Keluarga adalah kumpulan manusia yang dihubungkan dan dipertemukan melalui pertalian darah, perkawinan, atau melalui adopsi. Atau menurut definisi barat adalah satu satuan sosial terkecil yang mempunyai hubungan darah atau memiliki pertalian hubungan sah melalui perkawinan, pengambilan anak angkat dan sebagainya. 

Anggota keluarga hidup bersama di bawah satu atap yang merupakan satuan rumah tangga atau mereka menganggapnya sebagai runah sendiri. Keluarga terdiri atas ornag yag berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain menurut peranan masing-masing, semisa sebagi suami, istri, atau anak. Keluarga juga memiliki kebiasaan dan budaya tertentu yang diturunkan dari budaya umum masyarakat dan keluarga sering mempraktekkannya sendiri dengan cara tertentu.

Khususnya terhadap generasi bangsa, setiap keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk karakter mereka selanjutnya. Karena keluarga adalah linkungan paling dekat di mana manusia secara perlahan mengadaptasikan dirinya terhadap lingkungan tersebut atau generasi itu memang krakternya di bentuk sendiri oleh dalam hal ini ayah dan ibunya. Generasi yang baik adalah mereka yang lahir dari keluarga terdidik yang mampu memberikan yang terbaik pula kepa sang anak.

Pembentukan karakter anak, budaya baik yang berlanjut di tengah masyarakat berawal dari lingkungan strata sosial keluarga. Budaya baik yang dikembangkan haruslah sesuai dengan norma kehidupan bermasyarakat, seperti norma agama, susila, norma sosial norma lainnya yang dianut masyarakat.

Budaya disiplin termasuk salah satu contoh budaya baik yang perlu mendapat pembinaan di lingkungan keluarga. Disiplin terhadap waktu, aturan dan tata tertib yang berlaku dimana kita berada. Hal ini perlu menjadi pusat perhatian orang tua di lingkungan keluarga.

Sudah umum diketahui bahwa budaya disiplin belum memasyarakat secara baik di tengah masyarakat Indonesia. Kelompok-kelompok tertentu masih senang untuk melanggar aturan tertentu di lingkungannya. Melanggar aturan berlalu lintas, tidak mau menikuti aturan antri dan masih banyak lagi aturan yang sering diabaikan.

Pelanggaran terhadap disiplin dan aturan yang berlaku berdampak terhadap diri pribadi maupun orang lain. Pelanggaran disiplin berlalu lintas dapat beresiko buruk terhadap keselamatan diri dan orang lain. Pelanggaran terhadap disiplin waktu berakibat terkendalanya penyelenggaraan suatu proses yang berlangsung. Tidak mau antri di tempat umum sering menimbulkan kekacauan prosedur.

Fenomena di atas hanyalah sebagian contoh kecil budaya tidak baik di tengah masyarakat. Maka disinilah perannya lingkungan keluarga untuk menumbuhkan kesadaran berbudaya baik. Orangtua dan anggota keluarga perlu membiasakan diri untuk memulai budaya baik seperti budaya disiplin, budaya antri, dan budaya lainnya di lingkungan keluarga. 

Keteladanan orang tua menjadi tolok ukur dalam mengembangkan disiplin dan budaya baik lainnya.Anggota keluarga, terutama ayah dan ibu berperan menjadi role model bagi anak-anaknya, dimana secara sadar maupun tidak sadar, beberapa karakter orangtua tersebut akan diwarisi oleh anak-anaknya. Keluarga yang harmonis, biasanya akan membawa seseorang pada kesuksesan. 

Begitu sebaliknya, keluarga yang kurang harmonis, tak jarang menjadi alasan seseorang melakukan tindakan yang merusak diri dan/atau sekitarnya. Mari kita lihat contoh kongkrit, biasanya anak yang orangtuanya tidak akur, sering bertengkar, bahkan bercerai, cenderung melakukan tindakan yang merusak diri misalnya menggunakan narkoba.

Oleh karenanya seorang ayah dan ibu kepada anak-anaknya hendaklah untuk peka memberikan apa yang menjadi keinginan dan hobi mereka sedari dini, memfasilitasi segala apa yang menjadi kebutuhan seorang anak. Karena dalam prakteknya tak sedikit diantara ayah dan ibu yang kurang peka dan pelit memberikan asilitas dari apa yang anak-anaknya minati. 

