Adolf Hitler lahir di Braunau am Inn, Austria-Hongaria pada 20 April 1889. Tidak ada seorang pun di dunia hari ini bisa melupakan sepak terjangnya selama Perang Dunia 2 yang berlangsung antara tahum 1939 hingga 1945.

Perjalanan kariernya cukup panjang sebelum berhasil menjadi ketua partai Nazi yang melancarkan perang melawan Sekutu.

Hitler adalah veteran Perang Dunia 1 yang pernah ditahan setelah melakukan pemberontakan di Munich, yang membuatnya harus ditahan dari tahun 1923 dan bebas pada tahun 1924. Setelah bebas, ia mendapat dukungan rakyat Jerman, dan di sinilah ia memulai banyak pidato kontroversialnya.

Ia menjunjung Pan-Jermanisme, antisemitisme, dan anti-komunisme melalui  pidatonya yang karismatik dan propaganda Nazi. Pada tahun 1933, ia mengubah Republik Weimar menjadi Reich Ketiga dengan membentuk sebuah kediktatoran yang didasarkan pada ideologi Nazisme.

Hitler sangat terobsesi dengan ‘kemurnian ras’. Dia percaya bahwa ras “Arya” Jerman terancam keberadaannya oleh ras yang lebih rendah yang terdiri dari ras Yahudi, Roma, Afrika, dan Slavia. Hal ini mendorong Hitler lebih jauh dalam sebuah program untuk melahirkan anak-anak dari ras Arya, yang disebut sebagai program Lebensborn atau Sumber Kehidupan.

Salah satu perempuan yang ‘terpilih’ untuk melahirkan ‘anak-anak Hitler’ ini adalah seorang perempuan bernama Hildegard Trutz. Ia direkrut sebagai salah satu dari banyak wanita yang berasal dari ‘ras murni’ Jerman, yang ditunjuk untuk melakukan hubungan seksual dengan para perwira SS demi menghasilkan anak Arya.

Ini merupakan sebuah inisiatif Nazi untuk menentralkan tingkat kelahiran yang turun di Jerman dan menghasilkan ‘ras utama’ sesuai dengan Euginika dari Nazi. Diperkirakan ada 20.000 bayi yang dibesarkan selama 12 tahun selama masa Reich Ketiga, terutama di wilayah Norwegia dan Jerman.

Hildegard Trutz adalah pendukung setia Nazi semenjak Hitler berkuasa. Tercatat ia telah bergabung dengan Bund Deutscher Madel (BDM) pada tahun 1933. Ia teratur mengikuti pertemuan mingguan, dan dengan cepat menjadi figur yang populer. Hal ini tidak lepas dari penampilannya yang memiliki rambut pirang dan mata biru.

“Aku ditunjuk sebaga contoh sempurna dari wanita Nordik,” katanya dilansir dari laman History Extra.

Pada saat ia berusia 18 tahun di tahun 1936, ia berada pada masa dilema, di mana ia bingung menentukan apa yang akan ia lakukan setelah menamatkan sekolahnya. Di saat itulah ia berbicara dengan pemimpin BDM yang memberinya saran yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Trutz tidak mengetahui dengan baik program Lebensborn sesungguhnya saat bergabung. Yang ia ketahui hanya ia ditugaskan untuk meningkatkan tingkat kelahiran bayi ‘Arya’ yang memiliki rambut pirang dan mata biru sepertinya, melalui kawin campur. Wanita dari ‘ras murni’ akan dipilih untuk mengemban tugas - berhubungan seksual dengan petugas SS dengan harapan bahwa mereka akan hamil.

Pemimpin BDM menjelaskan pada para gadis yang terpilih apa-apa saja yang akan mereka lakukan selama menjalani program Lebensborn. Mereka diberi pemahaman bahwa mereka akan menjalani serangkaian tes medis menyeluruh, dan penyelidikan tentang latar belakang mereka. Sangat penting untuk memastikan pada masa itu, bahwa orang-orang yang terpilih tidaklah memiliki darah Yahudi dalam tubuh mereka.

