Menulis itu gampang-gampang susah. Gampang, bagi orang yang telah terbiasa menulis. Atau, dirinya telah menggeluti kegiatan menulis setiap hari, atau setiap saat, dan bahkan mendapatkan uang dari kegiatan menulis untuk menghidupi diri dan keluarganya. Sedangkan akan terasa susah, bagi orang yang tak terbiasa menulis. Tentu baginya, menulis bisa dikatakan menjadi momok yang sangat menakutkan.

Nah, dari pandangan tersebut, kita dapat mengambil hipotesa (kesimpulan sementara) bahwa suatu hal bisa karena terbiasa. Artinya, orang bisa menulis, karena dirinya membiasakan diri menulis setiap saat, yaitu dengan cara banyak berlatih menulis kapanpun dan di manapun. Ketika kita membiasakan berlatih menulis setiap saat, yakinlah kita akan gampang menulis apa saja yang kita inginkan. Tentu, dalam koridor keilmuan yang kita miliki, dan tulisan yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dengan demikian, salah satu penyebab seseorang susah menulis ialah, karena dirinya tak pernah membiasakan diri menulis. Seandainya dirinya mau dan memulai untuk membiasakan diri, bahkan memaksakan diri untuk bisa menulis, bisa dipastikan yang awalnya tak bisa menulis akan bisa menulis. Karena seseorang bisa menulis disebabkan dirinya mau membiasakan diri menulis.

Nah, setelah kita mengetahui bahwa salah satu penyebab seseorang susah menulis ialah, karena dirinya tak terbiasa menulis. Maka dari itu, bagi seseorang yang memiliki keinginan untuk bisa menulis, maka syarat utama yang harus dilakukan ialah membiasakan diri untuk menulis. Jika sudah terbiasa menulis, Insya-Allah kesulitan untuk menulis akan bisa teratasi.  

Memahami Sebuah Metode

Banyak metode kepenulisan yang diperkenalkan ke publik, baik dari kalangan akademisi (ilmuan) ataupun dari para praktisi (penulis). Jika disikapi dengan positif, semua metode kepenulisan tujuannya sama, yaitu memotivasi orang yang ingin menulis agar bisa menulis dengan baik dan benar. Kemudian, tulisan tersebut bisa bermanfaat untuk pembaca.

Jika tidak percaya, cobalah Anda berkunjung ke toko buku. Kemudian, carilah rak buku yang berisi tentang metode menulis ataupun cara-cara menulis dengan baik dan benar. Baca dengan seksama dari buku yang ada, bisa dipastikan tujuan dari metode yang disajikan ialah agar pembaca bisa menulis. Bahkan beberapa buku kepenulisan ada yang menjelaskan secara detail agar seseorang bisa menulis.  

Apa yang saya sampaikan, Alhamdulillah didasarkan pada pengalaman pribadi. Di mana, saking ingin bisa menulis, saya membeli beberapa buku kepenulisan dan motivasi agar bisa menulis. Tujuannya, supaya saya bisa menulis dengan baik dan benar, kemudian bisa mendapatkan income (pendapatan) dari kegiatan menulis.

Menurut hemat saya waktu itu, profesi menulis itu merupakan profesi yang unik. Karena seorang penulis bisa mendapatkan uang, tanpa harus mengeluarkan tenaga yang ekstra dan berpanas-pasan di tengah jalan. Akan tetapi, hanya tinggal duduk manis di depan leptop sembari makan cemilan dan minum kopi, dirinya sudah bisa menghasilkan uang.

Dari beberapa buku motivasi menulis yang saya miliki, yang di dalamnya berisi prihal metode dan tips agar seseorang bisa menulis, intinya sama yaitu agar pembaca bisa menulis. Metode dan saran-saran dari beberapa buku yang saya miliki tersebut, kemudian saya praktikkan dengan sepenuh hati. Walaupun, tak semuanya saya praktikkan secara detail seperti yang disarankan oleh penulis. Tapi, intinya saya mempraktikkan metode dan saran-saran tersebut.

Alhamdulillah, dari metode dan saran-saran yang diberikan, telah menghantarkan saya bisa menerbitkan buku, menulis di media massa (online dan cetak), menulis jurnal ilmiah, dan lain sebagainya. Mohon maaf, ini hanya sebagai tahaddust binni’mah (membicarakan nikmat Allah yang sangat luas), dan semoga bisa disebarkan pada yang lain, agar banyak orang yang mau menekuni dunia kepenulisan.