Padahal hal itu sangat membantu terhadap perkembangan bangkat seorang anak dan potensi mereka untuk menjadi orang yang luar biasa. Hal itu juga bisa mengalihkan dari keinginan seorang anak untuk melakukan aktifitas yang tidak ada manfaatnya atau bahkan mengandung unsur mudarat seperti contoh narkoba tadi 

Seorang anak jika sudah terbiasa dengan aktitas yang baik dan memang adalah bakatnya hal itu akan memberikan efek tersendiri dalam ruang keluarga. Akan menjadi kebahagiaan tersendiri sebab hal itu. Jika sedari kecil anak sudah dididik dengan kebiasaan positif besarnya nanti dia akan tetap pada posisi tersebut dan akan mengalami perubahan pada diri. Tidak seperti keluarga lain yang sering melakukan hal negatif.

Menurut Stephen Covey dalam bukunya the 7 Habits of Highly Effective Families, ada 7 kebiasaan baik yang wajib dilakukan untuk membangun budaya yang baik di dalam sebuah keluarga. 7 kebiasaan tersebut meliputi:

1. Proaktif (Be proactive): Menjadi agen perubahan di dalam keluarga anda

2. Mulailah dengan tujuan akhir (begin with the end in mind): Mengembangkan Pernyataan Misi Sebuah Keluarga

3. Prioritaskan hal-hal yang utama (Put First Things First): Memprioritaskan keluarga di Dunia yang penuh Turbulensi

4. Berpikirlah "Menang-Menang" (Think "Win-Win"): Berpindah dari "Aku" menjadi "Kami"

5. Mengerti baru kemudian dapat dimengerti (Seek to Understand. . .Then to be Understood): Memecahkan masalah keluarga melalui komunikasi yang bersifat empati

6. Sinergi (Synergize): Membangun Kesatuan Keluarga dengan menghargai perbedaan

7. Mempertajam Geraji (Sharpen the Saw): Memperbarui Keluarga melalui Tradisi 

Dalam bukunya, Stephen Covey mengatakan bahwa, "children learn the most important lessons not from Power Rangers or even Big Bird but from a loving family who reads with them, talks to them, works with them, listens to them, and spends happy time with them. When children feel loved, really loved, they thrive!" yang artinya, "Anak-anak belajar pelajaran terpenting dalam hidup bukan dari Power Rangers atau bahkan Big Bird (tokoh-tokoh dalam acara televisi), tetapi dari sebuah keluarga yang penuh kasih sayang, yang membaca bersama mereka, berbicara dengan merea, mendengarkan mereka, dan bersenang-senang dengan mereka. Ketika anak-anak merasa dicintai, sangat dicintai, mereka berkembang dengan pesat!.

Maka dari itu, sangatlah penting menciptakan budaya yang baik di dalam sebuah keluarga. Berikut beberapa yang saya pahami dari buku tersebut dan menurut saya. Sebagai manusia, kita diberikan anugerah yang apabila kita gunakan dengan benar dan baik dapat membawa kita pada kesuksesan hidup. Empat anugerah tersebut adalah: kesadaran diri, nurani, imajinasi, dan kehendak mandiri. Maka gunakanlah dengan benar hal empat tersebut.

Siapapun Anda, apapun peran Anda di dalam keluarga, Anda penting. Tidak perlu menunggu orang lain untuk melakukan suatu hal baik, kemudian Anda mencontoh. Andalah agen perubahan tersebut! Tak usah menunggu, jadilah teladan di dalam keluarga Anda.

Pentingnya membuat pernyataan misi keluarga. Misi keluarga harus dibuat di awal pernikahan, bahkan sebelum pernikahan itu dibentuk, untuk menjaga cita-cita keluarga agar dapat tercapai. Pun begitu, tak hanya diketahui oleh orangtua saja, melainkan seluruh anggota keluarga harus mengetahui dan memahami misi tersebut. Di dalam buku ini, dijelaskan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menmberikan pemahaman tentang misi keluarga.

Pentingnya sifat saling terbuka. Inilah yang jarang saya temui, budaya keterbukaan di dalam sebuah keluarga. Beberapa anggota tidak merasa nyaman atau merasakan kasih sayang keluarga karena ketika ada masalah entah masalah pribadi maupun masalah di dalam keluarga, mereka cenderung menyimpannya rapat-rapat. Padahal, dengan keterbukaan, disitulah kekuatan keluarga terbangun. Sesama anggota keluarga ikatan keluarga yang begitu erat.

Kita tidak bisa memaksakan anggota keluarga lain menjadi apa yang kita inginkan. Ingat, setiap orang unik dan mereka memiliki hak untuk menjadi dirinya sendiri. Tugas terbaik yang dapat dilakukan Anda, entah Anda orangtua ataupun anak, adalah menerima anggota keluarga Anda apa adanya, dalam artian tidak memaksakan dia menjadi apa yang Anda inginkan. Namun, bukan berarti sifat-sifat buruk yang dimiliki didiamkan begitu saja. Inilah pentingnya membuat dan memahami misi keluarga, agar cita-cita dapat tercapai.

