Sistem pendidikan di setiap negara di dunia tentu berbeda. Dalam artikel ini, kita akan lebih fokus membahas dan mengulas sistem pendidikan yang ada di Indonesia. 

Indonesia memang bukanlah negara yang terbaik di dunia dalam bidang pendidikan. Korea Selatan menempati posisi nomor 1 dalam sistem pendidikan di dunia. 

Bukan tidak mungkin bagi Indonesia untuk menempati posisi tersebut jika pemerintah mau terus berbenah dengan diiringi usaha dari para siswa untuk memberikan nilai terbaik.

Indonesia pasti mampu bersaing dengan Korea Selatan, Jepang, Belanda dan negara-negara terbaik lainnya. Sistem pendidikan di Indonesia memang cukup rumit, dengan berbagai jenis kurikulum maupun jenis mata pelajaran yang harus dikuasai oleh para siswa.

Banyak siswa yang mengeluh dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia. Mata pelajaran yang banyak dan harus sepenuhnya dikuasai oleh para siswa. Begitu juga waktu belajar yang begitu lama membuat para siswa tidak betah untuk sekolah.

Di Indonesia, setiap siswa yang ingin melangkah dari jenjang sekolah dasar ke jenjang sekolah menengah harus melewati suatu tahap, yaitu ujian nasional. Apakah yang dimaksud dengan ujian nasional tersebut?

Menurut Wikipedia, ujian nasional adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antardaerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003.

Ujian nasional sering disebut UN. Lebih singkatnya, UN merupakan proses pengujian pemahaman siswa selama proses belajar yang telah ditentukan. Ujian nasional dari tingkat sekolah menengah atas, menengah pertama, hingga sekolah dasar biasanya pelaksanaannya secara berurutan.

Sekolah menengah atas akan melakukan ujian nasional terlebih dahulu biasanya di awal bulan April atau akhir Maret. Biasanya sekolah menengah atas dan sekolah menengah pertama diujikan 4 mata pelajaran di dalam ujian nasional.

Berbeda dengan sekolah dasar. Sekolah dasar biasanya diujikan hanya 3 mata pelajaran. Walaupun sekarang ujian nasinal bukanlah satu satunya yang menentukan kelulusan para siswa, tetapi banyak siswa yang berjuang mati-matian untuk mendapat nilai terbaik dalam ujian nasional.

Bahkan tidak sedikit pula yang menganggap bahwa ujian nasional itu adalah sutu hal yang remeh. Meraka tutup mata ketika mengerjakan soal; bukan karena mereka mampu mengerjakan, tetapi karena mereka mengganggap ujian nasional bukanlah penentu kelulusan mereka tetapi sekolahlah penentunya.

Meskipun sekarang ujian nasional bukanlah penentu utamanya, tetapi ujian nasional tetaplah berpengaruh penting dalam kelulusan siswa. Melalui ujian nasional, kita dapat mengetahui seberapa jauh siswa menguasai dan memahami materi yang sudah diberikan.

Demi memajukan pendidikan di Indonesia, ujian nasional merupakan salah satu cara pemerintah agar pendidikan Indonesia dipandang oleh dunia luar. Untuk itu, pemerintah mengemukakan 3 alasan pokok mengapa ujian nasional harus tetap dilaksanakan.

Alasan pertama, yaitu untuk melihat peta pendidikan di Indonesia. Maksudnya adalah melalui ujian nasional pemerintah dapat melihat perubahan kondisi pendidikan di Indonesia. Apakah Indonesia mengalami kemajuan atau kemunduran dalam pendidikan.

Alasan yang kedua, yaitu meningkatkan kemampuan siswa. Maksudnya adalah melalui ujian nasional kemampuan siswa akan diukur, apakah ia mampu menyelesaikan ujian nasioanl dengan baik sehingga kemampuannya dapat meningkat.

Alasan yang ketiga, yaitu sebagai bentuk evaluasi sekolah. Maksudnya adalah melalui ujian nasional sekolah dapat mengevaluasi sejauh mana sekolah memberikan pendidikan terbaik untuk para siswanya dilihat dari seberapa jauh kemampuan para siswa dalam menghadapi ujian nasional.

Itulah tiga alasan mengapa ujian nasional harus tetap dilaksanakan. Bahkan dari awal tahun 1950 ujian nasional sudah diadakan. Pada tahun tersebut, ujian nasional masih disebut sebagai ujian penghabisan. Ujian ini berbentuk esai atau uraian.

Tahun berganti tahun, sistem ujian nasional yang dilaksanakan pun mengalami banyak perubahan. Jika tahun 1950an hingga 2013 ujian nasional masih memerlukan kertas dan pensil sebagai media utamanya, kini mulai tahun 2014 ujian nasional di Indonesia sudah menggunakan komputer.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang biasanya disebut di Indonesia telah berhasil menggantikan ujian nasional yang menggunakan kertas atau yang biasa disebut dengan paper based test.

Para siswa tidak perlu lagi berlama lama menghabiskan waktu untuk melingkari jawaban yang tertera pada lembar jawaban nasional. Para siswa tidak perlu khawatir lagi mengenai ketajaman pensil yang digunakan agar hasil pelingkarannya tepat dan dapat terbaca oleh sistem yang mengoreksi.

Kini siswa hanya pelu menyiapkan diri dalam menghadapi ujian nasional. Ujian nasional sudah makin dipermudah medianya oleh pemerintah Indonesia walaupun masih ada sekolah di Indonesia yang masih menggunakan paper based test.

Namun pemerintah sudah berusaha keras untuk mempermudah ujian nasional dalam rangka memajukan pendidikan di Indonesia. 

Lalu, apa yang sudah kita lakukan dalam menghadapi ujian nasional? Apakah kita tutut membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan di Indonesia? Atau kita yang menjadi penghambat kemajuan pendidikan di Indonesia?

Mari, kita sebagai siswa tugas kita adalah belajar. Sudah seharusnya kita menata masa depan kita dari sekarang. Di samping untuk mempersiapkan masa depan yang baik, dengan belajar juga kita turut berkontribusi untuk memajukan sistem pendidikan di Indonesia.