Aku adalah sepasang singa yang tak ingin dijadikan dua. Aku adalah satu. Satu jiwa, satu kekuatan, satu pengabdian. Aku tak tahu bagaimana aku lahir, tapi aku tahu untuk apa aku dilahirkan.

Awalnya aku berada di langit bukan di bumi. Menjadi saksi seorang anak yang bercinta dengan ibunya sendiri. Seorang anak lelaki yang menikahi ibunya kemudian menjadi penguasa langit. Uranus dengan putri Gaia istri Aither yang tak lain ayahnya sendiri. 

Uranus bukan penguasa langit saja. Kehebatan dan kepandaiannya digadang-gadang akan menjadi penguasa alam semesta. Artinya, aku juga akan menjadi peliharaan sang penguasa alam. Aku bukan hanya kesayangan Uranus dan Gaia, aku kemudian dijadikan teman sekaligus penjaga bagi Pandora. Gadis cantik yang dibesarkan oleh Gaia. 

Malam itu saat Pandora memintaku untuk menjadi teman, aku tahu benar di balik kegilaan Gaia yang bercinta dengan anak-anaknya sendiri dia memiliki ketulusan yang luar biasa. "Jangan kau bawa Pandora menuju kesengsaraan." Kemudian setelah itu aku selalu berada di depan Pandora, tidak pernah meningalkannya. 

Aku merasa beruntung, terhormat, dan merasa aman menjadi penjaga Pandora. Karena jika aku masih ada di lingkungan Uranus, aku akan menjadi saksi peperangan, penghianatan, dan cinta yang salah terus-menerus. Tetapi di dekat Pandora, si gadis cantik nan anggun ini, aku tidak melihat sesuatu yang membuatku khawatir. Kecuali di malam ketika pertama kali aku melihat Padora meneteskan air mata di pipinya yang merona itu. 

Seorang prajurit mengetuk pintu membawa dengan tergesa-gesa lalu mengatakan bahwa terjadi persekongkolan yang akan membuat penguasa dunia lenyap. Kakiku bergetar, aku tak sanggup mengatakan kepada tuan putri yang sedang sibuk menyisir rambutnya. Aku memutuskan membiarkan pengawal itu mengatakan sendiri dan aku bersembunyi di balik pintu. 

Pandora berlari kencang keluar kamar, menuju tempat Uranus dan Gaia, aku pun mengikuti. Namun apa yang diceritakan prajurit itu kini berbeda jauh dengan apa yang kami lihat. Uranus, tergeletak tak berdaya, namun masih mengeluarkan sumpah serapah ke Gaia dan Kronos. 

Rupanya ketika Hekatonkheire dan Kiklops, anak Uranus dikurung karena buruk rupa, Gaia bersekongkol dengan Kronos untuk menghilangkan kekuatan Uranus. Mereka memotong kelamin Uranus dan dilempar ke bumi agar Kronos menjadi penguasa alam. 

Pandora menangis di lantai sambil meratapi nasibnya. Keluarganya dipenuhi dengan amarah, penghianatan, dan luka. Namun setelah menangis, Pandora mencoba menguatkan dirinya, berdiri dan keluar tanpa memedulikan saudara-saudaranya. Aku mengikutinya, melihat kekecewaan dan rasa muak di mukanya. Aku tahu benar dia ingin jauh-jauh dari keluarganya. 

Tetapi Pandora tetaplah Pandora, yang penuh cinta dan kebaikan. Beberapa kali bertemu dengan Kronos dan Gaia, dia tetap luluh dan tak bisa membencinya. Karena pada dasarnya Pandora lebih dekat dengan Gaia. Dia hanya membenci keadaan. Dia hanya mengharapkan cinta dan membenci peperangan. Pandora tak mampu menyimpan dendam dan amarah pada seseorang.

Suatu hari aku diajak ke hamparan bunga yang luas. Tempat Pandora menenangkan dirinya. "Aku ingin merasakan jatuh cinta pada seseorang, bukan hanya dengan bumi." 

Aku memahami ucapannya. Sebab tak ada yang lebih tahu kesepiannya dibanding aku. Maka setiap malamku, aku mendoakan agar Pandora menemukan seseorang yang mencintainya. Agar ada seseorang yang menemaninya menyiram bunga setiap pagi, melihat gunung di ujung sungai, dan membuatnya lebih aman dibanding aku.

