Kertas lebih jujur daripada manusia, mungkin begitulah kata yang cocok.

Seperti yang telah kita ketahui, manusia, kertas dan pena memang tak bisa dipisahkan. Pena tidak akan berguna jika tintanya tidak digoreskan oleh manusia kepada kertas, begitupun dengan kertas yang juga tidak akan berguna jika Ia tak digoreskan dengan tinta pena oleh manusia.

Ketiganya memang saling berkaitan antara satu dengan yang lain.

Kertas dan pena, dua benda inilah yang telah menjadi saksi bisu tentang perkembangan sejarah peradaban manusia, kertas dan pena telah banyak menolong leluhur kita mencatat dan mengabadikan setiap momen dunia yang bersejarah dimasalalu.

Telusurilah jengkal sejarah, dan lihatlah betapa hebatnya leluhur kita di masa dahulu. Sebut saja Ibnu Battutah dan Marcopolo, yang kemudian hari catatan Etnografi mereka menjadi rujukan kompas dan juga peta dunia dimasa sekarang.

Lihat pula Ibnu Sina, Aristoteles, Jalaluddin Rumi, Isaac Newton, Columbus, dan ribuan cendikiawan kita dimasa dahulu, mereka sampai rela menghabiskan seperempat, dan bahkan separuh usianya untuk mencatat tiap-tiap ilmu pengetahuan yang ada.

Walaupun hanya menggunakan pena bulu dan kertas usang yang nyaris tak memiliki warna, namun mereka tetap bisa menjadi orang yang hebat. Mereka tetap bisa menjadi penulis-penulis yang handal. Yang telah berhasil membawa dunia ini dari sisi gelap menuju cahaya lampu yang kita lihat pada saat ini.

Lalu mengapa kita tidak bisa seperti mereka? Padahal kita hidup dizaman ke-emasan. Zaman dimana kertas sudah menumpuk-numpuk di tong sampah. Manfaatkanlah peluang ini dengan baik.

Menulislah untuk mengabadikan. Abadikanlah, luahkanlah setiap momen dan ide yang anda punya di atas lembaran kertas. Mengapa harus di kertas? Karena dengan kertas kita bisa melihat langsung wujud nyata dari tulisan yang telah kita tulis. Itulah wujud dari akal dan juga perasaan kita.

Memang benar dan tak bisa dipungkiri lagi, bahwa keberadaan kita dimasa kini-sedikitpun tidak bisa lepas dari penggalan demi penggalan catatan yang berasal dari masa lalu. Memang dunia telah berubah, namun kita semua tetap berasal dari sana.  

Kertas dan pena, adalah sebuah jembatan penghubung antara peradaban masalalu dengan masa kini. Kedua benda itulah yang telah berjasa mengenalkan kita kepada sejarah dan juga atas setiap penemuan-penemuan dan perubahan yang ada di dalam dunia ini.

Jika kita masih bertanya-tanya, apakah jasa kertas kepada manusia? Lihatlah dunia ini, tataplah semua yang ada di dalamnya. Maka kau akan menemukan jawabannya sendiri.

Lihatlah pesawat yang terbang di angkasa lepas? Mobil yang melebihi kecepatan kuda, kereta api yang berlari menembus tanah, dan juga kapal laut dan kapal selam yang sekarang ini tengah berada di lautan. 

Bagaimana mungkin manusia bisa membuatnya--seandainya tanpa ada buku catatan petunjuk dari masalalu yang telah ditulis oleh pendahulu kita ke dalam lembaran-lembaran kertas? Tidak mungkin bisa, karena manusia selalu membutuhkan petunjuk untuk hidup.

Manusia, pena, dan kertas memang tak bisa dipisahkan. Kertas dan pena adalah dua alat yang dipakai oleh manusia untuk menyampaikan pesan, meluahkan perasaan dan juga ide-ide mereka yang ada di dalam pikiran.

Namun lihatlah dimasa kini, pada detik ini ketika anda membaca tulisan ini, dunia benar-benar telah berubah. Lihatlah di sekeliling anda. Ternyata hubungan pena, kertas dan manusia sudah tidak se-harmonis dahulu lagi.

