Minggu pagiku terguncang oleh suatu berita yang seram bin heboh. Bahkan sangat menyeramkan dan menghebohkan diriku sendiri, menurutku.

Ada sebuah kiriman di grup WhatsApp mengenai corona virus atau virus corona. Sebelum kiriman di grup itu, aku juga melihat beberapa status terpampang mengenai virus tersebut. Namun, tak sehebos berita di grup yang memang mengguncang diriku.

Berita itu berisi seorang pasien yang diduga terkena virus corona di Jambi. Berdasarkan kiriman tersebut, si pasien sekarang sedang berada di RSUD Raden Mattaher Jambi, Jl. Letjen Suprapto No.31, Telanaipura, Kec. Telanaipura, Kota Jambi, Jambi.

Jambi sudah ada satu pasien yang diduga terkena virus corona? Mak tratap. Aku ternganga dan berusaha mencerna berita yang baru saja kubaca. Mana tahu aku salah baca akibat terlalu menanti me time Minggu pagi. Ternyata aku tak salah baca informasi.

Bagaimana tidak kaget, daerah itu adalah tempatku berada sekarang. Dan, tidak terlalu jauh pula dari keberadaanku. Rasa takut tak bisa dimungkiri.

Awalnya, aku mengira virus corona adalah penyakit sederhana sejenis batuk, pilek, dan kawan-kawannya. Lho, tapi kok perawat yang mendampingi pasien dalam foto kiriman itu memakai pakaian sangat tertutup bagai astronot? Walahdalah, meleset rupanya perkiraanku kali ini.

Untuk mengobati rasa penasaran akhirnya aku mencari detail penyakit akibat virus corona itu. Dan, ternyata virus corona bukan penyakit sederhana seperti perkiraanku barusan.

Mengutip dari detiknews, corona virus atau virus corona menjadi masalah kesehatan dunia mengawali tahun 2020. Virus corona telah menginfeksi ratusan orang sejak diketahui menyerang Wuhan, China.

"Yang kita ketahui adalah virus tersebut menyebabkan pneumonia dan tidak merespon antibiotik. Hal ini tidak mengagetkan, namun virus SARS bisa membunuh hingga 10 persen," kata ahli virus Leo Poon yang kali pertama mengetahui kasus Pneumonia Wuhan disebabkan virus corona atau corona virus.

Virus corona, yang penyebarannya dimulai dari hewan ke manusia tersebut kini memiliki nama baru yaitu Novel Coronavirus (2019-nCoV).

Virus corona adalah kelompok besar virus yang umum ditemukan pada hewan dan bersifat zoonotik. Menurut US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus tidak hanya menyebar antarhewan. Artinya, virus corona atau corona virus bisa menyebar dari hewan ke manusia.

Virus ini memiliki kedekatan dengan virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Serangan virus corona di Timur Tengah mengakibatkan munculnya aturan dilarang foto dengan unta.

Berdasarkan lintasterkini.com, organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebut virus corona telah menginfeksi ratusan orang sejak diketahui menyerang Wuhan, China.

Virus corona memiliki daya mematikan yang bisa berubah seiring meluasnya serangan virus. Karena itu, organisasi kesehatan dunia atau WHO telah memberi panduan dan menyarankan negara siap menghadapi serangan virus.

Adapun tanda-tanda telah terinfeksi virus tersebut adalah demam di atas 38 derajat celcius, kemudian diikuti meriang; tubuh gemetar; nyeri otot; flu/pilek; sakit kepala; batuk tidak berdahak; kelelahan; dan sakit tenggorokan.

Saat ini, pasien yang diduga terjangkit virus corona disebabkan dia baru pulang dari Wuhan. Ya, tempat tersebut merupakan "rumah" bagi virus corona.

Pihak RSUD Raden Mattaher Jambi sudah mempersiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien yang diduga terkena Wuhan Pneumonia atau virus corona. Petugas telah dilengkapi Alat Perlindungan Diri (APD) mulai dari helm, baju astronot, masker N95, sarung tangan panjang dan sepatu boat.

Nah, melalui persiapan petugas yang akan menangani pasien virus corona, kupikir penyakit ini sangat berbahaya. Petugas harus benar-benar tertutup badannya dan tak boleh bersentuhan langsung dengan pasien jika tak menggunakan pengaman apa-apa.

Mengutip tribunjambi.com, penyebaran virus ini melalui droplet atau udara. dr Dewi juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berada di area rumah sakit jika di luar jam besuk. Apalagi untuk anak-anak dan orang tua yang sangat berisiko tertular penyakit ini.

Menurut kumparan.com, korban meninggal dunia akibat penyebaran virus corona semakin bertambah. Per Minggu (26/1), Reuters melaporkan 56 orang di China meninggal dunia, dari sebelumnya tercatat 41 orang.

Lebih dari 2.000 orang dari berbagai negara telah terinfeksi virus mematikan ini. Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Australia, Prancis, hingga Malaysia menerima sejumlah pasien yang terjangkit virus corona sepulang dari China.

Wuhan juga dijuluki sebagai Kota Zombie. Kenapa? Karena diduga akibat virus corona, banyak korban berjatuhan di jalanan. Ini persis seperti film Train to Busan yang pernah kutonton beberapa tahun yang lalu.

Di dalam film itu, ada satu orang yang terinfeksi menjadi zombie. Tiada yang tahu bahwa dia telah menjadi zombie. Dia ikut naik kereta yang akhirnya menyebabkan semua orang dalam kereta tersebut menjadi zombie dan akhirnya meninggal.

Dalam film itu, seorang yang sudah menjadi zombie awalnya berperang antara sadar dan tidak sadar. Dia tidak ingin menulari orang lain dan berjuang untuk tidak menggigit bagian tubuh mana saja orang lain, namun akhirnya dia kehilangan kesadaran. Orang lain yang sudah tergigit dapat dipastikan menjadi zombie berikutnya.

Aku tak menyangka, film yang pernah membuatku ketakutan beberapa bulan lamanya setelah menonton, ternyata sekarang ada dalam kenyataan. Semoga saja virus corona nan mirip zombie ini secepatnya dapat dikendalikan dan situasi menjadi "aman" kembali.