Tak lama setelah itu doaku terkabul. Pandora jatuh cinta pada seseorang untuk pertama kalinya, Kronos. Iya, Kronos saudaranya yang kini menguasai alam. Entah bagaimana cinta itu bisa terjadi. Yang aku tahu Kronos memang perayu yang hebat, sedangkan Pandora dengan ketulusan, kebaikan, dan kepolosannya sudah pasti tergoda. 

Jika aku berani menyampaikan pada mereka, aku adalah penentang yang pertama. Tapi kesetiaanku pada Pandora membuatku tidak sanggup menyampaikan itu. Pandora benar-benar sedang jatuh cinta. Terlebih setelah mendapat restu dari Gaia dan menikah. 

"Kelak anak-anakku akan menjadi yang terhebat, dan kamu akan menemani anak perempuanku juga," ucapnya kepadaku saat Pandora mengetahui dia hamil untuk pertama kalinya. Mataku berkaca-kaca atas syukurku melihat Pandora bahagia menjadi Ratu, disegani banyak orang, dan akan memiliki anak.

Satu hal yang pasti, Pandora dikenal sebagai Dewi Bumi. Cintanya pada bumi membuat bumi aman, tak ada yang berani merusaknya selagi istri Kranos masih peduli. Aku pun adalah saksi setiap kali Pandora berada dalam keretaku menuju suatu tempat, dia tidak pernah menutup tirainya. Dia tidak ingin melewatkan udara setiap jalan yang dia lewati. Sebentar lagi Pandora akan ditemani anak kecil yang akan duduk di sampingnya dan memanggilnya Ibu.

Kebahagiaan itu tak berjalan lama. Menjelang kelahiran putra pertamanya, Gaia menyampaikan bahwa suatu hari Kronos akan dikalahkan oleh anaknya. Gaia adalah peramal terbaik di langit dan bumi. Semua orang percaya akan ucapannya, termasuk Kronos. Aku pun  percaya jika mampu jujur kepada Pandora. 

Dengan keegoisan dan keserakahan Kronos, dia memutuskan untuk menelan anak yang dilahirkan Pandora. Untuk kedua kali aku melihat luka dan amarah di wajah cantiknya. Luka yang tak kunjung hilang sampai anak kelimanya. Pandora hanya melihat muka anaknya yang masih dihalangi darah dan kemudian suaminya sendiri menelan bayi itu layaknya makanan. 

Setelah anak kelimanya kembali ditelan, dia tak mau lagi tidur bersama Kronos. Tak mau lagi melayaninya. Namun Kronos adalah penguasa yang punya kekuatan tak tertandingi. Dia tetap menghamili Pandora untuk keenam kalinya. Pandora tahu akan ada lagi luka yang dia rasakan. Aku pun terluka. 

Sampai suatu hari, Pandora yang hebat memiliki sebuah rencana untuk tidak membiarkan hatinya terluka lagi. Menjelang kelahirannya, dia membuat Kronos sibuk dengan berbagai permintaan. Kronos pun tak ingin istrinya meninggal ketika Pandora meminta obat yang akan membuatnya tidak merasakan sakit. Kronos pergi. 

Ketika putra keenamnya lahir, Pandora cepat-cepat menyelamatkan putranya. Membungkusnya dalam kain dan disembunyikan di dalam keretaku. Aku membuat kegaduhan agar suara tangisan bayi itu tak terdengar. Pandora memberikan batu yang dibungkus dengan kain kepada Kronos untuk ditelan. 

Pandora menangis, namun hanya aku yang tahu bahwa tangisannya bermakna kebahagiaan. Dia sudah menderita selama ini, kini dia merasakan bahagia karena tahu dia memiliki seorang anak yang masih bisa diselamatkan. Pandora pun tahu bahwa Zeus yang akan mengantikan posisi Kronos nantinya. 

Luka Pandora hilang, kini kudapati kebahagiaan di mukanya. Aku tak ingin lagi melihatnya terluka. Aku ingin menjadi saksi bahagianya. Bahagianya sang penguasa bumi Pandora, atau yang kita kenal sebagai Rhea.

Baca Juga: Kontradiksi Zeus