Di dunia yang penuh hiruk pikuk ini, tentu tidak mudah untuk menjaga keharmonisan suatu keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda dan waktu yang mereka miliki untuk keluarga pun tidak sama. Maka dari itu, sangatlah penting untuk membuat program "family time", yang disepakati oleh seluruh anggota keluarga, untuk sekedar bercerita dan mendengarkan dengan penuh cinta.

Di lingkungan keluarga, norma yang berlaku terkadang berbeda dengan keluarga yang lainnya. Hal tersebut dipengaruhi dari beberapa hal, seperti agama, suku dan budaya, dan hal-hal lainnya.

Sebagai contoh, apabila keluarga terebut mempunyai aturan atau norma agama, dan agama yang mereka anut adalah Islam, dalam keluarga tersebut akan mempunyai aturan sebagai berikut

  1. Wajib shalat 5 waktu,
  2. Membaca Al-Quran,
  3. Tidak boleh berbohong kepada orang tua,
  4. Patuh terhadap orang tua,
  5. Yakin kepada Allah. Swt dan berpegang kepada Al-Quran.

Di agama manapun, setiap hal yang melanggar norma agama akan mendapatkan dosa, dikarenakan norma agama tersebut saling terkait dengan agama yang kita anut. Norma agama pun berhubungan dengan keyakinan kita terhadap Tuhan YME.

Dalam lingkungan keluarga pun, pastinya terdapat norma sopan santun, yaitu seperti :

  1. Apabila sedang makan tidak boleh berbicara
  2. Menghormati orangtua
  3. Tidak berkata kasar kepada orangtua

Serta salah satu contoh norma kesusilaan yang berlaku di suatu keluarga antara lain adalah :

  1. Tidak boleh mengambil barang milik anggota keluarga tanpa izin
  2. Tidak boleh berbohong antara sesama anggota keluarga
  3. Tidak boleh membawa teman lawan jenis untuk menginap.
  4. Teman yang datang tidak boleh datang terlalu larut malam.

Apabila kita perhatikan, bahwa setiap norma tersebut saling terkait satu sama lain. Dalam norma agama dan norma sopan santun, kita dilarang untuk membantah atau berkata kasar kepada orangtua. Kita seharusnya menghormati orang tua. Dalam norma agama, hal tersebut merupakan dosa besar dan termasuk durhaka, begitu pula dalam norma sopan santun hal tersebut pastinya tidak sopan untuk dilakukan.

Oleh karena itu, maka hal-hal positif yang akan kita dapatkan apabila kita mematuhi nilai-nilai dan norma dalam lingkungan keluarga antara lain :

  1. Dengan adanya interaksi sesama anggota keluarga akan mengakibatkan kita saling menyanyai satu dengan yang lainnya
  2. Dengan tolong menolong kita menjadi seperti keluarga karena dengan pertolongan tersebut akan meringankan beban seseorang
  3. Dengan saling menghormati sesama maka akan timbul kenyamanan dalam hidup , tidak akan terjadi perselisihan antar anggota keluarga
  4. Dengan tidak melanggar norma agama maka hati kita akan tenang. Kita akan terhindar dari dosa yang melanggar norma agama
  5. Dengan tidak melanggar norma sopan santun maka diri kita akan dihargai oleh sesama anggota keluarga, karena kita dapat menempatkan diri dalam keluarga
  6. Dengan tidak melangggar norma kesusilaan kita akan dipandang baik oleh keluarga kita. Hidup kita juga akan tenang karena tidak ada penyesalan dari perbuatan kita.
  7. Dengan tidak melanggar norma hukum kita tidak akan mendapat sanksi dari tindakan kita.

Jadi orang tua benar-benar memiliki peran penting dalam menanamkan budaya baik terhadap rumah tangga. Orang tua sebagai role model dalam hal ini lebih khusus lagi ayah yang berposisi sebagai kepala rumah tangga. Seorang anak yang tidak tau apa-apa selanjutnya akan mengikuti apa-apa yang sudah menjadi budaya dalam keluarga, makanya jika budaya yang ada dalam keluarga tersebut baik dapat dipastikan akan melahirkan generasi yang baik, pun demikian sebaliknya.

Selain itu dalam keluarga perlu kiranya untuk di kasih undang-undang atau semacam aturan khusus, dimana jika aturan tersebut dilarang maka seharusnya ada konsekwensin sebagai hukuman pelanggaran. Aturan yang dibuat adalah kesepakatan bersama dalam rumah tangga. Jika demikan maka keinginan untuk menuju keluarga yang harmonis, sejahtera, beretika dan disiplin akan benar menjadi kenyataan.