Nah, ada beberapa teman saya yang ingin belajar menulis. Saya coba pinjamkan buku-buku kepenulisan yang saya miliki. Tujuannya, agar mereka mau belajar dari buku-buku tersebut, sehingga mereka bisa belajar langsung dari buku tersebut seperti yang saya lakukan.

Tapi hasilnya nihil, beberapa kawan yang katanya ingin bisa menulis, kemudian saya beri pinjaman buku-buku kepenulisan yang saya miliki. Ketika saya tanya pada beberapa teman yang telah saya pinjami buku, bagaimana manfaat dari buku yang saya pinjamkan.

Rata-rata, ketika mereka mengembalikan buku yang saya pinjamkan, mereka mengatakan: “Kayaknya buku-buku yang engkau pinjamkan tak memberikan efek sedikitpun pada diri saya. Saya masih saja tak bisa menulis”.

Mendengar komentar yang mereka ungkapkan, saya pun balik bertanya pada mereka, “Apakah metode atau saran-saran yang diungkap dalam beberapa buku yang saya pinjamkan telah engkau jalankan? Ya setidaknya sebagian, atau bahkan beberapa hal saja di dalamnya?

Ternyata, rata-rata mereka menjawab, “Tidak”. Nah, dari apa yang pernah saya alami tersebut, dapat disimpulkan bahwa semua metode menulis sebenarnya itu baik dan Insya-Allah akan membuat seseorang bisa menulis dengan baik dan benar. Syaratnya ialah, metode tersebut harus dijalankan atau diaplikasikan.

Jika tidak dijalankan atau diaplikasikan, tentu sebaik apapun metode yang ada tak akan memberikan hasil maksimal terhadap keinginan untuk bisa menulis. Karena, syarat utama agar metode, saran dan tips kepenulisan memberikan efek maksimal, tentu setelah hal tersebut dijalankan atau diterapkan dengan baik.

Maka dari itu, sebelum saya membahas tentang metode menulis dalam tulisan ini, saya hanya mengatakan bahwa, metode yang akan saya sampaikan ini Insya-Allah akan membuat diri Anda yang membaca tulisan ini bisa menulis. Syarathnya hanya satu, yaitu Anda mau mempraktikkan.

Jika Anda mampu memperaktikkan metode ini, setidaknya sebulan, dua bulan, atau bahkan setahun, kemudian Anda belum bisa menulis dengan baik, silahkan komplain ke saya sebagai orang yang menyarankan metode ini. Kemudian, Anda boleh memaki-maki saya karena Anda tak bisa menulis, padahal telah mempraktikkan metode yang saya sampaikan.

Namun sebaliknya, jika metode yang saya sampaikan dalam tulisan ini berhasil membuat Anda menjadi penulis, maka saya tak meminta apa-apa. Saya hanya meminta pada orang-orang yang menggunakan metode ini, supaya saya dido’akan atas metode yang saya berikan agar menjadi amal jariyah yang bermanfaat bagi saya.     

Metode Selembar Sehari

Metode selembar sehari merupakan metode menulis yang mengharuskan seorang penulis pemula untuk berlatih menulis sebanyak selembar setiap harinya. Perhitungannya dimulai dari pagi hari sehabis bangun tidur hingga malam hari sebelum tidur malam. Hal tersebut dilakukan secara istiqomah setiap harinya, sebagai ritual latihan pembiasaan menulis.

Adapun jumlah selembar, bisa ditulis sekaligus ataupun dicicil. Misalnya, sekaligus ditulis selembar di pagi hari, siang hari, sore hari, ataupun malam hari. Atau, sekaligus ditulis saat kita santai dari rutinitas sehari-hari. Sehingga, latihan menulis yang dilakukan tak mengganggu aktivitas lainnya. 

Namun, bagi yang merasa kesulitan untuk menulis satukaligus selembar, maka bisa mencicil. Misalnya, pagi hari menulis satu alinea, siang hari satu alinea, sore hari satu alinea, dan malam hari satu alinea. Sehingga, ketika dikumpulkan akan menjadi satu lembar tulisan. Di malam hari sebelum menutup tulisan, Anda bisa mengedit tulisan, sehingga cicilan penulisan beberapa alinea bisa menjadi tulisan utuh yang bisa dipahami.

