Siapa pun yang memiliki ikatan persahabatan yang kuat antara laki-laki dengan perempuan, pasti tidak bisa terhindar dari yang namanya friend zone. Apa sih friend zone itu?

Menurut pakar terkemuka yang telah dipercaya pengguna internet abad 21, maksudnya Google, friend zone merupakan sebuah hubungan yang tanpa cinta. Akan tetapi, salah satunya, dalam hal ini si pria, ingin melakukan hubungan romantisme bahkan hubungan yang mengacu ada + + (sensor) akan tetapi tidak begitu keinginan si wanitanya" (sumber: http://contohsimpel.blogspot.com/)

Istilahnya ribet juga, ya. Tapi intinya, friendzone merupakan situasi di mana cinta bertepuk sebelah tangan dengan alasan ''hanya teman'' dalam hubungan pertemanan kalian yang bagai kepompong. Hiks.

Lalu, apa tanda-tanda kita terjebak di ruang nostalgia - salah - di zona tersebut yang kian hari kian nyaman itu?

Berikut kesimpulannya :

1. Apa yang dilakukannya di matamu selalu benar dan terlihat sempurna

Jujur, kalau sudah ada hati dengan seseorang, mau dia terlihat jelek, buluk, penuh dosa pun, tetap tampak baik paripurna di mata kita.

2. Dia memperlakukanmu selayaknya "nggak ada loe nggak rame" dan kamu mulai baper

Namanya juga teman yang setiap hari ketemu, tahu busuknya kita dari atas sampai bawah, otomatis dia akan sangat merasa nyaman saat bersama kita sampai kita pun bisa jadi sasaran empuk kejailannya. Namun, yang berbahayanya, jika kita yang sudah terbawa perasaan alias baper, bisa salah paham, tuh!

3. Merasa nyaman banget dan nggak bisa jauh dari doi

Nyaman dalam artian yang lain.

4. Mulai deh ngarep-ngarep tai kucing

Ketika kita sudah mulai membuka pintu hati untuk seseorang, maka kita pun juga sudah siap untuk mulai berharap dan berujung dengan kecewa. Hati-hati, guys!

5. Perlahan pikiran dan logikamu mulai gesrek juga. Semua saran yang tidak mendukungmu kamu tolak mentah-mentah

Cinta membutakan segalanya. Semua nasihat, saran, kritik dan masukan orang lain terhempas badai. Ya iya kalau doi juga punya rasa yang sama. Lah, kalau dia hanya anggap kita teman? Hiks.

6. Tambahan: Hanya kamu saja yang mendadak jadi terbawa perasaan, di mana pun dan kapan pun

Malam minggu setel lagu Sementara Sendiri-nya Geisha sambil nangis bombay di atas kasur. Jalan bareng doi cemburu membabi buta lihat doi lirik-lirikan sama yang lain. Ah, di mana pun deh, bawaannya galau melulu! Ujung-ujungnya suasana pertemanan kita dengan doi yang jadi kacau balau. Tidaaaakkk....

Jadi, apa yang harus dilakukan ketika semua sudah terlanjur?

Ya, selayaknya nasi berubah jadi bubur, tinggal ditambah kecap, sambal, bawang, kerupuk dan... SELAMAT MAKAN!

Eits... tapi kita bisa melakukan pencegahan dini sebelum virus itu menyebar menjadi penyakit mematikan, yakni BAPER tingkat Nasional.

1. Pastikan dengan segenap hatimu untuk menangkis cepat ketika perasaan itu mulai tumbuh

Jika sudah muncul tanda-tanda itu, segeralah menebas habis perasaanmu sebelum terlambat. Ingat, kalian hanya teman!

2. Kuncinya: keras kepala

Bisa, kan, sedikit saja bersikap keras terhadap hatimu? Yakinkan bahwa dia benar-benar tidak menganggapmu istimewa di matanya. 

3. Bertanyalah, ''apakah kau rela mengorbankan pertemanan kalian?''

Coba perjelas hubungan kalian. Jika seratus persen doi menganggapmu teman, untuk urusan ini, biarkan logikamu yang berperan. Meski ada sebagian kisah cinta tumbuh lewat status teman, tapi, sudah jelas, dia tidak menyukaimu!

4. Lirik yang lain

Ini yang paling ampuh. Mati satu, tumbuh seribu. Masih banyak manusia bertebaran di muka bumi yang siap dijadikan calon gebetan.

Itulah beberapa poin yang harus kita lakukan untuk menumpas kejahatan friendzone.

Memang susah diterapkan langsung, apalagi jika perasaan itu sudah terlalu dalam dan kita sudah terlalu sayang -- yang berbeda -- terhadap doi. Tapi, pikirkan baik-baik hubungan kalian ke depannya.

Kelebihannya, karena kita menyukai teman sendiri yang tahu betul busuk-busuknya dia sampai akar, jadi cocoklah dengan kalimat menerima apa adanya! Cuiitt... cuiitt...

Tapi kurangnya, jika semua itu tidak berjalan mulus selayak jalan tol, maka hubungan pertemanan kalianlah taruhannya. Kalian beda prinsip! Hatimu melihat ke arahnya, sedangkan hatinya berkelana ke tujuan yang lain. Hiks.

Yang biasanya antijaim, buka aib sendiri, kongkow bareng, jitak sana jitak sini, malu-maluin, semua itu akan berubah seratus delapan puluh derajat. Catat!

Jika kita tahu diri dan tidak ingin mempertaruhkan persahabatan yang sudah terjalin sungguh erat hanya karena masalah sepele, so, ikhlaskan. Buat diri kita tahan banting, berusaha keras untuk menangkis godaan itu dan tetap menjadi diri kita, si teman terbaiknya doi. Maka rasa itu perlahan-lahan akan pudar dengan sendirinya.

So, good bye, Friendzone!
Aku sudah bebas!