Kemudahan akses informasi saat ini membuat gaduh dunia virtual. Internet memungkinkan kita saling mengetahui kondisi satu sama lain dengan adanya jejaring sosial.

Tak jarang copy-paste sebuah berita yang menghebohkan, bahkan di saat belum bisa dipastikan kebenarannya, saat itu juga berita tersebut menjadi viral yang kadang-kadang bahkan hanya fitnah semata.

Sebagai pengguna informasi, kita dituntut untuk selalu teliti dalam mengonsumsi informasi tersebut. Ketelitian ini dimaksudkan agar kita tidak menjadi bagian dari orang-orang yang berbagi omong kosong belaka. 

Jangan sampai kita termasuk penyebar informasi yang salah bahkan membahayakan orang yang mengonsumsi informasi yang kita bagi tersebut. Bukankah fitnah lebih kejam daripada pembunuhan?

Internet telah membuat kita dimudahkan dalam memodifikasi konten berita. Baik itu berupa foto maupun teks, kita bisa menyuntingnya untuk keperluan kita. Kondisi seperti ini terkadang meningkatkan kejahilan kita.

Mungkin kita tidak bermaksud membuat kegaduhan saat mengedit konten berita. Namun perlu kita sadari bahwa internet adalah sebuah komunitas bersama yang memungkinkan apa yang kita upload jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi sekarang ini di musim kampanye, baik pilpres maupun pileg, informasi begitu melimpah ruah, kebanyakan tentang pribadi seseorang. Saling serang baik melalui meme maupun berita-berita yang dimodifikasi untuk memengaruhi pemilih lebih sering kita konsumsi.

Perlu ketelitian agar kita tidak serta-merta menjadi penikmat berita palsu. Jangan pernah mau menjadi objek yang dimanfaatkan oleh para penyebar kebohongan itu.

Terbaru adalah distorsi informasi via grup WhatsApp. Media sosial sebagaimana grup WhatsApp telah membuat aliran berita menjadi lebih cepat menyebar. Mungkin sebagian dari kita tak begitu mengabaikan efek buruk yang ditimbulkan oleh medsos ini.

Biar bagaimanapun, tafsiran dari penerima pesan akan lebih dramatis bila saat berdialog mereka tak melihat mimik si pengirim pesan. Suatu contoh misalnya, dialog antara pria dan wanita yang terjadi via medsos ini akan sering terjadi salah arti hanya karena kita tidak melihat mimik lawan bicara kita.

Seorang wanita yang sedang sedih dan sedang membalas sapaan lelaki yang menyapanya via medsos dengan emoticon (gambar emosi) senyum karena malas menulis akan membuat si lelaki merasa ge'er, dikiranya dia senang menerima sapaannya.

Maka tak sedikit pada akhirnya terjadi perselingkuhan hanya karena salah tafsir berkenaan tulisan yang dikirim. Karena bagi si lelaki, wanita tersebut dianggapnya suka dengan isi pesannya itu. Akibatnya, lelaki akan terus-menerus menghujaninya dengan sapaan-sapaan, dari yang biasa sampai ke yang ‘luar biasa’.

Kekurangan yang ditimbulkan oleh komunikasi via medsos ini memang disebabkan tak adanya empati dari kedua pelaku, karena masing masing tidak mengetahui mimik wajah saat komunikasi itu berlangsung.

Kita memang tidak bisa menghindari kepungan aliran informasi yang begitu melimpah ini. Setidaknya kita harus bisa membentengi diri dengan kemampuan untuk menggunakan filter dari semua informasi yang masuk tersebut.

Kebiasaan menelan mentah-mentah sebuah kabar burung harus kita ubah agar kita tidak jadi bulan bulanan pembuat hoaks itu. Lebih mawas diri agar sedikit mau menahan diri untuk tidak berpartisipasi sebagi penyebar informasi yang nggak jelas adalah kunci utamanya.

Ataupun jika kita mau berpartisipasi menyebarkan berita tentunya yang dari tangan kita haruslah sudah kita validasi kebenarannya sehingga kita lebih bisa dipercaya orang lain. 

Untuk meminimalkan tersebarnya isu, yang kadang hanya informasi bohong belaka, serta gagal paham dalam memahami informasi akibat kesalahan kita dalam mengonsumsi berita, ada beberapa tips and trik yang hendak penulis sampaikan agar kita memperoleh informasi yang reliabel atau dapat dipercaya.

Berikut ini beberapa tips dan trik untuk memperoleh informasi  dari internet yang dapat dipercaya:

Pertama, selalu mencari informasi dari sumber yang resmi, misalnya tentang data kependudukan carilah di website pemerintah yang menangani kependudukan atau bisa juga mengakses dari situsnya Badan Pusat Statistik.

Kedua, informasi yang berhubungan dengan publik figur/artis, maka carilah situs resmi pribadi artis tersebut atau dari situs berita infotainment yang kredibel dan mempunyai iklan banyak. Situs yang mempunyai iklan banyak dijamin valid dan kredibel sehingga dipercaya dunia usaha dan dijamin informasi bukan sembarangan.

Ketiga, bila kita hanya memanfaatkan media online untuk mengakses berita, maka carilah media online yang juga  mempunyai versi cetak sekaligus. 

Keempat, biasanya situs yang mengkhususkan pada media online mempunyai daftar penulis yang menjadi kontributornya. Lihatlah kredibilitas penulis informasi tersebut, apakah ia memang orang yang ahli di bidangnya ketika ia mengulas suatu tema.

Kelimat, yang terakhir, jangan hanya berhenti di satu sumber informasi. Karena informasi yang update dan penting biasanya diliput di semua media. Hanya sudut pandangnya saja yang berbeda.

Semoga dengan mengikuti lima tips yang penulis berikan, kita lebih bisa memilah dan memilih berita yang reliabel bukan hanya pengonsumsi hoaks yang akhirnya hanya menebar fitnah tanpa kita sendiri menyadari. Salam Literasi.