Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai berbagai macam bentuk benda, sampai kita tidak sadar akan banyaknya manfaat yang diberikan oleh benda-benda tersebut. Contoh kecilnya saja selembar kertas yang banyak kita jumpai dan sering digunakan oleh semua kalangan, dari kalangan anak-anak hingga kalangan orang dewasa.

Kertas yang digunakan sering menjadi bentuk dan nilai yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan dari tingkatan usia tersebut. Kalangan anak-anak sering menggunakan kertas sebagai alat untuk bermain, menulis dan menggambar. Meskipun hanya sebatas menjadi tempat untuk menuangkan imajinasi dari anak-anak, kertas ini telah menunjukkan salah satu manfaatnya yaitu sebagai alat tempat belajar.

Sedangkan dari kalangan dewasa, kertas yang sama juga digunakan menjadi fungsi yang berbeda pula, seperti sebagai tempat menuliskan penjanjian, sebagai bukti surat kepemilikan suatu benda, atau sebagai tempat menuliskan sejumlah transaksi, dan ada pula yang menuliskan ungkapan perasaannya terhadap seseorang serta banyak lagi hal lainnya.

Dari semua hal tersebut, menunjukkan manfaat dan nilai yang besar dari selembar kertas, tergantung dari tujuan dan pemanfaatannya. Kertas tidak hanya dijadikan media tulis saja, kertas juga bisa dijadikan dalam bentuk dan fungsi lain seperti kertas tisu yang memiliki fungsi untuk membersihkan dan ada juga kertas yang digunakan sebagai objek seni seperti origami.

Sejenak kita kembali sebelum kita mengenal fungsi dan manfaat dari kertas. Pasti sebagian dari kita memandang sebelah mata terhadap kertas. Pertanyaannya, kenapa itu terjadi? apa penyebabnya? tentu jawabannya kembali kepada diri kita.

Kesederhanaan dari kertas membuat kita memandangnya hanya sebagai benda yang tidak memiliki nilai tinggi, tidak memiliki kekuatan dan banyak hal lainnya. Kesederhanaan kertas tersebut telah banyak membantu dalam kehidupan kita dari awal ditemukannya hingga saat sekarang ini.

Sebagian dari kita mungkin mengetahui tentang  asal-usul kertas dan tidak sedikit pula yang tidak mengetahui asal usul dari benda yang sederhana ini. Nah, mari kita lihat bagaimana perjalanan benda yang sederhana ini dari awal sampai saat ini.

Pertama mari kita lihat dari sejarahnya, kertas pertama kali dikembangkan oleh bangsa Cina. Tsai Lun menemukan kertas dari bahan bambu yang mudah didapat di seantero Cina pada tahun 1012 Masehi. Penggunaan kertas meluas diseluruh Cina, dalam beberapa abad Cina sudah sanggup mengekspor kertas ke negara-negara Asia.

Ditahun 751, beberapa tenaga ahli pembuat kertas tertawan oleh orang-orang Arab sehingga dalam tempo singkat kertas juga sudah di produksi di Baghdad dan Samarkand. Teknik pembuatan kertas ini mulai menyebar ke seluruh Arab dan baru Abad ke-12 orang-orang eropa mempelajari teknik ini.

Sesudah itulah pemakaian kertas mulai berkembang luas dan setelah Gutenberg menemukan mesin cetak kertas modern, kertas mulai menggantikan kulit kambing sebagai sarana tulis menulis di Barat. Dan penemuan Gutenberg merupakan salah satu faktor penting dalam memicu revolusioner di masa modern ini.

Dengan adanya penemuan kertas ini, telah merubah kebiasaan orang-orang dalam mendokumentasikan tulisannya yang telah terbiasa menulis lewat media kain, batu, tulang, kulit binatang serta daun. Di Indonesia sendiri dahulunya biasa mendokumentasikan tulisannya lewat daun lontar.