Bagi Anda yang baru belajar menulis, bisa dipastikan akan kesulitan untuk memulai kalimat pertama di lembar pertama. Hanya saja, paksakan saja untuk menulis menjadi tulisan utuh. Kalau Anda tidak memaksakan diri untuk memulai berlatih menulis di lembar pertama, saya pastikan keinginan menjadi penulis tak akan pernah tercapai. Namun, bila Anda berusaha memaksakan diri untuk memulai menulis, Insya-Allah kalimat demi kalimat akan mudah dirangkai ke depannya.

Lantas, topik apa yang kira-kira akan ditulis setiap hari? Jawabannya, tulis saja apa yang Anda dengar, lihat, rasakan, dan alami. Topik tersebut, coba deskripsikan menjadi tulisan utuh dan bisa dipahami oleh pembaca. Sehingga dari tulisan yang Anda hasilkan, pembaca bisa menangkap informasi yang bisa bermanfaat untuk diri pembaca.

Hanya saja, jika Anda melakukan setiap hari, bisa dipastikan Anda akan merasa jenuh. Ketika jenuh datang, Anda akan malas untuk berlatih. Maka dari itu, sebelum malas datang pada diri Anda, maka Anda harus berusaha menghilangkan rasa jenuh dalam diri Anda. Sehingga dengan menghilangkan rasa jenuh, kemalasan tak akan pernah hinggap untuk sekadar latihan menulis selembar setiap harinya.

Coba bayangkan, jika Anda menulis secara rutin sehari selembar, dalam waktu sebulan, Anda akan menghasilkan 30 halaman tulisan. Jika dua bulan, akan berjumlah 60 halaman. Dan jumlah 60 halaman, sudah bisa diterbitkan menjadi buku yang bisa dimintakan ISBN ke Perpustakaan Nasional. Asalkan, tulisan tersebut memiliki tema yang sama dari awal hingga di lembar ke 60.

Saya berkeyakinan, jika Anda memperaktikkan menulis sehari selembar dengan penuh ketekunan, di bulan pertama ataupun bulan ke dua, dipastikan Anda sudah mulai terbiasa menulis. Nah, ketika Anda sudah mulai terbiasa, Anda akan ketagihan untuk menambah menulis selembar sehari. Dengan demikian, Anda bisa menambah frekuensi jumlah tulisan, bisa dua atau tiga lembar sehari.

Hal yang harus diketahui, menulis selembar sehari sebagai pancingan berlatih menulis. Hanya saja, jika Anda tak mau menambah frekuensi menulis menjadi dua atupun tiga lembar, tak menjadi masalah. Karena inti menulis selembar sehari, memaksa Anda agar terbiasa menulis dengan berlatih menulis selembar.

Kita harus memahami bahwa siapa saja bisa menulis, karena menulis bukan bakat bawaan yang dimiliki seseorang. Akan tetapi, menulis merupakan bakat yang sengaja diasa oleh seseorang. Cara mengasahnya ialah dengan tekun memperaktikkan metode, teori, ataupun tips yang diberikan dari pengalaman orang lain.    

Mempraktikkan Metode

Metode tanpa praktik, tentu itu omong-kosong. Karena, metode tak akan memberikan hasil apa-apa, tanpa adanya praktik yang dilakukan oleh orang yang mempelajari metode tersebut. Maka dari itu, jika seseorang ingin mendapatkan manfaat dari sebuah metode, tentu dirinya harus mempraktikkan metode tersebut dengan penuh kesungguhan.

Berkaitan dengan metode menulis sehari selembar, tentu metode menulis ini tak akan memberikan manfaat yang besar pada diri Anda yang ingin belajar menulis, tanpa Anda praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, tugas Anda setelah membaca tulisan ini, kemudian Anda ingin menjadi penulis, maka langkah konkret yang harus dilakukan ialah mempraktikkan metode menulis sehari.

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk memperaktikkan metode ini. Pertama, luangkan waktu setiap hari. Anda harus meluangkan waktu setiap hari, bisa di pagi hari, siang hari, sore hari, ataupun malam hari. Intinya, dari waktu yang Anda luangkan, harus dipergunakan untuk menulis selembar. Pokoknya, Anda harus memaksakan diri untuk menulis selembar sehari.

