Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah memberi sumbangsih yang besar bagi kemajuan kota Jakarta. Ia telah berhasil membangun Jakarta secara signifikan menjadi kota yang  modern, tertata rapi, bersih, transparan dan professional. Karena itulah, tulisan ini akan memberi sepuluh alasan Ahok harus memimpin Jakarta lagi.

Pertama, Ahok berpengalaman. Dibandingkan Anies dan Sandi, hanya Ahok yang telah terbukti kredibilatas dan kinerjanya. Selain sudah berpengalaman di dunia politik sejak di Bangka Belitung dulu, Ahok juga belum pernah dipecat dari jabatannya selama ini. Ini penting dan perlu dicatat karena Anies justru belum teruji kepemimpinannya, bahkan ia dipecat dari jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan karena kinerja yang tidak memuaskan.

Kedua, program kerja Ahok realistis. Ahok telah membangun program kerjanya secara realistis. Hal ini bisa dilihat melalui kebijakannya, dalam menyempurnakan sistem perencanaan (e-musrenbang sampai dengan e-budgeting) sehingga proses perencanaan semakin terkendali. Program ini digagas Ahok untuk menghindari sejumlah dana yang belum terpakai dan untuk memberantas dana siluman. Oleh karena itu, program ini belakangan cukup ampuh untuk memberantas hal seperti itu. 

Ketiga, Ahok adalah pemimpin yang tidak gila jabatan. Ia kerap mengatakan jika ada pemimpin yang lebih baik darinya, berani terbuka, jujur, secara nyata membangun wilayah ke arah yang positif, melindungi uang rakyat, maka Ahok bersedia untuk mundur atau menyarankan agar rakyat memilih orang tersebut demi kemajuan bangsa.

Keempat, Ahok adalah pemimpin terbaik se-Asia. Ia dinobatkan sebagai “Man of The Year” tahun 2015 oleh majalah Globel Asia. Majalah ini menelusuri secara detail cara kerja Ahok serta keberhasilan-keberhasilan yang dicapai sejak menjabat sebagai Anggota DPRD Belitung dan Bupati Belitung hingga menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dalam sejarahnya, belum pernah ada pemimpin yang berani seperti Ahok dalam menjalankan kebijakan di Ibu Kota Negara. Terlebih Ahok merupakan minoritas yang beretnis Tionghoa dan beragama Kristen.

Kelima, Ahok adalah pemimpin adil. Bagi Ahok, ia tidak mempunyai musuh, meskipun berbagai fitnah dan provokasi kebencian ditujukan padanya. Banyak orang yang menolak Ahok, lantaran dirinya merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen. Namun itu semua tidak membuat Ahok berlaku tidak adil terhadap para pembencinya. Faktanya, ia membangunan puluhan masjid, musholla dan pengembangan instansi keislaman di Jakarta. Bahkan ia memberangkatkan puluhan marbot masjid menuju tanah suci.

Keenam, Ahok orang yang Jujur. Ahok adalah politisi yang sangat jujur dan apa adanya. Beberapa kali pihak lawan Ahok menuduhnya telah melakukan penggelapan uang negara atau korupsi. Namun, semua tuduhan itu ternyata tidak ada yang benar. Ahok berhasil membuktikan bahwa dia benar-benar bersih dari korupsi. Pepatah bilang “Kebenaranlah yang akan menang”, dan pepatah ini sangat cocok untuk seorang Ahok.

Ketujuh, Ahok pemimpin yang tegas. Sikap tegas merupakan hal dasar yang wajib dimiliki oleh  seorang pemimpin. Tegas dalam arti membenarkan apa yang salah. Dari berbagai tindakannya, ia kerap melakukan tindakan dengan tegas untuk kebaikan bersama. Mungkin beberapa tindakannya dianggap keras oleh masyarakat, namun jika kita telaah lagi semua itu dilakukan Ahok untuk kebaikan bersama bukan untuk kebaikan individualisme.

Kedelapan, Ahok seorang pemimpin yang berani. Dalam beberapa kejadian kita bisa melihat betapa beraninya Ahok untuk membela kebenaran dan meluruskan yang salah. Tak segan-segan beliau sering menegur anak buahnya atau organisasi-organisasi dibawah maupun setingkat dengan jabatannya. Ia telah memberantas korupsi, membelanjakan uang negara sesuai kebutuhan yang jelas, dan menindak oknum-oknum yang kerap memanipulasi anggaran atau mark-up anggaran untuk dialirkan ke kantong-kantong pribadi para pejabat DKI Jakarta.

Kesembilan, Ahok orang yang bertoleransi tinggi. Meskipun Ahok beragama kristen dan kita tahu agama kristen adalah agama minoritas di Indonesia, itu semua tak membuat Ahok menjadi seorang yang fanatik. Dalam berbagai kegiatan terlihat bahwa Ahok menghormati agama-agama lain seperti membangun masjid untuk umat muslim, berkunjung ke Wihara dan berbagai tempat ibadah agama lainnya.

Kesepuluh, Ahok mencintai umat Islam. Hal itu terlihat dari kenerja Ahok selama ini, banyak bukti yang telah dilakukan sebagai tanda Ahok mencintai umat Islam. Seperti meningkatkan kualitas pelayanan di lembaga-lembaga pendidikan Islam, meningkatkan kualitas sarana dan prasarana lembaga-lembaga Islam,, membangun masjid, mengumrohkan marbot, membangun pusat keislaman Islamic Center, dan sebagainya. Semua itu dirasakan oleh warga muslim di DKI Jakarta.

Bahkan, dulu yg mendorong dan mendukung Ahok untuk menjadi pejabat publik, bupati, dan akhirnya gubernur adalah KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, ulama besar Islam di Indonesia. Pendukung Ahok sebagian besar juga muslim, atasan-atasan Ahok, Presiden dan Wakil Presiden juga Muslim. Penegak hukum, Jaksa Agung, Kapolri, Kapolda adalah Muslim. Yang mendorong Ahok dalam Pilkada adalah Ibu Megawati yang juga Muslim. Itu semua mencerminkan bahwa tidak ada masalah antara Ahok dan masyarakat muslim.

Apa yang telah dilakukan Ahok merupakan terobosan yang menakjubkan. Ia berhasil membangun dan mengelola Jakarta dngan caranya yang unik. Meskipun belum menuntaskan masalah-masalah di Ibu Kota yang sangat kompleks, Ahok sudah memberikan perubahan positif. Dengan berbagai prestasinya, wajar jika masyarakat sangat mencintainya dibanding kepala daerah lain di Indonesia.

Dari berbagai kebijakan-kebijakan dan track record Ahok inilah, maka tentu saja kita sangat membutuhkan Ahok untuk memimpin Jakarta kembali, agar bisa meneruskan pembangunan-pembangunan yang telah dilakukan sebelumnya demi tercapainya kemajuan Jakarta sebagai landmark Ibu Kota Indonesia.