Trutz mendengarkan dengan antusiasme tinggi, yang membuatnya segera menerima semua persayaratan tanpa berpikir panjang. Ia bahkan merahasiakann hal ini dari kedua orangtuanya, karena sadar rencananya ini tidak akan diterima dengan baik. Ia hanya mengatakan akan menjalani kursus di Sosialisme Nasional.

Trutz dibawa ke sebuah puri tua di Bavaria dekat Tegernsee. Tak sendiri, bersamanya ada empat puluh gadis lain yang sepantaran usia dengannya, tinggal di bawah atap yang sama dengan nama samaran masing-masing.

Kastil tempat mereka dikarantina merupakan tempat yang sangat mewah. Ada ruang umum untuk berolahraga, perpustakaan, ruang musik dan bahkan biskop. Menurut Trutz yang tinggal di sana selama beberapa saat, makanan yang disajikan di sana merupakan makanan terlezat yang pernah ia makan selama hidupnya.

Para gadis yang tinggal di sana pun tidak perlu bekerja keras, mereka dilayani 24 jam oleh para pelayan dan dimanjakan dengan sedemikian rupa, hingga mereka dengan cepat belajar menikmati hidup di kastil.

Meski demikian, tempat tinggal mereka tidak sebebas yang diduga, seluruh tempat itu menjadi tanggung jawab seorang profesor, dokter SS yang menangani mereka setelah tiba di sana. Trutz dan teman-temannya pun harus membuat pernyataan berdasarkan undang-undang, bahwa mereka tidak menderita penyakit keturunan, dipsomania atau kecatatan dalam keluarga.

Tak sampai di situ, para gadis pun harus bersedia menandatangani dokumen yang menyatakan jika mereka bersedia melepaskan semua klaim terhadap anak-anak yang mereka lahirkan, karena anak-anak itu akan menjadi milik negara.

Anak-anak yang lahir dalam program Lebensborn akan dibesarkan dalam sebuah institusi khusus yang akan menanamkan pada mereka kesetiaan absolut pada tujuan Nazi.

Setelah inisiasi, Trutz dan gadis lainnya diperkenalkan pada anggota SS yang akan menjadi mitra mereka. Para anggota SS akan diberi waktu pengenalan dengan menonton film bersama dan menikmati malam sosial yang tenang dalam kastil. Namun, aturan utama dalam pertemuan tersebut tetap adalah anonimitas.

Gadis-gadis itu kemudian diperiksa dengan ketat sebelum menerima pria SS pilihannya dalam kamar mereka masing-masing. Trutz sangat bersemangat pada waktu itu, karena ia berpikir bahwa apa yang ia lakukan semuanya demi Fuhrer yang amat ia cintai.

Setelah melewati malam bersama selama tiga malam di minggu pertama, Trutz mengandung.  Ia segera dipindahkan ke ruang bersalin dan tinggal di sana selama sembilan bulan lamanya. Trutz menyapih bayinya selama dua minggu, sebelum bayi itu kemudian di bawa ke rumah khusus di mana ia akan dibesarkan sebagai pelayan setia Nazi.

Sejak hari itu Trutz tidak pernah melihat bayinya lagi atau ayah dari sang bayi.

Di tahun-tahun awal, Trutz tergoda untuk memiliki banyak bayi dalam program Lebensborn, namun ia jatuh cinta pada seorang perwira muda. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menikah. Ia juga menceritakan keterlibatannya dengan praktik Lebensboron, yang membuat suaminya cukup terkejut.

Trutz tidak pernah mengetahui bagaimana nasib bayinya yang berakhir menjadi sebuah misteri. Namun, seperti banyak bayi Lebensborn lainnya, hampir bisa dipastikan jika ia mungkin mengalami pengucilan selama perang dengan stigma yang tidak pernah bisa sepenuhnya dihapuskan.

Banyak anak-anak korban Lebensborn kemudian diadopsi, namun catatan tentang mereka dihancurkan, hingga sulit bagi mereka mengetahui siapa diri mereka dan alasan mengapa mereka dilahirkan.