Sate adalah hidangan populer di Indonesia, dengan berbagai suku bangsa dan tradisi memasak menghasilkan bermacam jenis sate. Asal mula sate merupakan makanan dari Ponorogo, Jawa Timur. Kata sate berasal dari bahasa jawa, yakni Sak Beteng berarti satu tusuk.

Sate diketahui oleh bupati ponorogo pertama pada abad ke 15 setelah penaklukan ponorogo yang merupakan makanan warok. Hingga kini daging sate Ponorogo dipotong memanjang dan dibuat dengan cara primitif seperti awal mulanya, dibanding jenis sate lain.

Ragam sate sendiri memiliki banyak varian yang tersebar di wilayah Indonesia. Dari sekian banyak jenis sate, ada dua sate yang paling akrab di lidah orang Indonesia, yakni sate Madura dan sate Padang.

Dua sate ini memiliki cita rasa yang 180 derajat berbeda. Sate Madura adalah sate ayam yang disiram dengan bumbu kacang dan kecap manis. Sedangkan sate Padang adalah sate yang terbuat dari daging atau jeroan sapi disiram dengan bumbu pedas.

Hampir segala jenis daging dapat dibuat sate. Sebagai negara asal sate, Indonesia punya variasi resep sate yang amat kaya. Resep dan cara pembuatan sate beraneka ragam bergantung pada resep dan variasi masing-masing daerah.

Sama halnya di Padang, kota terbesar di pantai barat Pulau Sumatra sekaligus jadi ibu kota Sumatra Barat. Padang tidak hanya terkenal dengan rendangnya, tapi juga punya segudang kekayaan kuliner lain yang enak semua, salah satunya sate padang.

Sate atau satai adalah makanan yang terbuat dari daging dipotong kecil-kecil dan ditusuk sedemikian rupa dengan tusukan lidi tulang daun kelapa atau bambu, kemudian dipanggang menggunakan bara arang kayu.

Sate Padang menjadi makanan khas Sumatra Barat. Biasanya memakai bahan dasar berupa daging sapi, lidah, atau jeroan yang dimasak terlebih dahulu dengan bumbu rempah, lalu dibakar.

Disajikan dengan siraman kuah kental, lalu ditaburi bawang merah goreng sebagai sentuhan akhir. Umumnya kaya dengan cita rasa gurih-pedas, meskipun beda-beda level pedasnya.

Hidangan ini tidak hanya menjadi kudapan favorit masyarakat Sumatera, melainkan juga menjadi makanan favorit banyak orang di seluruh Indonesia. Hal ini dikarenakan rasanya yang lezat dan unik.

Variasi sate perbedaannya bisa dari daging yang digunakan, bumbu marinasi, atau bumbu siramannya. Perbedaan bumbu sate Padang dipengaruhi dari mana sate berasal. Mulai dari bahan yang digunakan, warna, hingga rasanya berbeda satu dan lainnya.

Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya ada 4 sate padang terpopuler, yaitu sate Pariaman, sate darek, sate Dangung-dangung dan sate Pesisir Selatan.

Penasaran apa aja ciri khas perbedaannya? Yuk, simak selengkapnya disini ya.

1. Sate Pariaman

Sate padang khas Pariaman memiliki ciri bumbu yang kental dengan warna kemerahan. Warna merah ini berasal dari penggunaan cabai yang banyak. Tak heran kalau rasanya juga pedas.

Untuk membuat kuah sate padang Pariaman dibutuhkan 19 jenis bumbu dan rempah yang dimasak jadi satu. Kuah yang membakar lidah tersebut terbuat dari campuran tepung beras, tepung kanji, ketumbar, bawang putih, lengkuas, serai, cabai merah, dan bumbu dapur lainnya.

Inilah alasan kenapa bumbu sate padang Pariaman terasa sangat kuat aroma dan rasanya. Daging sapi yang ditusukkan juga sudah dalam keadaan matang jadi saat dibakar hanya untuk menghadirkan sensasi aroma yang lebih sedap.

Bila ingin mencicipi sajian sate padang dari kota Pariaman atau Sate Pariaman, Anda bisa mendatangi kedai sate padang Ajo Ramon yang sudah populer di kalangan penikmat sate padang.

2. Sate Pesisir Selatan

Sajian sate satu ini sangat populer bagi kalangan pengendara yang melintasi jalan nasional Sumatera Barat-Bengkulu Jambi. Rasa sate yang pedas dan kaya akan rasa bumbu seperti kacang tanah, bawang goreng dan potongan kecil tulang ayam.

Sate Pesisir Selatan atau sate Surantih terkenal dengan rasa pedasnya. Sate ini menggunakan daging ayam kampung atau kerang laut alias lokan.

Daging kerangnya terlebih dahulu direbus dengan dibumbui cabai merah, bawang putih, bawang merah, ketumbar, merica, jintan, jahe, kunyit, serai dan langkuas ditumbuk halus. Setelah matang, daging kerang ditusuk dengan bambu dan dibakar hingga kecokelatan.

Sate yang telah matang disajikan dalam piring beralas daun pisang dengan siraman kuah kental. Menariknya, kuah siraman terbuat dari bumbu bekas merebus kerang yang dicampurkan tepung beras, bumbu dan rempah lainnya yang dilarutkan.

Kuliner khas ini tidak akan ditemukan di daerah-daerah bagian tengah Sumatera Barat sebab, sate ini memang khasnya sate dari pesisir Sumatera Barat. Tertarik untuk mencobanya?

3. Sate Darek

Sate darek adalah jenis sate padang yang diketahui berasal dari Padang Panjang. Ciri khas utamanya dilihat dari warna bumbu yang kuning cerah. Warna kuning sate darek berasal dari kunyit yang digunakan dalam jumlah banyak.

Bumbu kuning ini bertekstur kental juga memiliki rasa pedas dan gurih. Penggunaan bumbu dan rempah dalam jumlah banyak menjadikan rasanya sedap. Bumbu ini yang membuat daging sate darek lebih lezat.

Untuk dagingnya, sate padang Darek menggunakan bagian daging, lidah dan sedikit jeroan sapi. Sebelum dibakar, daging sapi lebih dulu direbus dengan berbagai bumbu hingga teksturnya empuk dan meresap. Biasanya dihidangkan bersama ketupat dan taburan bawang merah.

Selain dari sekedar sate dengan ketupat, Sate Darek juga biasa disajikan dengan mencampurkan kerupuk kulit ke dalam kuahnya. Karena kuahnya cepat encer, sebaiknya sajian ini disantap selagi hangat agar rasanya semakin mantap.

4. Sate Dagung-Dagung

Santapan sate Padang yang terakhir dikenal dengan sebutan sate danguang-danguang. Sesuai dengan namanya, sate ini berasal dari nagari Danguang-danguang di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.

Sate ini terbilang punya tampilan yang paling berbeda. Sate padang danguang-danguang bukan hanya dilengkapi saus kental saja tapi juga dilengkapi parutan bumbu kelapa kekuningan. Inilah yang membuat sate ini punya rasa lebih gurih.

Bumbu satenya juga punya rasa yang lebih lembut. Bukan pedas, justru bumbu sate terasa lebih manis. Kuahnya berwarna coklat dan terbilang sangat kental.

Jadi, bila ingin mencicipi sate padang dengan rasa yang tidak terlalu pedas, Sate Dangung-Dangung lah jawabannya.

Dari keempat jenis sate tersebut, mana yang jadi favoritmu?

Yang manapun pilihanmu, ayo sekali-kali luangkan waktumu untuk nikmati kuliner ke semua versi sate padang. Biar kamu tau bedanya!