Manusia telah menemukan pena baru yang tak bertinta, dan juga telah menggunakan kertas baru yang terbuat dari cahaya. Semuanya telah dimuat kedalam benda canggih yang meng-kilau dan berlapis kaca. Itulah yang dinamakan dengan Teknologi.

Memang benar, bahwa Teknologi adalah puncak dari masa keemasan yang dicapai oleh peradaban manusia, semua hal yang ada di dunia ini menjadi lebih mudah dan enteng untuk dikerjakan.

Kehadiran Teknologi yang serba canggih di abad moderen ini, ternyata banyak sekali membuat eksistensi benda-benda dan juga alat-alat manual menjadi sangat jauh menurun dari biasanya.

Seperti pena dan kertas, eksistensi benda-benda ini benar-benar telah jauh menurun dibandingkan dengan masa-masa pendahulu kita dahulu.

Manusia sudah menemukan media tulis baru yang jauh lebih bagus dan praktis dibandingkan dengan pena dan kertas. Seperti laptop, handphone, komputer dan sebagainya. Benda inilah yang telah mengancam eksistensi pena dan kertas di dalam dunia tulisan.

Walaupun sebenarnya masih banyak kita temukan orang-orang yang masih menggunakan pena dan kertas, namun dalam beberapa tahun ke depan diprediksi bahwa eksistensi pena dan kertas perlahan-lahan akan terus mengalami penurunan.

Baca Juga: Aku dan Kertas

Dan tidak lama lagi, kertas dan pena hanyalah digunakan oleh manusia untuk sebuah alat wacana percobaan menulis, alat praktek menulis, dan juga alat yang digunakan untuk coret-coretan sebagai pelampiasan ekspresi dari sebuah emosi. Sedangkan jantung tulisan berada dalam file inti yang disebut dengan Dokumen.

Kenangan masalalu antara pena, kertas dan manusia sudah banyak yang mulai dilupakan. Manusialah yang mulai menjauhi mereka. Manusialah yang mengatakan bahwa menulis dengan pena dan kertas adalah sebuah hal yang sangat membosankan dan juga melelahkan.

Mengapa demikian? Mengapa kita harus melupakan sejarah? Melupakan kenangan indah tentang sejarah gemilang antara leluhur kita dengan pena dan kertas?

Bukankah dahulu, lampu minyak selalu menemani leluhur kita bercumbu ria dalam gelapnya malam untuk menggoreskan tinta dan mencatat setiap ilmu dengan pena dan kertas demi anak cucunya?

Memang benar, pena dan kertas lebih jujur daripada manusia.

Namun, apakah salahnya jika kita kembali membangun hubungan baik itu dengan mereka? Menjadikan mereka sebagai teman yang baik dan membawa mereka ke tempat-tempat terindah yang akan kita datangi.

Mulai hari ini, mari kita jalin kembali hubungan itu dengan baik. Perlakukanlah kertas dan pena dengan baik. Jangan lagi menumpuk-numpuknya di tong sampah, atau kemudian membakarnya tanpa sebab dengan alasan untuk mengusir nyamuk.

Sadarkah kita, betapa banyak diantara mereka yang justru bertahan hidup dari tumpukan plastik dan kertas? Yang mengais rezeki dari Tuhan dalam wujud sampah yang bergelimpangan? Hanya saja kita belum dapat melihat sisi pahit yang ada di dalam kehidupan ini.

Kita terkadang lupa, bahwa semua hal yang besar di dunia ini pada hakikatnya bermula dari angka yang kecil. Seiring berkembang pesatnya teknologi dizaman ini, maka akan semakin membuat manusia menjadi pemalas pula. Karena manusia sangat bergantung kepada alat-alat tersebut untuk melangsungkan kehidupannya.

Saudaraku.

Hargailah masa keemasan ini dengan rasa syukur. Mulailah menulis. Menulislah dengan kertas agar kau bisa memeluk dan juga mencium tulisanmu.

Cintailah pena dan kertas, karena merekalah yang membuat kita bisa membaca dan menulis. Cintailah pena dan kertas, karena mereka adalah sang pembawa pesan dari peradaban masa lalu.

Cintailah pena dan kertas, karena kita dan mereka adalah sebuah ikatan yang tak bisa dipisahkan. Cintailah pena dan kertas, karena kita adalah satu dalam cerita kehidupan yang tak bisa dipisahkan.