Pengendara motor
2 bulan lalu · 172 view · 3 menit baca · Cerpen 66660_40821.jpg
Dok. Pribadi

1000 Rumah Impian Penghancur Impian

Aku ingin menceritakan salah satu cerita masyhur di kota kami, yakni kisah tentang pemimpin baik hati yang membantu warganya dalam membangun tempat tinggal, dengan tajuk "1000 Rumah Impian". 

Tak hanya dimaksudkan untuk warga kota yang hampir mati ini saja namun juga pendatang dari daerah lain. 

Gagasan itu muncul beberapa waktu lalu, setelah para juragan asing mulai membuat pabrik-pabrik di kota ini. Konon katanya juragan asing tertarik dengan kota ini sebab warganya yang baik hati, tak pernah banyak menuntut. Belum lagi kota ini memiliki banyak jalan menuju raja kota. Satu lagi yang lebih penting, Kota ini juga tersohor dengan upahnya yang ramah bagi juragan asing.

Juragan pemimpin berharap seiring dengan berkembangnya pembangunan di kota ini, berkembang pula ekonomi masyarakatnya. 

Dengan adanya tajuk dari juragan pemimpin, para juragan uang mulai membeli tanah-tanah dari juragan sawah dengan harga tinggi. Juragan sawah pun tak berdaya menolaknya. Juragan uang bisa semakin menjadi juragan uang dengan membangunkan rumah-rumah petak untuk mewujudkan mimpi jurgan uang.

Di balik kisah masyhur ini ada kisah yang kalah populer sebab tak banyak yang berminat untuk mendengarnya. Para pendongeng lebih tertarik mengisahkan cerita raja pemimpin.

Berlatar di sebuah wilayah yang tak terlalu jauh dari pabrik-pabrik juragan asing, hiduplah orang-orang hebat yang berbaik hati menggarap sawah milik jurgan sawah dengan sistem kontrak maupun bagi hasil. Mereka menggunakan perjanjian pembagian 1:1 atau 2:1. Dalam satu tahun orang-orang hebat itu mampu mengolah padi sebanyak dua kali.

Dari sawah itu orang-orang hebat mampu menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya sehingga dapat bekerja di pabrik-pabrik juragan asing.

Selain orang-orang hebat, ada pula penggembala kerbau di desa yang subur makmur itu. Mereka menggembalakan kerbau milik sendiri ataupun kerbau juragan uang dan juragan sawah yang dititipkan kepada mereka. 

Meskipun lebih banyak hewan gembalaan milik juragan uang dan juragan sawah, orang-orang hebat tetaplah baik. Mereka mengucap banyak terima kasih kepada juragan uang dan juragan sawah sebab mereka telah memberi penghidupan untuk menghidupi keturunan mereka.

Selain penggembala kerbau, ada juga yang menggembalakan bebek. Penggembala bebek juga diuntungkan dengan kebaikan hati juragan sawah dan orang-orang baik. Mereka bisa angon bebek di sawah-sawah usai panen.

Tentu saja bebek-bebek kegirangan, mereka bisa makan sisa-sisa padi secara gratis. Sehingga penggembala bebek bisa memghemat pengeluaran pakan. 

Penggembala bebek, kerbau dan orang-orang hebat merasakan program juragan pemimpin. Di sawah-sawah tempat mereka bekerja kini berdiri deretan rumah petak yang menawan. 

Dua kisah tersebut menjadi cerita yang berjalan beriringan dengan kesamaan latar dan tokoh yang berkaitan. Kini juragan pemimpin dapat tersenyum bahagia sebab programnya dapat berjalan dengan lancar atas bantuan juragan uang dan juragan proyek.

Juragan uang dapat tertawa bahagia bisa semakin menjadi juragan uang atas bantuan juragan sawah. Juragan sawah turut bahagia sebab mereka dapat membeli sawah-sawah lain yang lebih lebar nun jauh di sana.

Keturunan orang-orang hebat dan penggembala juga merasa gembira. Mereka dapat bekerja di pabrik-pabrik milik juragan asing tanpa harus menjadi penerus orang-orang tuanya terdahulu.

Mereka masih muda, tamatan SMA. Mereka bisa mendapat uang dengan bekerja di pabrik-pabrik yang kini berada tidak terlalu jauh dari pemukimannya. 

Meskipun mereka hanya dikontrak selama dua tahun. Bagi yang beruntung mereka dapat bekerja dengan dua kali kontrak sehingga mereka dapat mencicil motor impian mereka.

Keturunan orang hebat dan penggembala merasa berutang budi pada juragan-juragan asing yang baik hati. Juragan asing baik hati juga berutang budi pada juragan pemimpin yang mau memberikan lampu hijau untuk membangun kerajaan-kerajan industri yang megah. Mereka harus mengerti untuk berbalas budi.

Orang-orang hebat juga seharusnya mereka merasa bahagia. Mereka tak perlu lagi berpeluh di bawah terik matahari untuk menggarap sawah juragan sawah. Penggembala bebek juga harus turut bahagia karena gembalaan mereka berkurang seiring berkurangnya lahan untuk mencari pakan gratis bagi hewan ternak mereka.

Penggembala kerbau tak perlu lagi menggembalakan kerbau milik juragan sawah dan juragan uang. Kerbau mereka tak dapat lagi memakan rerumputan sawah. Mungkin mereka harus sudah beralih profesi menjadi tukang bangunan rumah petak yang bekerja pada juragan proyek. 

Namun sayang juragan proyek sudah mempekerjakan orang-orang dari daerah lain yang ramah upah. Dengan lahan yang tersisa, orang-orang hebat dan penggembala akan tetap bertahan hidup untuk menghidupi semua juragan. Barangkali mereka masih tetap makan beras, daging dan telur.