Kedua, tulis hal-hal yang mudah untuk ditulis. Hal yang paling mudah untuk ditulis ialah menulis aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pagi hingga malam hari. Anda tinggal merangkai apa yang terjadi menjadi kalimat demi kalimat yang bisa dipahami oleh pembaca.

Misalnya: “Saya bangun di pagi hari untuk melaksanakan Sholat Shubuh berjamaah di Masjid. Untuk menghilangkah rasa ngantuk sepulang dari Masjid, biasanya saya menyeduh secangkir kopi. Namun, beberapa hari ini saya tak lagi menyeduh kopi sendiri. Karena istri saya yang menyeduhkan kopi untuk saya”.

Nah, rangkai saja kalimat ringan seperti di atas setiap hari, dari apa yang dialami oleh Anda sendiri. Atau, bisa juga Anda menuliskan dari apa yang Anda rasakan, dari profesi yang Anda geluti saat ini. Mulai dari rasa jengkel, rasa haru, hingga hal-hal yang sekiranya remeh-temeh yang terjadi di sekitar profesi yang Anda geluti. 

Misalnya Anda seorang guru: “Sebagai seorang guru, saya merasa prihatin menyaksikan perilaku siswa-siswi yang tak bermoral setelah pulang dari sekolah. Banyak di antara mereka sepulang sekolah nongkrong di pinggir jalan, merokok, hingga ugal-ugalan kala mengendarai sepeda motor di jalan raya”.

Dan masih banyak hal lain, yang dapat Anda tulis dari kejadian sehari-hari. Intinya, Anda membahasakan menjadi bahasa tulisan, dari apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya ialah, sebagai media berlatih menulis selembar sehari. Sehingga dari latihan tersebut, menjadikan Anda bisa menulis.

Ketiga, lakukan dengan penuh kesungguhan. Anda harus melakukan latihan menulis selembar sehari dengan penuh kesungguhan. Tanpa ada kesungguhan, jangan berharap akan mendapatkan hasil yang maksimal. Karena kesungguhan dalam berlatih menulis selembar sehari, akan menjadi kunci Anda untuk bisa menulis. 

Seseorang yang memiliki kesungguhan dalam melakukan sesuatu, biasanya akan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu hal tersebut dalam kondisi apapun. Dirinya tak akan pernah mengetengahkan alasan demi alasan. Karena alasan baginya, hanya akan memperlambat meraih apa yang dicita-citakan.

Keempat, Anda harus istiqomah atau konsisten menulis selembar sehari. Istiqomah dalam berlatih menulis selembar sehari, akan membuat Anda selalu meluangkan waktu berlatih menulis. Tanpa adanya istiqomah berlatih menulis selembar setiap hari, jangan berharap Anda akan bisa menulis dengan baik dan benar.

Tentu, akan ada masa Anda merasa jenuh dalam berlatih menulis. Ketika Anda merasa jenuh berlatih menulis, cobalah konstruksikan kembali cita-cita Anda, yaitu cita-cita menjadi seorang penulis. Dengan mengkonstruksikan kembali cita-cita, akan mampu mengembalikan semangat Anda untuk berlatih kembali menulis.

Metode dan Praktik

Metode dan praktik, ibarat dua sayap pada seekor burung. Di mana seekor burung bisa terbang tinggi, tentu disebabkan menggunakan dua sayap. Seandainya dirinya hanya memiliki satu sayap, tentu tak akan bisa terbang tinggi. Pun begitu dengan kegiatan menulis, sebaik apapun metode yang disarankan untuk menghasilkan tulisan yang baik, tak akan berdampak baik tanpa adanya praktik.

Maka dari itu, metode menulis akan memberikan hasil yang maksimal, jika Anda bisa mempraktikkan metode tersebut dengan baik. Tanpa adanya praktik yang maksimal, mustahil metode yang baik memberikan hasil maksimal pada diri Anda. Kunci sederhananya ialah, Anda harus mempraktikkan metode, jika menginginkan dampak positif dari metode yang sedang Anda pelajari.

Tentu, semuanya tergantung pada diri Anda sebagai seseorang yang ingin belajar menulis. Jika diri Anda ingin menjadi penulis, maka metode ini menurut hemat saya sangat pas sebagai sarana berlatih menulis. Semakin lama memperaktikkan metode ini, Insya-Allah cita-cita menjadi penulis akan tercapai. Selamat mempraktikkan...!