Arsiparis
1 bulan lalu · 98 view · 2 menit baca · Puisi 78121_58225.jpg

13 Sajak Cinta

Cinta 1

Di tengah terik matahari
dan kencang angin laut siang itu
aku tetap setia menunggu
kekasihku melambai di jalan Daendels

di antara bedak dan gincu
aku tetap tahu yang mana kamu
dengan senyum tak bergincu
dan bedak tak terusap di pipimu

wajahmu memerah bukan karena panas
itu karena kau tahu aku menunggumu
dengan senyuman yang sama seperti
saat pertama kau tahu bunga itu bermakna

Cinta 2

Maukah kau memandangku
bukan karena ingin bermesra denganmu
aku hanya ingin tahu
apakah setiap kata darimu
kau lontarkan juga lewat matamu

kenapa takut dan jangan bilang "tidak"
jika kejujuran itu ada
tatapanku tak kan membakar jiwamu

apa yang kau cari dengan menunduk
tak kan kau temukan
meski ada, satu alasan untuk membenciku
di antara butiran pasir di ujung kakimu

Cinta 3

Kau coba nyalakan cemburuku
Sedang baramu pun tak jua mampu
Membakar sudut hati
Mana mampu...

Jangan gila karena kebekuanku
Karena mencairkannya hanya butuh waktu
Yang aku pun tak tahu entah
Tak pula kamu

Cinta 4

Langit sore seperti menyapa
Aku yang sendiri tak berarti
Menantimu datang penuhi janji
Dan burung pulang kembali
Aku tetap duduk menyendiri

Ketika dingin Angin laut membelai
Aku terjaga ada kamu dibelakangku
Kau panggil aku hi....
Adakah aku dilamunanmu tanyamu
Kujawab dengan senyum dan kau pun tahu jawabku

Cinta 5

ketika juwita
sang penebar pesona kehilangan pesonanya
dan mulai jatuh cinta
pada pria gila yang tak paham
arti kata mesra
saat itu ...
tangisnya lebih syahdu dari derai tawanya
dan wajah paniknya lebih anggun
dari kecantikannya
dan lelaki manakah sanggup meredam asmaranya

Cinta 6

Bila suka dan duka itu menjadi rantaimu
Bisakah kupilih suka
Karena duka ku tak sanggup

Namun bila duka itu menjadi hadiahmu untukku
Jadikan sabar itu menjadi kekasihku

Cinta 7

Kau masih menjadi tanda tanya
Di antara ragu dan keyakinan ini
Kau masih sering tak berfihak
Aku jelas .... Ada untukmu

Adakah pula bimbang itu
Menimpamu di kala aku jauh

Hanya banyangku menyapa di benakmu
Aku bagikan sedikit yakinku padamu
Biar terbias bersama lembayung senja
Menjadi rona saling percaya, Cinta...

Cinta 8

Karenamu aku punya benci
Karenamu aku punya rindu
Namun karenamu rinduku menjadi benci
Juga karenamu benciku menjelma rindu

Bila rindu akanmu menjadi aku
Maka bencimu menjelma aku
Meski kah kau sangsi
Bila kebencian ini tlah berselimut rindu

Cinta 9

Aku iri dengan mawar
Meski berduri tapi jadi lambang cinta
Aku benci dengan jantung
Karena selalu jadi simbol cinta
Meski mematikan
Cinta itu tak berlambang
Karena bersumber darinya
Cinta tak perlu bukti
Karena ia tak pernah sembunyi
Dan ia hadir lebih dekat daripada urat nadimu

Cinta 10

Dalam kemarahanmu aku berserah
Mencintaimu aku mengalah
Merindumu membuatku luka
Dan menyapamu berharap
ada sisa bahagia
Karena kita tlah berbagi hati
sejiwa bernada asmara meski lara

Cinta 11

Bagiku tidak ada puisi terindah
saat kau hadir, tersenyum, dan menatap aku
lantas kulihat diriku di dua bola matamu
saat itu..... pupil matamu melebar
senyumku pun terlihat lebih indah
bila kusaksikan di binar rona matamu

Cinta 12

dan hari ini masih seperti dulu
berawal jingga berakhir jingga
hanya cinta kita yang membuatnya berpelangi

tak sekedar singgah terasa
hidup kan terasa hambar bila sekedar singgah
bila hanya seteguk cinta haus bisa sirna

harus ada terima kasih atau tegur sapa
pada sang pemberi cinta pelepas dahaga
agar kita pun punya makna dalam dunia yang fana

cinta 13

harusnya kita mencinta seperti para nabi
mengabarkan keindahan keindahan alam
tanpa meninggikan ego yang fana dalam dunia hampa

mewarisi para nabi adalah jalan kesunyian
meredam kesombongan dengan cinta yang abadi
pada sang maha kekasih

kita adalah anak anak kehidupan
berbangga telah diajarkan bahasa cintaNya
berbagi untuk menghayatinya

menekan nafsu keduniawian yang khayal
sebab kita adalah pembelajar cinta yang Abadi