Selanjutnya, mari kita lihat dari apa kertas ini dibuat hingga menjadi bentuk yang sangat sederhana dengan beragam manfaat. Kertas merupakan bahan tipis yang dihasilkan dari proses pengepresan serat kayu dan memiliki fungsi pokok sebagai alat atau media tempat menulis atau menggambar.

Seiring dengan perkembangan zaman kertas berubah bentuk berdasarkkan fungsi dokumentasi seperti buku bacaan, majalah, buku tulis dan lainnya. Tentu sebagian dari kita bertanya, apakah semua serat kayu bisa digunakan untuk membuat kertas?

Meskipun kertas berbahan pokok serat kayu, tidak semua kayu dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan kertas. Hanya kayu dengan jenis dan tekstur tertentu saja yang menjadi bahan dalam pembuatan kertas.

Apa saja jenis dan tekstur kayu yang bisa digunakan untuk bahan pembuatan kertas? Pertanyaan ini pasti terlintas di benak kita semua.

Berdasarkan dari beberapa sumber yang saya baca bahwa ada jenis dan tekstur kayu tertentu untuk bahan pembuatan kertas, disini  tertulis jelas bahwa ada pembagian jenis kayu yang digunakan, pada umumnya terbagi menjadi dua yaitu kayu lunak dan kayu keras.

Kayu lunak adalah kayu dari jenis tumbuhan konifer, contohnya seperti pohon pinus. Sedangkan kayu keras adalah kayu dari tumbuhan yang daunnya selalu gugur setiap tahunnya, contohnya pohon jati. Dalam hal ini, mungkin kita masih belum mengerti apa fungsi dari pembagian jenis kayu untuk pembuatan kertas.

Dari sumber yang sama dijelaskan lebih lanjut tentang fungsi dan kandungan dalam jenis kayu untuk pembuatan kertas. Kayu lunak memiliki kekerasan dan panjang lebih besar untuk bahan pembuatan kertas. Sedangkan kayu keras lebih kompak dan halus sehingga menghasilkan permukaan kertas yang halus juga.

Selain itu, kayu keras juga lebih mudah diputihkan karena memiliki kandungan lignin lebih sedikit dibandingkan dengan kayu lunak, sehingga warna kertas yang dihasilkan lebih terang. Kertas biasanya tersusun dari campuran kayu lunak dan kayu keras agar menjadi bahan pembuat kertas yang baik. Jenis kayu pembuat kertas yang biasa digunaka mengandung berberapa komponen seperti selulosa (komponennya kuat dan panjang), hemiselulosa (komponen mudah larut dalam air), lignin ( komponen perekat serat selulosa menjadi kaku) dan ekstraktif (hormone tumbuhan, resin, asam lemak dan unsure lainnya).

Setelah kita mengetahui asal-usul dari benda sederhana ini, tentu membuat kita lebih menghargainya. Selain dari manfaat yang telah saya sebutkan, pasti dari kita semua juga mengetahui manfaat lainnya dari kertas ini. karena tidak hanya sebatas tempat atau media untuk menulis atau menggambar saja manfaat kertas ini,banyak manfaat lainnya.

Ini semua tidak terlepas dari usaha-usaha para pendahulu kita seperti Tsai lun ( penemu kertas ) dan Gutenberg (penemu mesin cetak) dengan tujuan agar pola kehidupan ini berubah menjadi lebih baik.

Kita selaku generasi penerus bangsa, tentunya kita harus lebih cerdas dan lebih kritis terhadap lingkungan sekitar. jangan sampai kita merusak alam sekitar karena ketidakmampuan kita dalam melakukan sesuatu. Hargai apa yang telah diciptakan dengan menggunakan sesuai dengan keperluan, pasti suatu saat kita dan anak cucu kita akan memerlukan kembali. Karena menggunakan lebih mudah dari pada menemukan dan menciptakan sesuatu.