AYAT KOPI

#1
pada setiap seduhan kopi yang kuteguk, aku bersaksi,

bahwa tiada rindu kecuali engkau.


#2
mana yang lebih pahit?

kopi tanpa cumbuan gula atau
rindu yang dibiarkan gigil tanpa nama.


3#
kopi yang baik adalah kopi yang bisa menjadikan dirimu lebih tangguh dari lidahmu,

dalam menanggung kepahitan.


4#
kopi dan perempuan, mereka saudara kembar.

dua-duanya keras kepala perihal rasa.


5#
ada banyak tanpa
berserakan di bumi ini.
hujan tanpa gelap,
kopi tanpa hitam,
rindu tanpa kata,

aku tanpamu.



AYAT RINDU

#1
rindu: seluas-luasnya ruang persembunyian memeluk kehilangan.


#2
dan di antara tanda-tanda kekuasaan cinta, diciptakannya rindu dan semua belukar rasa.

sesungguhnya daripada itu, kaulah penyebabnya.


#3
puasanya orang kasmaran,
tak mengenal kata berbuka dan lebaran.

mereka menyebutnya: rindu.


#4
ketika rindu tiba mendahului semua teori,
penolakan seperti apa yang bisa kuperbuat?

selain menerima kejatuhannya.


#5
puncak kesepian paling tinggi
tidak dirasakan oleh dia yang belum mencintai siapa-siapa,
tetapi,
mereka yang mengaku saling cinta,
namun sudah tidak lagi saling merindu.

apa yang lebih sepi dari memeluk rindu sendirian?


#6
apa bedanya rindu dengan menanti?
tidak ada.
dua-duanya menyakitimu perlahan.


#7
penjarakan saja aku pada tempat paling rahasia yang kau miliki.

tempat di mana kau tak bisa memulangkan dia dalam ingatanmu.
tempat di mana mata bisa menjadi buta sebab tenggelam di dalamnya.
tempat di mana waktu tak bisa berkuasa dengan semaunya.
tempat di mana rindu bersarang di dalamnya.

Hatimu.


#8
hatiku hangus
terbakar api rindu
jarak telah melahapnya

ketika rasa percaya usang
lihatlah bangunan tak bertiang!


#9
Aku di sini
sendiri
mengunyah rindu
menikmati pahitnya secangkir air mata

mendidih dalam kepulan cinta.


#10
rindu terbuat dari air mata
yang diusir
oleh tuannya



AYAT LARA

#1
setelah kata itu
kau belah aku dari dirimu

aku yang serakah pada salah
kau yang kalah pada amarah

kita kisah yang rekah.


#2
kau hitam dari gelapku
aku gulita dari bayanganmu
selain mata,
kau tahu apa yang tak bisa menua?

kenang yang duka.


#3
di semesta ini,
tak ada yang benar-benar sendiri
bahkan, perihal kepergian

tenanglah,
engkau masih ditemani sepi.


#4
kau mengubur dalam-dalam palungku,
pada dusta yang mulai renta wujudnya.

seperti purnama yang ditinggalkan cangkangnya

gelap.


#5
di sana kau sibuk memanen luka,
di sini aku sibuk memupuk duka.

di sana kau sibuk menggali neraka,
di sini aku sibuk menimbun surga.

sungguh, yang salah bukanlah jarak,
tetapi kita yang tak mau patuh
terhadap waktu.