Reunian alias tepang-temu yang kerap kali dijadikan ajang silaturahmi setelah lama tak berjumpa kerap kali ditunggu-tunggu banyak orang.  Apalagi untuk orang-orang yang sudah tak mampu menahan buncahan rindu dan kangen dengan teman-teman lamanya.  Begitu pun saya sendiri. 

Bagi saya, reunianlah yang membuat tali silaturahmi saya dengan teman-teman lama saya tetap terikat kuat, meski sudah lama tak bertemu.  Saya juga bisa tahu kabar terbaru teman-teman saya sekaligus mengeluhkan nasib hidup saya yang mengenaskan kepada mereka.

Memang di zaman canggih yang dipenuhi serba-serbi teknologi, kami bisa saja menggunakan teknologi yang ada untuk berkomunikasi.  Namun, teknologi secanggih apapun rasanya tak bisa menggantikan perasaan bahagia yang didapat ketika bertatap muka dan bertemu langsung. 

Meski tujuan utama reunian adalah menguatkan kembali silaturahmi yang merenggang setelah lama tak berjumpa, namun, jujur saja rasanya reunian kurang afdal jika sekedar silaturahmi dan tanya kabar.  Harus ada poin tambahan lain agar sebuah reunian makin layak untuk diikuti.  

Berikut beberapa poin yang kerap kali membuat reunian makin afdhal berdasarkan hasil pengamatan abal-abal saya sendiri setelah reuni SMA beberapa waktu lalu.  Dibaca baik-baik ya.

1. Makan-makan 

Sudah jelas dong, reunian rasanya kurang nikmat jika hanya sekedar bertemu, ngobrol ngalor-ngidul tanpa ada ajang makan-makan.  Memanjakan lidah dengan berbagai hidangan dan makanan kerap kali jadi salah satu dari sekian banyak hal yang membuat reunian layak dikunjungi.

Apalagi bagi kaum pecinta kuliner dan anak kos yang sudah sekarat, kehabisan uang di akhir bulan, reunian kerap kali dijadikan destinasi kunjungan.  

Bagaimana tidak? Meski, sederhana dan tak mengeluarkan modal terlalu banyak, santap hidangan di acara reunian berasa lebih mewah.  Mungkin, karena dinikmati bersama teman-teman seperjuangan dulu yang membuat perasaan kita kembali muda.    

Dalam beberapa kasus, andai reunian diadakan di salah satu rumah peserta alumni, akan ada sesi masak bersama.  Hal sejenis ini kerap membuat suasana reuni makin meriah.  Masak bersama dapat dilakukan di dapur peserta atau mungkin dengan bakar-bakaran berbagai macam masakan di halaman depan.  

2. Ghibah 

Kumpul-kumpul bareng teman tapi gak ghibah? Waduh.. padahal reunian tuh kesempatan kita buat nyari info terbaru seputar sekolah, teman lama termasuk di dalamnya keburukannya.  Heheh.

Dalam masalah perghibahan, satu peristiwa bisa bercabang menjadi tiga sampai lebih versi cerita.  Namun, sebagian versi cerita biasanya merupakan karangan dan prediksi si informan dikarenakan belum terdeteksi fakta sebenarnya seperti apa.  Hanya dari mulut ke mulut, tanpa bukti kejelasan yang pasti. 

Namun, justru inilah yang membuat ghibah makin menarik untuk diikuti.  Banyak kisah, banyak cerita, banyak prediksi dan juga kemungkinan.  Rasanya cocok dijadikan dongeng pengantar sebelum beranjak pergi ke kasur untuk tidur.

"Ghibah bersama" punya urgensi yang cukup tinggi di acara reunian.  Gimana tidak? Untuk beberapa orang, ghibah punya khasiat menyembuhkan mulut kering yang muncul karena sudah lama tak membicarakan orang dan telinga berdenging karena sudah jarang mendengar keburukan teman satu angkatan.

3.  Mengenang Masa Lalu 

Reunian, kumpul bareng teman lama, sudah jelas tak akan lengkap jika tak mengenang masa lalu.  Mulai dari yang mengenaskan, momen lucu yang bikin ngakak abis, sampai yang menyedihkan. 

Walaupun kebanyakan sih, sesi yang satu ini lebih didominasi oleh canda-tawa. Karena kebanyakan kejadian yang dulu ngeselin sekaligus nyebelin malah berubah menjadi komedi yang memunculkan tawa geli di hari ini. 

Saking asyiknya para peserta alumni dengan sesi yang satu ini, sesi mengenang masa lalu bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga membikin para peserta reunian gadang semalaman (andai reuninya lebih dari satu hari).

Jelas aja kalo sesi mengenang kerap kali diminati banyak orang (selain sesi ghibah tentunya).  Bagaimana tidak? Jujur saja, kalian pun pasti merasakan bahwa kenangan masa sekolah kerap kali abstrak, sulit dimengerti, hingga memunculkan pertanyaan di kepala ”kok bisa dulu aku begitu?”.

Masa lalu yang dikenang muncul dalam berbagai macam bentuk.  Mulai dari siapa saja manusia yang pernah dipacari si A, rebutan doi, momen mendapat hukuman berjamaah dari guru karena melanggar aturan bersama, hingga demo buka gerbang pada satpam sekolah. 

Kalau sudah begini, perasaan sedih dan senang bercampur menjadi satu.  Senang karena dapat kembali mengenang masa lalu dan pengalaman kocak bersama teman-teman di acara reuni, sedih karena masa-masa itu sudah berlalu dan tak bisa diulang lagi.      

Nah, itulah kiranya beberapa dari sekian banyak hal yang bikin reunian makin afdal.  Sebenarnya masih banyak hal lain yang menambah keafdalan reuni, namun sisanya, saya serahkan pada pembaca sekalian.  

Sudah pasti, reuni masih bisa berjalan tanpa ketiga hal di atas.  Namun, kok, ya, reuni berasa gak reuni kalo gak ada poin-poin ini.

Baca Juga: Reuni