Saat itu aku menatap ke arah mu.

Tapi kamu tidak menyadari itu. 

Hingga akhirnya matahari mulai terbenam.

Dan kamu tetap memandang sisi yang lain.


Saat itu aku memperhatikanmu. 

Tapi kamu memperhatikan yang lain.

Hingga saat hujan turun.

Dan kamu meneduh menjauh.


Saat itu aku mempercayaimu.

Tapi kamu percaya pada yang lain.

Hingga pohon menjatuhkan daunnya.

Dan kamu tetap tidak berpaling. 


Saat itu aku pergi menjauh.

Kamu mulai bercerita.


Tentang penantian seseorang yang terluka.

Yang memandangi bahaya di sekitarku.

Yang memperhatikan keselamatanku. 

Yang mempercayai bahwa Tuhan akan melindungiku lebih baik dari penjagaannya.


Saat aku bertanya itu siapa.

Kamu malah berlari dan pergi.