlian lainnya, seperti keahlian dalam membuat foto karya makrame, juga keahlian untuk mempromosikan dan memasarkannya.

Bagaimana, menarik bukan? 

Makrame bisa menjadi salah satu media penyaluran emosi kita, terlebih di masa pandemi yang memang harus di rumah saja. Jika tidak bisa mendapatkan cuan setidaknya dengan mempelajari seni makrame di rumah, kita bisa menghilangkan stres, melatih kinerja otak, media bermeditasi dan berkomunikasi dengan diri sendiri, juga meningkatkan rasa percaya diri.