Sungai menjadi bagian penting dalam perkembangan sejarah peradaban manusia. Dalam beberapa catatan dan cerita sejarah, sungai merupakan salah satu komponen yang tidak pernah luput dari peran penting setiap fase kehidupan.

Sungai sebagai jalur perdagangan, pusat pertukaran kebudayaan, nilai sosial, penyedia berbagai sumber makanan, sumber air bersih, ruang diskusi kritis para perempuan, hingga sungai sebagai jalur transportasi utama di beberapa wilayah.

Bagi sebagian besar masyarakat Melayu, sungai menjadi pusat perkembangan peradaban, di mana hampir seluruh fase kehidupan dimulai dari tepi sungai. Sehingga tidak heran jika di Provinsi Jambi, sebagai salah satu provinsi dengan masyarakat asli Suku Melayu, banyak kita jumpai kampung-kampung tua yang dibangun di tepi-tepi sungai.

Di Provinsi Jambi, terdapat beberapa sungai dengan aliran yang cukup panjang yang tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan masyarakat setempat. Salah satu sungai dengan aliran yang cukup panjang adalah Sungai Pengabuan yang terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat, Sungai Pengabuan tentu sudah sangat familiar bahkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan berbagai fungsi yang selama ini melekat pada kehidupan masyarakat.

Sungai Pengabuan mempunyai panjang lebih dari 120 km yang memanjang dari Kecamatan Merlung, Renah Mendaluh, Batang Asam, Tungkal Ulu, Senyerang, Tebing Tinggi, dan bermuara di Kecamatan Tungkal Ilir menuju Selat Karimata Laut Cina Selatan dengan lebar muara mencapai 841 meter.

Tidak hanya sebagai jalur transportasi penting, Sungai Pengabuan, yang merupakan sungai terpanjang kedua di Provinsi Jambi setelah Sungai Batanghari, menjadi urat nadi kehidupan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat di berbagai sektor.

Di desa-desa yang dilalui aliran Sungai Pengabuan, masyarakatnya masih menjadikan sungai tersebut sebagai sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan mencuci, mandi, dan kakus

Bahkan, di beberapa desa di Sungai Pengabuan mempunyai kedekatan budaya dalam bentuk kearifan lokal. Beberapa desa dengan ketat menjaga sungai tersebut sebagai salah satu wilayah dengan nilai sosial yang cukup tinggi dengan menjadikan Sungai Pengabuan sebagai lubuk larangan.

Beberapa desa yang menjadikan Sungai Pengabuan sebagai lubuk larangan, antara lain Desa Sungai Rotan, Desa Rantau Benar, dan Desa Pulau Pauh di Kecamatan Renah Mendaluh.

Selain itu, Sungai Pengabuan juga menjadi salah satu tempat hidupnya berbagai jenis ikan air tawar yang menjadi sumber protein masyarakat yang hidup di sepanjang aliran sungai.

Sehingga bagi sebagaian besar desa yang dilintasi oleh Sungai Pengabuan, menjaga sungai agar tidak mengalami kerusakan dan kehancuran sama halnya menjaga urat nadi kehidupan masa depan anak cucu mereka.

Sungai Pengabuan bagi Bisnis Kertas APP Sinar Mas.

Tidak hanya berguna bagi masyarakat, Sungai Pengabuan juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia perdagangan dan bisnis di berbagai sektor, terutama sebagai jalur transportasi.

Jika kita menyusuri desa-desa di beberapa kecamatan di Tanjung Jabung Barat, akan kita jumpai pelabuhan-pelabuhan, baik pelabuhan besar maupun pelabuhan kecil di sepanjang alliran Sungai Pengabuan. Pelabuhan-pelabuhan tersebut berfungsi sebagai jalur angkutan batu bara, kayu, pasir dan batu, serta jalur pengangkutan bahan bakar industri.

Bagi APP Sinar Mas yang bergerak pada industri kertas, mulai dari sektor hulu (kebun kayu) hingga sektor hilir (industri olahan) dengan beberapa anak perusahaan yang tersebar di beberapa kabupaten, Sungai Pengabuan memegang peranan yang sangat penting, terutama sebagai jalur transportasi.

Bahkan di beberapa wilayah, Sungai Pengabuan menjadi jalur transportasi utama dan menjadi urat nadi bagi keberlangsungan industri kertas APP Sinar Mas. Salah satu anak perusahaannya yang mempunyai hubungan sangat dekat dan erat dengan sungai pengabuan adalah PT Lontar Papyrus Pulp dan Paper Industry (PT LPPPI) atau lebih dikenal dengan PT Lontar Papyrus.

Sungai Pengabuan tidak hanya menjadi jalur transportasi untuk mengangkut bahan baku industri kertas APP Sinar Mas yang dikelola oleh PT Lontar Papyrus, namun juga menjadi lintasan utama kapal-kapal pengangkut hasil produksi PT Lontar Papyrus ke berbagai daerah di dalam dan di luar negeri.

Sebagai salah satu komitmen dalam menjada kelestarian lingkungan, termasuk menjaga ekosistem Sungai Pengabuan, APP Sinar Mas mempunyai beberapa komitmen yang diatur melalui seperangkat kebijakan sustainability, antara lain Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan high conservation value (HCV) di mana kedua instrumen tersebut meletakkan sungai sebagai aspek bernilai konservasi tinggi yang harus dijaga kelestarianya.

Dalam beberapa program CSR yang diimplementasikan bersama kelompok masyarakat yang berada di sekitar konsesi maupun bersama pemerintah setempat, APP Sinar Mas turut serta menjaga kelestarian sungai dan menjaga keanekaragaman hayati sungai dengan cara menabur benih ikan di Sungai Pengabuan yang hasilnya dapat di manfaatkan secara langsung oleh masyarakat.