Bulan Juni 2021 pelanggan HBO Max dikejutkan dengan adanya insiden notifikasi berupa email dengan judul "Integration Test Email #1" dan pesannya hanya berisi satu baris teks: “Template ini hanya digunakan oleh tes integrasi.”

HBO Max merupakan perusahaan layanan video streaming on demand dari Amerika.

Segera setelah kejadian terkirimnya email tersebut, HBO Max segera mengeluarkan pernyataan yang dikirimkan secara broadcast, salah satunya lewat media sosial.

Pernyataan tersebut berisikan permintaan maaf dari HBO Max dan menyebutkan bahwa broadcast email terjadi karena ulah pegawai magang (intern).

***

Kejadian di HBO Max itu bisa muncul di semua perusahaan yaitu sikap menyalahkan pegawai (tidak hanya magang) dan membawanya ke ranah publik.
 
Saya melihat ada 3 dampak terkait insiden peristiwa diatas sebagai berikut

1. Psikologi Pegawai

Menyebutkan pegawai magang (Intern) sebagai aktor dibalik insiden email tersebut adalah tindakan perusahaan yang patut disayangkan, meskipun secara eksplisit nama pegawai magang tersebut tidak disebutkan.

Hal itu memberikan kesan bahwa perusahaan memohon pengertian kepada pelanggannya dengan berkata "toh ini hasil kerja orang magang, ya belum terlalu profesional, jadi mohon dimaafkan saja."

Buat karyawan, khususnya pegawai magang, yang saya yakin jumlahnya lebih dari satu, akan mendapatkan kesan bahwa perusahaan kok tidak melindungi martabat orang-orang yang bekerja untuknya.

Dampak yang bisa terjadi adalah timbulnya rasa insecurity (tidak merasa aman dan nyaman) dalam bekerja, "waduh kalau saya salah dalam kerjaan, bakal digituin juga".

Masalah insecurity dalam bekerja ini apabila dibiarkan terjadi terus-menerus, tentu saja membuat karyawan kehilangan respek terhadap manajemen selanjutnya muncul penurunan produktifitas dan pada akhirnya membuat perusahaan merugi.

Saya ingat sewaktu mengawali karir sebagai software engineer meskipun tidak mulai dari pegawai magang, saya membutuhkan sekali bimbingan dari supervisor dan rekan kerja (peer). Dengan bimbingan merekapun, saya tetap juga melakukan kesalahan meskipun sudah berusaha sekuatnya, dan paling karena kesalahan tersebut saya menjadi ditegur atau kalau parah bisa kena marah setelah diundang masuk ke ruangan tertutup.

Saya pernah lihat kolega kena marah di ruangan terbuka di kantor yang mengakibatkan kolega tersebut merasa malu dan jatuh rasa percaya dirinya, sedangkan dalam insiden email ini pegawai magang seperti dipermalukan di depan dunia internet yang lingkup penontonnya sudah pasti lebih besar.

2. Tanggung Jawab Manajemen

Sewaktu saya mengikuti training online yaitu Leadership: Practical Skills yang dibawakan oleh Chris Croft, ada topik yang menarik yaitu Everything is Management's Fault.

Konten materi itu antara menyebutkan apapun kesalahan yang dilakukan oleh pegawai/subordinate sudah seharusnya diambil alih oleh leadernya.

Meskipun secara teknis, pegawai magang yang mengeksekusi pengiriman email secara broadcast kepada pelanggan, namun perlu dilihat, siapa yang mengijinkan pegawai magang mendapatkan akses kepada email yang digunakan sebagai broadcaster dan siapa yang memberikan instruksi tertentu sehingga membawa pekerja magang kepada eksekusi email tersebut.

Tentu saja leadernya yang memberikan akses dan arahan pekerjaan kepada pekerja magang, sehingga insiden pengiriman email yang saya yakin tujuan awalnya adalah untuk keperluan testing semata malahan menjadi kehebohan di dunia maya.

Dalam hal ini meskipun pekerja magang memang bersalah, tetapi leader/manajemen dari pegawai magang tersebut yang seharusnya mengambil tanggung jawab untuk disalahkan. Dengan demikian pegawai secara keseluruhan akan menilai mereka dinaungi oleh manajemen yang cakap dan penuh tanggung jawab, pegawai sepenuhnya akan memberikan respek.

3. Reaksi Netizen

Menarik buat saya adalah tanggapan para netizen terhadap insiden ini.

Misal mengutip dari variety.com, beberapa netizen menceritakan pengalaman pernah membuat kesalahan dan itu sah-sah aja.

Salah satu contohnya adalah tweet dari seorang Principal Engineer AWS.

“Pegawai magang yang terhormat, tidak apa-apa. Saya pernah (tidak sengaja) menghapus database prod ketika saya masih menjadi insinyur senior. Hal-hal ini terjadi lebih sering daripada yang Anda kira. Membangun sistem yang baik adalah tentang memiliki ketahanan terhadap kesalahan manusia. Karena kita, manusia, selalu melakukan kesalahan”.

Kemudian ada Monica Lewinsky, yang menjadi terkenal setelah magang selama masa jabatan Bill Clinton di Oval Office, merespon di Twitter dengan kata-kata motivasi.

“Pegawai magang yang terhormat, (jangan khawatir) nantinya akan menjadi lebih baik. ️”

Selain itu ada beberapa reaksi netizen lainnya yang justru banyak memberikan dukungan kepada pekerja magang.

Saya sendiri dulunya adalah software engineer, pernah juga melakukan kesalahan sewaktu membuat peningkatan algoritma yang berujung kepada penghapusan algoritma lainnya. Beruntung punya supervisor yang obyektif dan beliau mengakui kesalahan itu terjadi karena kurang memberikan instruksi yang lengkap kepada saya.

***

Insiden diatas seharusnya cukup ditanggapi dengan permohonan maaf karena ada ketidaksengajaan pengiriman email tanpa menyebutkan ulah pekerja magang, tindakan tersebut akan mencegah kehebohan seperti ini.

Pelanggan dan netizen akan membuat apresiasi tinggi kepada manajemen karena mengambil tanggung jawab dengan permohonan maaf secara terbuka, dan pegawai bisa belajar dari kesalahan yang dibuat dan lebih penting lagi merasa dimanusiakan oleh pemberi kerja.