“gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo“ salah satu ungkapan jawa yang di gunakan untuk menggambarkan betapa kayanya alam Ibu Pertiwi dengan keadaan yang tentram dan damai. Ibu Pertiwi adalah salah satu Negara kepulauan yang memiliki keberagaman suku,bahasa dan ras serta golongan.

Kebudayaan yang berbeda-beda di setiap daerah, keberagaman bahasa,adat istiadat. Di balik keberagaman dan damainya Ibu Pertiwi, haruslah tercipta toleransi antar sesama, toleransi sebagai sikap menghargai terhadap kemajemukan. Dengan kata lain sikap ini bukan saja untuk mengakui eksistensi dan hak-hak orang lain, bahkan lebih dari itu, terlibat dalam usaha mengetahui dan memahami adanya kemajemukan(Djohan Efendi).

Dalam bahasa Inggris “tolerance” yang berarti sikap membiarkan, mengakui dan menghormati keyakinan orang lain tanpa memerlukan persetujuan. Sedangkan dalam bahasa Arab istilah ini merujuk kepada kata “tasamuh” yaitu saling mengizinkan atau saling memudahkan. ironisnya dilapangan banyak kita jumpai konflik-konflik yang berkebalikan dengan toleransi yaitu bersikap intoleransi(Tidak tenggang rasa).

Seperti konflik pembakaran rumah ibadah di Tolikara,Papua Barat,Pembakaran gereja di Aceh Singkil, bom kuil Budha di kota Jakarta(7 Agustus 2013),pembakaran 50 rumah Warga Muslim Syiah di Madura. Tentunya masih banyak lagi kasus-kasus intoleransi di Ibu Pertiwi yang tidak di ketahui oleh masyarkat. Menurut http://www.koran-sindo.com edisi 10 Agustus 2016 bahwa kasus intoleransi tertinggi di Indonesia berada di Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan survei yang di lakukan Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid, tingginya kasus intoleransi di Jawa Barat setidaknya dapat dilihat dari banyaknya pelaku bom bunuh diri yang tercatat asal Jawa Barat. Selain Jawa Barat, provinsi lain yang menempati urutan tertinggi kasus intoleransi yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari fenomena ini bahwa warga Indonesia masih kurang memiliki kesadaran untuk bertoleransi antar manusia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Ibu Pertiwi membutuhkan insan-insan yang berintegritas tinggi dan berkarakter serta berjiwa nasionalisme.

Dengan integritas tinggi,karakter yang baik serta nasionlisme individu-indivu pasti akan bisa bersatu walaupun perebedaan begitu terasa mencolok. Seperti semboyan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat yang beraneka ragam namun keseluruhannya merupakan suatu persatuan. Indonesia yang berbeda-beda harus menjadi satu, agar tercapainya tujuan Indonesia, yang tertulis pada Pembukaan UUD ’45.

Alinea Keempat, disebutkan bahwa “…melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial …”. Dasar inilah yang menggerakkan dan menyadarkan saya sebagai salah satu  pemuda Indonesia untuk tetap mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan terus berperan aktif untuk NKRI.

Sebulan lalu saya telah ikut berpartisipasi pada salah satu program pertukaran kebudayaan antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam Program Siswa Mengenal Nusantara yang di adakan oleh BUMN Hadir untuk Negeri. Banyak nilai kehidupan yang saya peroleh, dari aspek budaya sosial masyarakat bahkan butir-butir nilai religinya.Salah satu agenda kegiatan yaitu mengunjungi Suku Boti, Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Suku yang masih memegang teguh kepercayaan pada roh-roh leluhur atau animisme. Walau kami dari Jawa Tengah yang mayoritas muslim, kami di sambut dan di terima dengan baik. Saya merasa nyaman dan aman berada di sana walau perbedaan kami begitu mencolok.

Ini adalah salah satu contoh tolerasi antar manusia, harapan saya dan teman-teman bahwa sikap toleransi bisa menjadi karakter yang sudah tertanam di setiap individu agar terwujudnya tujuan NKRI “melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Mari kita ikut bergerak aktif dengan suatu kesederhanan yang berdampak besar untuk menanamkan sikap toleransi. Mari kita wujudkan sebuah organisasi “Indonesian Save and Peach” dengan memiliki motto“Indonesian Build Great Character”.

Dalam organisasi ini saya ingin mengumpulkan seluruh warga Indonesia untuk bersama-sama mengadakan berbagai kegiatan yang dapat menumbuhkan karakter positif termasuk berintegritas. Bermula dari lingkungan sekitar saya akan mengadakan acara kemanusiaan dengan mengajak orang di sekitar saya yang tergabung dalam organisasi “Indonesian Save and Peach”, seperti mengadakan “B3 (Bina Bantu Beribadat)” membantu dalam pembangunan tempat peribadatan denagn menyumbangkan dana yang kami peroleh dari berbagai sponsor maupun uang pribadi.Sekarang saya kelas XI SMK Negeri Jawa Tengah,jurusan Teknik Konstruksi Batu dan Beton(TKBB) ,dengan ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama ini, saya akan menerapkan ilmu-ilmu ke lapanagn langsung. Bantuan yang di berikan tidak hanya berbentuk materi, kami akan terjun ke lapangan untuk menyumbangkan tenaga.

Dalam “B3(Bina Bantu Beribadat)” kami akan membantu tempat peribadatan baik islam,katolik,hindu,budha(jangkauan wajar) dalam berbagai aspek.Dalam organisasi“Indonesian Save and Peach” saya juga akan mempelopori di adakannya “Share For Get”dalam kegiatan ini kami akan berusaha mencari sponsor dan donator untuk disalurkan kepada kaum duafa dan yang membutuhkan. Baik peralatan sekolah,kebutuhan sekolah,peralatan praktik sekolah dll. Kami juga akan mengajukan proposal supaya diadakannya “Seminar Persatuan Nasional” gencar mensosialisasikan akan pentingnya tenggang rasa/toleransi.

Seminar yang nantinya apabila di setujui maka akan mengundang seluruh pemuda yang berprestasi untuk mendapat training untuk menjadi agen toleransi. Saya yakin melalui organisasi “Indonesian Save and Peach” akan ada banyak kegiatan-kegitan yang nantinya akan di adakan. Kegiatan yang lahir dari aspirasi-aspirasi masyarakat sekita dan anggota “Indonesian Save and Peach”.

Indonesia membutuhkan orang-orang yang berintegritas tinggi, berjiwa nasionalis dan pastinya orang-orang telah memiliki kesadaran akan pentingnya toleransi. Toleransilah yang akan membuat Indonesia tetap berdiri kokoh. Toleransi akan mengajari bagaimana untuk bersatu dan membangun Indonesia.

Dengan berbagai kegiatan-kegiatan sosial yang langsung bersentuhan dengan masyarakat tentunya akan membangkitkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Dengan rasa kebersamaan dan menghargai satu sama lain, Indonesia akan menjadi aman dan damai, terwujudlah tujuan Indonesia.

Kesimpulan dari saya bahwa kita terlahir di bumi pertiwi, kita memiliki kewajiban untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan NKRI yang telah di perjuangkan oleh para pahlawan hingga titik darah penghabisan. Mari kita ambil bagian dan berperan aktif membangun Indonesia dengan di mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Mari saudara-saudaraku dari Sabang sampai Merauke, mari berperan untuk Indonesia lebih baik dengan bertoleransi dan berbagi antar sesama.Lemparlah senyum,salam dan juga sapa pada sesama agar tercipta suasana suka cita persatuan nan kesatuan.

#LombaEsaiKemanusiaan